Bunga Naik, Deposito Valas Himbara Menanjak
Kenaikan bunga deposito dollar AS bank milik Danantara ke level 4% per 5 November 2025 berhasil mendorong pertumbuhan deposito valas cukup baik.
KPR Syariah Lebih Diminati
Di tengah lesunya KPR industri perbankan sepanjang 2025, pembiayaan kepemilikan rumah berbasis syariah justru tumbuh solid
Menilik Realisasi Kucuran Kredit Himbara ke Program MBG
Hingga kini realisasi pembiayaan bank BUMN terhadap program MBG dan program koperasi merah putih belum signifikan.
Syarat DP 0% Lebih Longgar, Risiko Kredit Macet Mengintai
OJK memberi obat bagi industri pembiayaan untuk menyiasati lesunya pasar otomotif, dengan merelaksasi aturan uang muka 0%.
Bisnis Asuransi Properti Diramal Masih Bisa Tumbuh
Industri asuransi umum berupaya menjaga bisnis asuransi properti tetap tegar berdiri di tengah himpitan daya beli.
Dugaan Rekayasa dan Skema Ponzi DSI
DSI berhasil menghimpun dana masyarakat Rp 7,48 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 6,2 triliun sempat dibayarkan sebagai imbal hasil.
Ramadan Menekan Bisnis Gadai Emas
Tekanan musiman masih membayangi gadai emas.  
Kredit Properti Diprediksi Bangkit Ditopang Insentif
Setelah lesu dan dibayangi kenaikan risiko kredit, kredit properti diprediksi bangkit pada 2026, ditopang insentif pemerintah.
Laju Pertumbuhan Diramal Bakal Mengalami Pemulihan
Turunnya suku bunga mulai menghidupkan kredit konsumer. Pemulihan diproyeksi berlangsung bertahap, dengan KPR dan kredit KKB jadi penopang utama.
Cicilan Masih Seret Saat Belanja Mulai Gerak
Daya beli mulai pulih, tapi dompet rumah tangga belum lega. NPL kredit justru naik dengan kartu kredit jadi alarm paling keras tekanan arus kas.
Berharap Insentif Pemerintah Mendorong Laju Kredit UMKM
Di tengah tekanan kredit UMKM, insentif pemerintah diharapkan menjadi penopang pemulihan pembiayaan usaha wong cilik
Asuransi Jiwa Masih Irit Berbelanja Saham
Investasi asuransi jiwa di instrumen saham sempat amblas dari Rp 127,5 triliun di akhir 2024, menjadi Rp 114,8 triliun di akhir semester I-2025
Perluas Diversifikasi, Pembiayaan Syariah Unjuk Gigi
OJK mencatat piutang pembiayaan syariah mampu tumbuh 14,5% menjadi Rp 30,44 triliun hingga November 2025.
Babak Baru Bisnis Asuransi Kesehatan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis aturan baru soal asuransi kesehatan lewat Peraturan OJK (POJK) Nomor 36/2025.
Bunga Turun, Biaya Dana Masih Mahal
Secara historis dibutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 bulan agar penurunan suku bunga acuan benar-benar tercermin pada suku bunga perbankan.
Likuiditas Ketat Masih Menekan Bank Kecil
Likuiditas KBMI 1 dan KBMI 2 terus susut seiring dengan kredit yang tumbuh perlahan.
Perusahaan Gadai Berburu Juru Taksir
Pelaku industri gadai terus berupaya mengimbangi tingginya peningkatan kebutuhan tenaga penaksir di lapangan
Kredit Masih Sepi, Bank Pilih Menahan Diri Menerbitkan Obligasi
Membeli obligasi perbankan di awal 2026 terasa sulit. Likuiditas yang terlalu longgar membuat bank menahan diri.
Tanpa Insentif, Kredit Mobil Listrik Terancam Tersendat
Tanpa insentif, pertumbuhan pembiayaan mobil listrik diprediksi sulit untuk bisa menyamai tahun-tahun sebelumnya.
Lampu Kuning Kualitas Kredit Fintech Lending
OJK mencatat tingkat wanprestasi di atas 90 hari alias TWP90 di industri fintech lending menembus 4,33% pada November 2025.
Industri Sekuritas Yakin Transaksi Saham Tahun Ini Makin Tebal
Rata-rata nilai transaksi harian saham ikut melompat 40,6% hingga mencapai Rp 18,06 triliun pada tahun 2025.
Jumlah Kantor Bank Semakin Menyusut
Gelombang digitalisasi kian menggerus jejak fisik perbankan. Dalam setahun terakhir, ratusan kantor bank di Indonesia ditutup
Pemulihan Daya Beli Masih Rapuh
Belanja masyarakat mulai bergairah, tetapi tabungan justru kian menipis. Di balik naiknya konsumsi, ketahanan finansial rumah tangga masih rapuh.
Pertumbuhan Simpanan Perorangan Masih Mini
Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, tercermin dari rata-rata saldo tabungan per rekening di bank yang susut meski jumlah nasabah naik
Saham Bank Kecil Melaju, Sementara Bank Besar Masih Tertahan
Memulai 2026, saham bank besar lesu, sementara bank kecil melesat, INPC naik 70% dan BCIC meningkat 18%, menyalip performa BMRI dan BBNI

