Tekanan yang Dihadapi Pelaku UMKM Belum Mereda
Tekanan pada pelaku UMKM belum mereda. Meski kredit mulai tumbuh, rasio kredit bermasalah (NPL) masih bertengger tinggi
Pemangkasan Jaringan Kantor Bank Berlanjut
Pemangkasan jaringan kantor bank masih berlanjut pada 2026 seiring percepatan digitalisasi dan efisiensi biaya.
Bisnis Bullion Diprediksi Tetap Tumbuh Meski Harga Emas Koreksi
Meski harga emas mengalami tren penurunan, pelaku industri bank emas optimistis bisnis bullion tetap tumbuh hingga akhir tahun.
Upaya Dapen Perbaiki Kinerja Mulai Berbuah
Industri dapen membukukan return on investment (ROI) sebesar 0,55% per April 2026, membaik dari Maret yang sebesar 0,02%.
Hindari Risiko, Industri Penjaminan Geser Fokus Pasar
Segmen penjaminan kredit produktif masih mendominasi portofolio industri yakni mencapai 70,32% dari total outstanding penjaminan
Pasang Proteksi agar Investasi Tak Terkuras
Asuransi jadi bagian penting dalam perencanaan keuangan, tapi kerap diabaikan. Simak pertimbangan memilih asuransi!
Penurunan Harga Emas Berpotensi Tekan Bisnis Gadai
Bisnis gadai emas diperkirakan berpotensi tertekan seiring tren penurunan harga emas. Tapi, perusahaan menyakini dampaknya masih bisa dikelola
Himbara Lega, Dana SAL Tak Jadi Ditarik
Kementerian Keuangan urung menarik kembali dana SAL pemerintah yang ditempatkan di bank. Sebaliknya, dana justru ditambah jadi Rp 400 triliun.
Daya Beli Lesu, Kredit Konsumer Semakin Loyo
Kredit konsumer perbankan semakin loyo, meskipun kredit secara keseluruhan berhasil tumbuh dua digit hingga Mei 2026.
Ada Tanda Likuiditas Perbankan Mulai Menuju Area Pengetatan
BI mencatat rata-rata harian volume transaksi PUAB rupiah overnight mencapai Rp 23,95 triliun pada April 2026, naik dari Rp 22,18 triliun di Maret
Tak Semua Lini Bisnis Asuransi Dijamin LPS
Program penjaminan polis hanya menjamin unsur proteksi dari produk asuransi pada lini usaha tertentu.
Beban Tinggi, Pemain Asuransi Kesehatan Berkurang
Tingginya inflasi medis membuat sejumlah perusahaan mundur dari bisnis asuransi kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.
Simpanan Rekening Saldo Jumbo Semakin Gendut
Dana nasabah bersaldo di atas Rp5 miliar tumbuh lebih dari 20% per Mei 2026, jauh melampaui pertumbuhan simpanan kelompok nasabah lainnya.
Likuiditas Bank Berpotensi Semakin Mengetat
Industri perbankan menghadapi risiko likuiditas yang lebih ketat setelah BI menaikkan suku bunga acuan 1% dalam sebulan terakhir.
Simpanan Valas Nasabah Ritel dan Korporasi Mekar
Pelemahan rupiah dan kebutuhan hedging mendorong lonjakan simpanan valas di perbankan, baik dari kalangan korporasi maupun nasabah perorangan
Transaksi QRIS Perbankan Semakin Menggeliat
Penggunaan QRIS semakin masif, mendorong pertumbuhan transaksi digital perbankan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Premi Asuransi Kredit Bakal Semakin Mahal
Klaim asuransi kredit di tiga bulan pertama tahun ini naik 17% secara tahunan menjadi Rp 4,2 triliun.
Suku Bunga Naik, Multifinance Berjuang Menjaga Laba
Industri multifinance mencetak laba Rp 5,99 triliun hingga kuartal I-2026, meningkat 6,5% secara tahunan.
Demutualisasi BEI Mengubah Status Sekuritas
Selain bisa menghadirkan manfaat, demutualisasi bursa juga memberikan tantangan sendiri bagi perusahaan sekuritas.
Investasi Digital Dongkrak Biaya Operasional Bank
Margin perbankan tertekan, bank memperkuat efisiensi dan pendapatan komisi.
Risiko Naik, Bank Lebih Selektif Salurkan Kredit Channeling
Penyaluran kredit bank lewat fintech capai Rp 108 T, tapi bank kini lebih ketat pilih mitra.
Pinjaman Produktif Fintech Masih Jauh Dari Target
Pinjaman fintech lending yang disalurkan ke sektor produktif mencapai Rp 34,80 triliun, setara 34,09% dari total penyaluran pinjaman.
Kredit Kontruksi Menanjak, Tapi Risikonya Masih Tinggi
Tantangan untuk menjaga kualitas aset kredit konstruksi masih sangat besar, terutama di segmen konstruksi perumahan.
Dapen Racik Ulang Strategi Investasi
Kenaikan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin, memengaruhi prospek kinerja dari sejumlah instrumen investasi
Andalkan Dana Perbankan, Fintech Terus Berbenah
Pendanaan pinjaman daring dari perbankan mencapai Rp 66,25 triliun per April 2026, atau setara 75,59% dari total pendanaan.

