Rupiah Loyo, Trade Finance Tetap Melaju
Rupiah melemah ke level terendah, tapi bisnis trade finance perbankan justru tetap tumbuh dan jadi peluang baru di tengah tekanan impor
Kualitas Aset Membaik, Pembentukan Pencadangan Bank Susut
Beban pemulihan kerugian penurunan nilai aset keuangan atau impairment sejumlah bank beraset besar tercatat menyusut hingga April 2026.
Simpanan Rupiah Susut, Dollar Semakin Diminati
Simpanan rupiah di bank mengalami penurunan, sementara dollar makin diminati di tengah pelemahan kurs dan ketidakpastian pasar.
BI Rate Naik, Risiko Kredit Berpotensi Meningkat
BI Rate naik, bunga kredit ikut naik. Ini bisa bikin sebagian debitur makin sulit bayar, sehingga risiko kredit perbankan berpotensi meningkat
Rasio CASA Bank Swasta Terbesar Menanjak
Suku bunga naik, tapi bank tetap kebanjiran dana murah. BCA dan Bank CIMB Niaga sama-sama berhasil meningkatkan porsi CASA
Hasil Investasi Asuransi Jiwa Terpuruk
AAJI mencatat hasil investasi industri asuransi jiwa tercatat minus Rp 1,60 triliun sepanjang tiga bulan pertama 2026
Rupiah Loyo, Utang Valas Multifinance Masih Terjaga
Kurs rupiah yang terus memerah meningkatkan risiko atas pendanaan multifinance dengan menggunakan valuta asing
Multifinance Selektif Merilis Surat Utang
Imbal hasil obligasi naik, pendanaan makin mahal.
Kenaikan Bunga Tekan Biaya Dana Pergadaian
Bunga acuan BI 5,25% ancam profit pergadaian. Pelaku industri mewaspadai potensi penurunan kemampuan bayar nasabah.
Tekanan Ganda Mengadang Unitlink Saham
Kinerja unitlink saham akan semakin berat setelah kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada bulan lalu
Kredit Investasi Masih Jadi Motor Pertumbuhan
Kredit investasi mampu tumbuh mencapai 19%, namun trennya melambat jelang akhir tahun.
Bankir Masih Menunggu Momentum Penuhi Ketentuan Free Float
Membeli saham bank saat ini bisa jadi peluang emas. Aturan free float 15% BEI akan memaksa puluhan bank melepas saham ke publik.
DHE SDA Dongkrak Likuiditas Himbara
Aturan baru DHE SDA berlaku 1 Juni, perbankan Himbara diproyeksi terima likuiditas valas. Hitungan potensi dana hingga US$2,2 miliar per bulan.
Pelemahan Rupiah Memperberat Ujian Multifinance
Depresiasi mata uang Garuda mengancam pertumbuhan penyaluran pembiayaan multifinance, sekaligus mengerek risiko kredit macet.
Perlindungan Pertama Keuangan Pribadi kala Ekonomi Runyam
Aset likuid perlu di tengah kondisi ekonomi tak pasti. Simak tips memilih dan menyeimbangkan aset likuid.
Ada Risiko NPL di Balik Rencana KPR 40 Tahun
Rencana KPR 40 tahun berpotensi memperluas akses rumah, tapi juga menyimpan risiko kenaikan NPL yang perlu diwaspadai.
Asuransi Bersiap Hadapi Efek Volatilitas Harga Minyak
Industri reasuransi mengalami penurunan premi energi onshore sedalam 17% secara tahunan menjadi Rp 30 miliar.
Laba Bank Besar Bisa Terbatas di Semester Pertama
Kinerja bank besar masih melanjutkan pertumbuhan positif sepanjang empat bulan pertama tahun ini. Tapi, mayoritas masih mencetak pertumbuhan tipis
Perkuat Infrastruktur Digital, Bank Besar Genjot Belanja Teknologi Informasi
Bank-bank besar kini berlomba tingkatkan investasi TI. Peningkatan sistem inti janji layanan lebih cepat dan aman bagi jutaan nasabah.
Kredit Macet Multifinance Makin Tambun
Tingkat NPF di industri pembiayaan secara konsisten terus menggemuk, dari 2,44% pada November 2025 ke level 2,83% di Maret 2026.
Investasi Asuransi Syariah Terhimpit Volatilitas Pasar
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi asuransi syariah tercatat minus Rp 121,84 miliar per Maret 2026.
NPL Tinggi Membayangi Ekspansi Kredit Baru
Sejumlah bank di Tanah Air tercatat masih memiliki rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tinggi
Kredit UMKM Perbankan Tunjukkan Tanda Mulai Membaik
Outstanding kredit UMKM sudah tumbuh positif, meski tipis, dengan segmen usaha mikro yang jadi penopangnya.
Risiko Asuransi Kredit Terkerek Suku Bunga
Kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin memberikan tantangan lebih besar bagi perusahaan asuransi umum.
Multifinance Perkuat Penetrasi Pembiayaan Syariah
Piutang pembiayaan syariah oleh multifinance mencatatkan kenaikan 9,96% secara tahunan menjadi Rp 31,7 triliun per kuartal I-2026.

