Berita Global

Setelah Menahan Penyelesaian, Musk Menyatakan Tetap Berkomitmen Tuntaskan Transaksi

Sabtu, 14 Mei 2022 | 14:05 WIB
Setelah Menahan Penyelesaian, Musk Menyatakan Tetap Berkomitmen Tuntaskan Transaksi

ILUSTRASI. Ilustrasi profil akun Elon Musk di Twitter dan logo Twitter, 28 April 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Elon Musk mentweet pada Jumat menyatakan bahwa kesepakatan pembelian Twitter senilai $44 miliar secara tunai untuk Twitter Inc berstatus "sementara ditahan." Sambil menunggu perusahaan media sosial itu memberikan data tentang proporsi akun palsunya.

Saham Twitter turun lebih dari 20% dalam perdagangan premarket. Namun harga Twitter bangkit lagi setelah Musk mengirim tweet kedua yang mengatakan dia tetap berkomitmen pada kesepakatan itu. Saham Twitter turun 9,6% menjadi US$ 40,71 dalam perdagangan Jumat, diskon tajam dari harga akuisisi, yaitu US$ 54,20.

Musk, orang terkaya di dunia, memutuskan untuk mengabaikan uji tuntas ketika dia setuju untuk membeli Twitter pada 25 April. Itu dilakukan Kepala eksekutif Tesla Inc itu agar perusahaan yang berbasis di San Francisco tersebut segera menerima "penawaran terbaik dan terakhirnya." Ini bisa membuatnya lebih sulit untuk membantah bahwa Twitter entah bagaimana menyesatkannya.

Sejak Musk menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi Twitter, saham teknologi telah jatuh di tengah kekhawatiran investor atas inflasi dan potensi perlambatan ekonomi.

Baca Juga: Menlu Inggris: Vladimir Putin Mempermalukan Dirinya Sendiri di Panggung Dunia

Selisih antara harga penawaran dan nilai saham Twitter telah melebar dalam beberapa hari terakhir. Itu menyiratkan peluang untuk menutup transaksi tersebut merosot hingga kurang dari 50%. Investor berspekulasi bahwa penurunan harga akan mendorong Musk untuk pergi atau mencari harga yang lebih rendah.

"Kesepakatan Twitter untuk sementara ditangguhkan, detail yang mendukung perhitungan bahwa akun spam/palsu memang mewakili kurang dari 5% pengguna," kata Musk kepada lebih dari 92 juta pengikut Twitter-nya.

"Untuk mengetahuinya, tim saya akan melakukan sampel acak 100 pengikut" dari situs microblogging, tweet Musk, mengundang orang lain untuk mengulangi prosesnya dan "melihat apa yang mereka temukan."

"Jika kita bersama-sama mencoba mencari tahu persentase bot/pengguna duplikat, kita mungkin bisa mengumpulkan jawaban yang bagus."

Baca Juga: Saham Twitter Meluncur Pasca Elon Musk Tunda Kesepakatan Pembelian Senilai US$ 44 M

Musk mentweet bahwa dia "mengandalkan keakuratan pengajuan publik Twitter" sebagai balasan atas pertanyaan seorang pengikutnya. Yaitu, mengapa dia tidak memikirkan hal ini sebelum menawarkan untuk membeli perusahaan.

Dalam kesepakatan dengan Twitter, Musk berhak meminta informasi tentang kegiatan operasi setelah penandatanganan kesepakatan. Tetapi ini dimaksudkan untuk membantunya mempersiapkan kepemilikannya atas Twitter, bukan untuk melakukan uji tuntas dan membuka kembali negosiasi.

Twitter tidak merencanakan tindakan segera terhadap Musk sebagai akibat dari komentar Musk, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Perusahaan menganggap komentar itu meremehkan dan melanggar ketentuan kontrak kesepakatan mereka. Namun Twitter memegang tweet kedua Musk bahwa dia berkomitmen untuk melanjutkan akuisisi, tutur sumber tersebut.

Selanjutnya
Halaman   1 2 3

Baca juga