Kredit Masih Lesu, NIM Bank Berpotensi Tertekan
Kenaikan BI rate ke 5,25% berpotensi menekan NIM perbankan karena biaya dana naik lebih cepat daripada imbal hasil kredit
BCA dan BTN Janji Belum Akan Menaikkan Bunga Floating KPR
Kenaikan BI rate ke 5,25% belum langsung diikuti kenaikan bunga KPR, karena sejumlah bank menahan penyesuaian bunga floating untuk sementara waktu
Bunga Kredit Akan Naik Bertahap Setelah Enam Bulan
BI menaikkan BI rate ke 5,25% untuk stabilisasi rupiah, namun langkah ini berpotensi menekan pertumbuhan kredit di tengah permintaan yang lemah
Transaksi BI-FAST Semakin Semarak
Transaksi BI-FAST terus tumbuh pesat dan menjadi salah satu pendorong kenaikan fee income perbankan di tengah akselerasi layanan digital.
Multifinance Waspadai Efek Bunga Naik
Multifinance kian selektif salurkan pembiayaan baru.
BI Rate Naik, Asuransi Umum Selektif Kelola Investasi
Kenaikan BI Rate membuka peluang cuan tinggi bagi asuransi umum. Namun, ada potensi nilai obligasi lama anjlok.
Fluktuasi Emas Tak Tekan Bisnis Gadai
Kenaikan harga emas mendongkrak plafon pinjaman gadai. Peluang dana cepat terbuka lebar, simak potensi keuntungannya.
OJK Perketat Aturan Main Bisnis Sekuritas
Regulator mengatur pengelompokan kegiatan usaha Perusahaan Efek (PEKU) ke dalam tiga kelas, yakni PEKU 1, PEKU 2, dan PEKU 3.
Minat Bank Terbitkan Obligasi Bisa Turun
Kenaikan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% diperkirakan dapat menurunkan minat bank untuk menerbitkan obligasi atau surat utang.
Aturan RIM Diperkuat Agar Laju Kredit Bank Naik
BI memperkuat kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) guna memperbesar kapasitas perbankan mendorong pertumbuhan kredit
Volatilitas Pasar Gerus Kinerja Dana Pensiun
industri dapen membukukan Return on Investment (ROI) 0,02% di kuartal I-2026, anjlok dari periode yang sama di tahun lalu yang sebesar 0,69%.
Selektif Pilih Risiko, Reasuransi Berhasil Tekan Klaim
Klaim yang dibayarkan reasuransi di kuartal I-2026 menukik 22,29% secara tahunan menjadi Rp 2,51 triliun.
Akan Tertekan Jangka Pendek, Tapi Menarik untuk Jangka Panjang
Kenaikan BI rate 5,25% menekan saham perbankan dalam jangka pendek, tapi membuka peluang arus dana asing kembali masuk setelah rupiah stabil
Pertumbuhan Kredit Bisa Tertahan Usai BI Rate Naik
Kenaikan BI rate diperkirakan menahan laju kredit perbankan tahun ini meski pertumbuhan kredit April membaik.
Fintech Keteteran Jaga Profitabilitas
Terjadi tekanan biaya operasional dan pembiayaan macet.
Proteksi Properti Tetap Diminati
OJK mencatat premi asuransi harta benda mencapai Rp 8,47 triliun per Maret 2026.
Bank Digital Pacu Pengguna Aktif Agar Terus Cuan
Bank digital mencatat lonjakan nasabah, tetapi kini fokus utama bergeser ke bagaimana membuat pengguna lebih aktif bertransaksi
Masyarakat Kelas Bawah Terpaksa Kembali Makan Tabungan
Kelas menengah bawah mulai menguras tabungan di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat dan daya beli yang melemah
Ketidakpastian Tinggi, Bank KBMI 3 Tetap Punya Kemampuan Naik Kelas
OJK melihat bank KBMI 3 tetap berpeluang naik kelas ke KBMI 4 meski ketidakpastian ekonomi masih tinggi
Leasing Susun Siasat Menjaga Biaya Dana
Pergerakan suku bunga akan memengaruhi biaya pendanaan multifinance, yang hingga kini masih banyak bergantung pada sektor perbankan.
Asuransi Berburu Aktuaris Demi Memenuhi Regulasi
Kewajiban industri asuransi mengimplementasikan PSAK 117 membuat kebutuhan tenaga aktuaris berpengalaman jadi makin besar.
Ekonomi Loyo, LKM Perketat Pembiayaan
Penyaluran pembiayaan LKM mengalami kontraksi 5,6% secara tahunan menjadi Rp 1 triliun di kuartal I-2026.
Kepemilikan Bank di SRBI Diprediksi Tetap Tinggi Hingga Akhir Tahun
Penempatan dana bank di SRBI naik ke Rp 673,9 triliun per April 2026, menunjukkan bank lebih defensif dan menahan penyaluran kredit
Realisasi KPR Tertekan, Indikasi Lesunya Ekonomi
Penyaluran KPR melambat tajam seiring anjloknya penjualan rumah, memunculkan sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat tengah tertekan
Bank Asing Perluas Ekspansi Bisnis
Keberadaan bank asing masih memberikan kontribusi, khususnya dalam pembiayaan valuta asing, aktivitas ekspor-impor, hingga FDI.

