Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:13 WIB
Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti
[ILUSTRASI. Layanan penukaran uang Bank Indonesia di Sulteng (ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan)]
Anton Hendranata | Chief Economist Bank Rakyat Indonesia; Dirut BRI Research Institute

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergantian kepemimpinan Bank Indonesia (BI) bukan sekadar urusan siapa yang menempati kursi gubernur. Pertanyaan terpenting adalah: gubernur seperti apa yang kini dibutuhkan Indonesia? Pertanyaan ini relevan karena dunia sedang diwarnai ketidakpastian. Ketegangan geopolitik mengganggu perdagangan dan pasokan energi. Persaingan negara besar mendorong proteksionisme. Perubahan suku bunga global dan arus modal yang berpindah dalam hitungan detik membuat negara berkembang mudah terkena guncangan.

IMF memperkirakan ekonomi dunia tumbuh 3% tahun 2026. Angka itu menyembunyikan risiko besar dan pertumbuhan yang tidak merata. Bagi Indonesia, gejolak yang bermula ribuan kilometer jauhnya dapat segera hadir dalam bentuk harga minyak, pangan, imbal hasil obligasi, dan tekanan terhadap rupiah. Di dalam negeri, gambarnya juga tidak hitam-putih. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada Q1-2026, terutama ditopang permintaan domestik. Namun, angka agregat tidak bercerita lengkap tentang terbatasnya kesempatan memperoleh pekerjaan berkualitas, rendahnya produktivitas, besarnya sektor informal, dan kelas menengah yang mudah goyah.

Baca Juga: Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Internet Rakyat WIFI Sudah Jangkau 3,1 Juta Konsumen
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Internet Rakyat WIFI Sudah Jangkau 3,1 Juta Konsumen

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge telah mengaktifkan lebih dari 3.100 site IRA–Internet Rakyat dalam tujuh bulan pada 2026. 

APEX Siap Eksekusi Private Placement 218 Juta Saham
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:43 WIB

APEX Siap Eksekusi Private Placement 218 Juta Saham

Dalam private placement, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) akan menerbitkan 218,09 juta saham Seri B. Nilai nominal Rp 325 per saham. ​

Jhonlin Baratama Tuntaskan Proses Akuisisi BYAN, Begini Rinciannya
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Jhonlin Baratama Tuntaskan Proses Akuisisi BYAN, Begini Rinciannya

Haji Isam menuntaskan transaksi pembelian 10,08 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 7 Oktober 2026.

WIKA Belum Ikut Gerbong Konsolidasi BUMN Karya
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:26 WIB

WIKA Belum Ikut Gerbong Konsolidasi BUMN Karya

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) disebut masih perlu memperkuat kondisi keuangan sebelum mengikuti arah konsolidasi BUMN Karya.

Kinerja Saham Valuasi Murah Belum Bergairah
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Kinerja Saham Valuasi Murah Belum Bergairah

Pelemahan kinerja IDX Value30 menunjukkan tekanan pasar saat ini tidak hanya pada saham-saham bervaluasi tinggi.

Pelayanan Publik Kemperin Akan Digelar Dua Kali
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Pelayanan Publik Kemperin Akan Digelar Dua Kali

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memperkuat kecepatan layanan publik bagi pelaku industri. 

Risiko Hunting Minyak Perlu Dihitung
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Risiko Hunting Minyak Perlu Dihitung

Pemerintah berencana melakukan hunting (berburu) minyak mentah dari negara dengan surplus minyak, mengganti lelang melalui PT Pertamina.

Pasar Saham Menanti Hasil Evaluasi MSCI
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Pasar Saham Menanti Hasil Evaluasi MSCI

Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) diprediksi masih membekukan pasar saham Indonesia di evaluasi November 2026.

Tantangan Baja dari Domestik dan Luar Negeri
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:07 WIB

Tantangan Baja dari Domestik dan Luar Negeri

Amerika Serikat, Eropa dan Inggris menetapkan bea masuk baja dari Indonesia sebesar 50%. Bagaimana nasib industri baja?

Harga Energi Tersengat Konflik AS-Iran yang Kembali Memanas
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Harga Energi Tersengat Konflik AS-Iran yang Kembali Memanas

Tanda-tanda eskalasi konflik yang lebih dalam di Timur Tengah membuat harga energi kembali menanjak.

INDEKS BERITA

Terpopuler