Laba Bank Besar Bisa Terbatas di Semester Pertama
Kinerja bank besar masih melanjutkan pertumbuhan positif sepanjang empat bulan pertama tahun ini. Tapi, mayoritas masih mencetak pertumbuhan tipis
Perkuat Infrastruktur Digital, Bank Besar Genjot Belanja Teknologi Informasi
Bank-bank besar kini berlomba tingkatkan investasi TI. Peningkatan sistem inti janji layanan lebih cepat dan aman bagi jutaan nasabah.
Kredit Macet Multifinance Makin Tambun
Tingkat NPF di industri pembiayaan secara konsisten terus menggemuk, dari 2,44% pada November 2025 ke level 2,83% di Maret 2026.
Investasi Asuransi Syariah Terhimpit Volatilitas Pasar
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi asuransi syariah tercatat minus Rp 121,84 miliar per Maret 2026.
NPL Tinggi Membayangi Ekspansi Kredit Baru
Sejumlah bank di Tanah Air tercatat masih memiliki rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tinggi
Kredit UMKM Perbankan Tunjukkan Tanda Mulai Membaik
Outstanding kredit UMKM sudah tumbuh positif, meski tipis, dengan segmen usaha mikro yang jadi penopangnya.
Risiko Asuransi Kredit Terkerek Suku Bunga
Kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin memberikan tantangan lebih besar bagi perusahaan asuransi umum.
Multifinance Perkuat Penetrasi Pembiayaan Syariah
Piutang pembiayaan syariah oleh multifinance mencatatkan kenaikan 9,96% secara tahunan menjadi Rp 31,7 triliun per kuartal I-2026.
Kasus Fraud KPR Berisiko Dongkrak NPL Perbankan
Kasus KPR fiktif BTN jadi peringatan. NPL bank terancam naik, pemulihan kredit sulit.
Bank Himbara Masih Jadi Penopang Pertumbuhan Kredit Perbankan
Pertumbuhan kredit Himbara mencapai puluhan triliun rupiah di awal 2026.
Ikhtiar Memperkuat Tata Kelola Manajer Investasi
OJK menerbitkan aturan baru yang membagi pelaku industri ke dalam kelompok Manajer Investasi berdasarkan Kegiatan Usaha (MIKU) 1 dan MIKU 2.
Kredit Pensiunan Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
BTN mengakuisisi portofolio bisnis pensiunan dari SMBC Indonesia senilai Rp 19,93 triliun.
Bisnis Modal Ventura Diprediksi Moderat
OJK mencatat pembiayaan modal ventura turun 0,95% secara tahunan di Maret 2026 menjadi Rp 16,57 triliun.
Kredit Masih Lesu, NIM Bank Berpotensi Tertekan
Kenaikan BI rate ke 5,25% berpotensi menekan NIM perbankan karena biaya dana naik lebih cepat daripada imbal hasil kredit
BCA dan BTN Janji Belum Akan Menaikkan Bunga Floating KPR
Kenaikan BI rate ke 5,25% belum langsung diikuti kenaikan bunga KPR, karena sejumlah bank menahan penyesuaian bunga floating untuk sementara waktu
Bunga Kredit Akan Naik Bertahap Setelah Enam Bulan
BI menaikkan BI rate ke 5,25% untuk stabilisasi rupiah, namun langkah ini berpotensi menekan pertumbuhan kredit di tengah permintaan yang lemah
Transaksi BI-FAST Semakin Semarak
Transaksi BI-FAST terus tumbuh pesat dan menjadi salah satu pendorong kenaikan fee income perbankan di tengah akselerasi layanan digital.
Multifinance Waspadai Efek Bunga Naik
Multifinance kian selektif salurkan pembiayaan baru.
BI Rate Naik, Asuransi Umum Selektif Kelola Investasi
Kenaikan BI Rate membuka peluang cuan tinggi bagi asuransi umum. Namun, ada potensi nilai obligasi lama anjlok.
Fluktuasi Emas Tak Tekan Bisnis Gadai
Kenaikan harga emas mendongkrak plafon pinjaman gadai. Peluang dana cepat terbuka lebar, simak potensi keuntungannya.
OJK Perketat Aturan Main Bisnis Sekuritas
Regulator mengatur pengelompokan kegiatan usaha Perusahaan Efek (PEKU) ke dalam tiga kelas, yakni PEKU 1, PEKU 2, dan PEKU 3.
Minat Bank Terbitkan Obligasi Bisa Turun
Kenaikan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% diperkirakan dapat menurunkan minat bank untuk menerbitkan obligasi atau surat utang.
Aturan RIM Diperkuat Agar Laju Kredit Bank Naik
BI memperkuat kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) guna memperbesar kapasitas perbankan mendorong pertumbuhan kredit
Volatilitas Pasar Gerus Kinerja Dana Pensiun
industri dapen membukukan Return on Investment (ROI) 0,02% di kuartal I-2026, anjlok dari periode yang sama di tahun lalu yang sebesar 0,69%.
Selektif Pilih Risiko, Reasuransi Berhasil Tekan Klaim
Klaim yang dibayarkan reasuransi di kuartal I-2026 menukik 22,29% secara tahunan menjadi Rp 2,51 triliun.

