Strategi WMPP Jual Aset dan Gandeng Mitra Bisnis
WMPP juga membuka pintu untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah mitra dan investor strategis.
Garuda Metalindo (BOLT) Membidik Laba Bersih Tumbuh 15%
Untuk mencapai target, BOLT menerapkan sejumlah strategi yang berfokus pada ekspansi pasar, diversifikasi bisnis serta investasi teknologi.
Teladan Prima Agro (TLDN) Bidik Kinerja Tumbuh 10%
Optimisme ini sejalan dengan berbagai katalis positif pada tahun ini, mulai dari outlook harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Kimia Farma (KAEF) Meracik Perbaikan Kinerja
Hingga akhir 2026, Kimia Farma memproyeksikan pertumbuhan pendapatan di kisaran single digit hingga low double digit.
Ada Gangguan Pasokan Bahan Baku, Lotte Chemical Indonesia Pangkas Kapasitas Produksi
Sebelum konflik memanas, hampir seluruh pasokan bahan baku Lotte Chemical berasal dari Timur Tengah.
Incar Pertumbuhan Kinerja 10% Tahun Ini, Ancol (PJAA) Getol Menggaet Mitra Bisnis
Salah satu rencana PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) adalah mengaktivasi kembali hiburan malam hari (night entertainment).
Garudafood (GOOD) Melebarkan Jangkauan Pasar
Manajemen GOOD melakukan penguatan inovasi produk pada tahun ini dengan mempersiapkan produk-produk baru.
Potensi Produk Avtur dari Minyak Sawit
Jenis produk turunan sawit yang ideal digunakan adalah palm kernel oil (PKO) atau minyak inti sawit bukan CPO atau minyak sawit mentah
Jobubu Jarum Minahasa (BEER) Fokus Ekspansi Pasar dan Inovasi Produk
BEER terus menggenjot ekspansi pasar dan inovasi produk untuk menangkap peluang pertumbuhan kinerja perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri
Mitra Keluarga (MIKA) Merawat Kinerja Tetap Sehat
Pertumbuhan industri rumahsakit di 2026 ditopang oleh kesadaran masyarakat yang meningkat terhadap layanan kesehatan.
Menjaga Konsistensi Melalui Proyek Konstruksi Hijau
Penerapan praktik keberlanjutan di sektor bisnis berbuah manis bagi PT PP (Persero) Tbk. Ada puluhan proyek mendapatkan sertifikasi greenbuilding.
Adhi Karya (ADHI) Susun Strategi Penguatan Bisnis Inti
Kerugian ADHI tahun lalu berasal dari biaya non-operasional. Artinya kerugian itu merupakan hasil dari penyesuaian nilai wajar aset perusahaan
Siasat Temas (TMAS) Mengarungi Bisnis di Tahun Ini
Memasuki kuartal II-2026, TMAS akan melanjutkan fokus pada peningkatan kinerja operasional dan menjaga stabilitas bisnis
ABMM Menggenjot Aset Tambang Baru
ABMM mengandalkan kontribusi dari aset pertambangan baru, serta penguatan sinergi antar lini bisnis guna menjaga daya saing
Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Intip Peluang di Pasar ASEAN
WMPP buka peluang kerjasama dengan perusahaan multinasional Amerika Serikat (AS) Tyson Foods, untuk memperkuat posisi bisnisnya.
Darya-Varia Laboratoria (DVLA) Mencermati Efek Geopolitik
Situasi geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah, berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan baku farmasi.
Arwana Citramulia (ARNA) Fokus Produksi dan Efisiensi
Dari total 22 lini (line) produksi, ARNA tahun lalu menghentikan sementara operasional di beberapa lini untuk produksi keramik dinding.
Superior Prima Sukses (BLES) Fokus Optimalisasi Utilitas Produksi
Dengan kapasitas produksi yang telah diperluas, efisiensi biaya yang semakin baik serta jaringan distribusi yang semakin kuat
Peluang Cisadane Sawit Raya (CSRA) dari Kenaikan Harga CPO
Dari sisi operasional, CSRA menargetkan peningkatan produksi pada tahun ini, khususnya untuk CPO dan inti sawit atau palm kernel.
Telkom Indonesia (TLKM) genjot Bisnis Data Center
Kondisi tersebut didukung oleh peningkatan kapasitas melalui ekspansi serta penguatan kapabilitas infrastruktur digital.
MBMA Memperkuat Cadangan Nikel
Laporan ini menunjukkan kenaikan signifikan dalam sumber daya mineral (mineral resources) dan cadangan bijih (ore reserves).
Astra Otoparts (AUTO) Genjot Bisnis Alat Kesehatan
Alat kesehatan ini diintegrasikan dengan aplikasi digital dan berbasis AI untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan terintegrasi.
Trisula Textile Industries (BELL) Restrukturisasi Mesin * Pacu Produksi
BELL sebut capex tahun ini difokuskan untuk restrukturisasi permesinan, optimalisasi proses produksi.
WIKA Masih Bukukan Rugi Jumbo Rp 9,7 Triliun
WIKA mengantongi kontrak baru Rp 17,46 triliun, yang mendongkrak total kontrak berjalan (order book) hingga menyentuh angka Rp 50,52 triliun
Laba Bersih AGII Menyusut 44% pada 2025
Pendapatan AGII meningkat tipis 3,44% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan pencapaian 2024 yang sebesar Rp 2,90 triliun.

