Ada Tambahan Produksi Nikel, Merdeka Battery (MBMA) Kini Cetak Laba US$ 3,66 Juta

Kamis, 06 Juni 2024 | 07:58 WIB
Ada Tambahan Produksi Nikel, Merdeka Battery (MBMA) Kini Cetak Laba US$ 3,66 Juta
[ILUSTRASI. Komisaris, direksi, manajemen serta pemegang saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) saat pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (18/4/2023).]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berhasil mencetak kinerja apik sepanjang kuartal I-2024. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini mencetak laba bersih US$ 3,66 juta. Hasil ini berbanding terbalik dengan kondisi bottom line MBMA di periode yang sama tahun lalu, saat MBMA menderita kerugian hingga US$ 7,0 juta.

Alhasil, MBMA membukukan laba bersih per saham senilai US$ 0,0003 dari sebelumnya membukukan rugi bersih per saham US$ 0,0007. Melansir laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (4/6), perbaikan bottom line MBMA tidak terlepas dari kenaikan pendapatan. Per akhir Maret 2024, MBMA membukukan pendapatan US$ 44,2 juta, melejit 211% dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu yang hanya US$ 142,73 juta.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Efek Sentimen Eksternal Menghantui Rupiah di Senin (12/10)
| Senin, 12 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Efek Sentimen Eksternal Menghantui Rupiah di Senin (12/10)

Pasar akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, termasuk serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi. 

Bank Mandiri Pegang Risiko Tinggi di PGUN dan JARR
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:40 WIB

Bank Mandiri Pegang Risiko Tinggi di PGUN dan JARR

ChatGPT said:Kredit Bank Mandiri ke Jhonlin Group dibayangi risiko likuiditas karena agunan saham PGUN dan JARR sulit dicairkan saat gagal bayar

Beban Naik, Surat Utang Leasing Seret
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:35 WIB

Beban Naik, Surat Utang Leasing Seret

Penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 19,62 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini, turun 33,1% secara tahunan. 

Bank Asing Ramai-Ramai Perbesar Bisnis di RI
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Bank Asing Ramai-Ramai Perbesar Bisnis di RI

ChatGPT said:Bank asing gencar ekspansi di Indonesia lewat akuisisi dan integrasi bisnis untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing.

Waspadai Efek PHK Terhadap NPL Konsumer
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Waspadai Efek PHK Terhadap NPL Konsumer

Lonjakan PHK berpotensi meningkatkan NPL kredit konsumer, terutama KPR, dan menekan kualitas aset perbankan.

Tantangan Pembiayaan Utang di Akhir Tahun
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Tantangan Pembiayaan Utang di Akhir Tahun

Pemerintah berpacu memenuhi target SBN di tengah yield tinggi dan tekanan biaya utang.                   

Pungutan Baru Efektif Menyasar Juragan di Marketplace
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:15 WIB

Pungutan Baru Efektif Menyasar Juragan di Marketplace

Pelaku usaha di marketplace menghadapi pungutan PPh Pasal 22 sebesar 0,5% dari omzet yang bisa  memengaruhi strategi bisnis pedagang.

Laba Perbankan di Kuartal III Berpotensi Tumbuh Lebih Baik
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Laba Perbankan di Kuartal III Berpotensi Tumbuh Lebih Baik

Laba bank besar berpotensi tumbuh lebih baik pada kuartal III-2026, meski dibayangi tekanan biaya dana dan perlambatan kredit

Tarif PPh 35% Jangkau 420.000 WP
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Tarif PPh 35% Jangkau 420.000 WP

Wajib pajak berpenghasilan jumbo menjadi perhatian otoritas pajak. DJP mencatat, sekitar 420.000 wajib pajak orang pribadi (WP OP)

Calon Lender Mesti Perhatikan Kenaikan Kredit Macet
| Senin, 12 Oktober 2026 | 04:45 WIB

Calon Lender Mesti Perhatikan Kenaikan Kredit Macet

AFPI menilai industri pinjaman daring masih menjadi sektor strategis bagi investor untuk menempatkan dananya

INDEKS BERITA

Terpopuler