Insiden KM Virgo

Jumat, 18 September 2026 | 09:28 WIB
Insiden KM Virgo
[ILUSTRASI. TAJUK - Barratut Taqiyyah (KONTAN/Praksa Partajaya)]
Barratut Taqiyyah Rafie | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Insiden KM Virgo Transport 8 kembali mempertanyakan wajah keselamatan pelayaran Indonesia. Kapal rute Surabaya-Banjarmasin yang membawa 243 orang itu terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Hingga Kamis (17/9/2026), 114 orang ditemukan: 108 selamat, enam meninggal dunia, sementara 129 orang masih dalam pencarian.

Ini bukan kejadian yang berdiri sendiri. Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal di Indonesia terjadi sejak Januari-Agustus 2026, dengan 239 korban jiwa. Hanya sebulan sebelum KM Virgo terbalik, KM Mutiara Sentosa 2, kapal Ro-Ro lain yang mengangkut sekitar 250 orang dari Surabaya menuju Makassar, juga mengalami kebakaran di perairan utara Madura.

Rangkaian insiden pada kapal serupa ini semestinya sudah menjadi alarm, bukan sekadar catatan statistik tahunan.

Usia kapal yang dibangun pada 1987 menjadi sorotan, meski umur bukan satu-satunya ukuran kelaiklautan. Kapal tua bisa tetap laik berlayar jika dirawat ketat, sebagaimana kapal baru pun bisa mengalami kecelakaan jika pengawasan lemah. Dugaan pergeseran muatan kendaraan dan masuknya air menjadi dua kemungkinan penyebab yang masih harus dipastikan KNKT, termasuk kondisi fisik kapal sebelum berangkat dari Surabaya. Jika investigasi menemukan pelanggaran, persoalannya bukan semata cuaca, tetapi juga tata kelola muatan sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.

Sistem peringatan darurat juga harus diusut. Kesaksian penumpang yang masih tertidur saat kapal mulai oleng, tanpa mendengar alarm, menimbulkan pertanyaan soal kapan keadaan darurat diketahui dan kapan peringatan diberikan. Dalam situasi seperti ini, keterlambatan beberapa menit bisa berarti hilangnya kesempatan menyelamatkan diri.

Investigasi tidak boleh berhenti pada penyebab teknis semata. Rantai pengawasan dari pemilik kapal, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), hingga Syahbandar atau KSOP perlu diperiksa menyeluruh. Presiden Prabowo Subianto telah meminta investigasi mendalam dan objektif, sementara Komisi III DPR RI mendorong agar cuaca buruk tidak menjadi satu-satunya alasan.

Instruksi itu harus berujung pada jawaban dan perbaikan nyata: apa yang terjadi, apakah standar keselamatan dipenuhi, dan di titik mana pengawasan gagal mencegah jatuhnya korban. Sebab, kapal-kapal Ro-Ro lainnya masih berlayar dengan risiko yang sama.

Bagikan

Berita Terbaru

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan DHE SDA, Emiten Nikel Paling Terdampak, CPO Aman
| Kamis, 05 November 2026 | 11:03 WIB

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan DHE SDA, Emiten Nikel Paling Terdampak, CPO Aman

Ada potensi ketergantungan perusahaan terhadap pembiayaan perbankan dalam dolar AS meningkat jika fleksibilitas penggunaan DHE lebih terbatas.

Kinerja Keuangan TINS Solid, Harga Timah Global dan Permintaan China Jadi Tantangan
| Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

Kinerja Keuangan TINS Solid, Harga Timah Global dan Permintaan China Jadi Tantangan

Prospek TINS masih positif, tetapi risiko pada tahun 2027 adalah normalisasi harga komoditas dan margin keuntungan.

BRIS Bak Hadapi Simalakama, Wajib Mengejar Free Float Saat Harga Saham Anjlok Parah
| Kamis, 05 November 2026 | 10:02 WIB

BRIS Bak Hadapi Simalakama, Wajib Mengejar Free Float Saat Harga Saham Anjlok Parah

Emiten dipaksa memenuhi ketentuan minimum free float di saat pasar saham tengah diliputi ketidakpastian. 

Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif, Ini Prospek Saham AMRT, MIDI, HERO, dan RANC
| Kamis, 05 November 2026 | 08:57 WIB

Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif, Ini Prospek Saham AMRT, MIDI, HERO, dan RANC

Emiten yang mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat berpeluang memperoleh kinerja yang lebih baik.

Ketidakpastian Masih Tinggi, Premi Risiko Investasi Mendaki
| Kamis, 05 November 2026 | 08:37 WIB

Ketidakpastian Masih Tinggi, Premi Risiko Investasi Mendaki

 Kenaikan credit default wwap (CDS) mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap tekanan global dan domestik. 

Kinerja ANTM Masih Solid, Tapi Tantangan Ini Menghantui Margin Jangka Menengah
| Kamis, 05 November 2026 | 08:32 WIB

Kinerja ANTM Masih Solid, Tapi Tantangan Ini Menghantui Margin Jangka Menengah

Prospek ANTM ke depan juga dibayangi tantangan, seperti pelemahan penjualan emas dan harga bijih nikel yang dapat menekan profitabilitas.

Penyadap Pengusaha
| Kamis, 05 November 2026 | 08:31 WIB

Penyadap Pengusaha

Penyadapan bisa menciptakan efek gentar (chilling effect) di pengusaha. Mereka menjadi berhati-hati berkomunikasi dan membicarakan strategi.

Prospek Saham Poultry Kuartal IV-2026, JPFA dan CPIN Masih Punya Peluang Tumbuh
| Kamis, 05 November 2026 | 08:21 WIB

Prospek Saham Poultry Kuartal IV-2026, JPFA dan CPIN Masih Punya Peluang Tumbuh

Kenaikan biaya bahan baku pakan serta pelemahan nilai tukar rupiah dapat menekan margin segmen pakan ternak.

Menanti Sentimen Positif Lokal,  Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (5/11)
| Kamis, 05 November 2026 | 08:04 WIB

Menanti Sentimen Positif Lokal, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (5/11)

Harapan ada perubahan terhadap ekonomi global. Terutama kebijakan fiskal, perdagangan internasional, suku bunga,dolar AS dan hubungan geopolitik. 

Membedah Prospek Saham ESSA: Ditopang Kontrak Gas 20 Tahun dan Tantangan Harga Amonia
| Kamis, 05 November 2026 | 08:04 WIB

Membedah Prospek Saham ESSA: Ditopang Kontrak Gas 20 Tahun dan Tantangan Harga Amonia

Penurunan harga amonia menjadi salah satu risiko utama bagi kinerja PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) pada kuartal IV-2026. 

INDEKS BERITA

Terpopuler