Adhi Karya (ADHI) Susun Strategi Penguatan Bisnis Inti

Sabtu, 11 April 2026 | 05:30 WIB
Adhi Karya (ADHI) Susun Strategi Penguatan Bisnis Inti
[ILUSTRASI. Aktivitas proyek pembangunan konstruksi gedung (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski mencatat EBITDA positif sebesar Rp 763,8 miliar, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menghadapi tekanan berat pada kinerja keuangan tahun buku 2025. ADHI membukukan rugi bersih Rp 5,4 triliun yang berarti melonjak 6.100% dibandingkan kerugian tahun 2024 dengan rugi bersih Rp 86,75 miliar.

Lonjakan kerugian ini dipicu pencadangan dan penyesuaian nilai wajar aset dalam rangka program penyehatan BUMN Karya. Pendapatan usaha non-joint operation (JO) tercatat Rp 9,7 triliun, turun 27,4% dari Rp13,35 triliun pada tahun sebelumnya.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

WSKT Masih Rugi Rp 2,87 Triliun pada Kuartal III-2026
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04 WIB

WSKT Masih Rugi Rp 2,87 Triliun pada Kuartal III-2026

Beban pokok pendapatan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) naik menjadi Rp 7,16 triliun per September 2026, dari Rp 4,30 triliun pada September 2025.

Suku Bunga Tinggi Membebani Emiten Sektor Teknologi
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Suku Bunga Tinggi Membebani Emiten Sektor Teknologi

Suku bunga tinggi meningkatkan biaya pendanaan sekaligus menurunkan proyeksi arus kas emiten. Hal ini ikut menekan valuasi saham emiten teknologi.

Emiten Emas Melirik Pasar Domestik
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Emiten Emas Melirik Pasar Domestik

Penerapan bea keluar menjadi penyebab eksportir emas mengalihkan penjualan mereka ke pasar domestik.

Perluas Jaringan Distribusi, Potensi Permintaan Emas HRTA Diprediksi Meningkat
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Perluas Jaringan Distribusi, Potensi Permintaan Emas HRTA Diprediksi Meningkat

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) diproyeksikan membukukan pendapatan Rp 65,99 triliun dan laba bersih Rp 1,39 triliun pada 2026.

Pembiayaan Melambat, Ekspansi Bank Syariah Masih Menggeliat
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:02 WIB

Pembiayaan Melambat, Ekspansi Bank Syariah Masih Menggeliat

OJK mencatat, pembiayaan bank syariah Rp 748,7 triliun per Agustus 2026, tumbuh 11,61% secara tahunan atau year on year (YoY).

Pasar Saham Ambruk, Investor Asing Masuk
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:44 WIB

Pasar Saham Ambruk, Investor Asing Masuk

Tetap hati-hati, net buy investor asing selama tiga hari terakhir masih perlu pembuktian lebih lanjut

Dana Kelolaan Manajer Investasi Susut Rp 40 Triliun
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Dana Kelolaan Manajer Investasi Susut Rp 40 Triliun

Penurunan dana kelolaan reksadna lebih banyak dipengaruhi oleh kombinasi redemption dan penurunan nilai aset

Efisiensi Biaya Dukung Kinerja PTBA
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Efisiensi Biaya Dukung Kinerja PTBA

Saat ini PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki kuota produksi RKAB batubara yang disetujui sekitar 53 juta ton untuk 2026. 

Kemkeu Siapkan Pencairan Tunjangan Guru
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kemkeu Siapkan Pencairan Tunjangan Guru

Kementerian Keuangan belum memastikan jadwal pembayaran tunjangan yang menjadi hak para tenaga pendidik tersebut

Rupiah pada Rabu (14/10) Menanti Data Ekonomi
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Rupiah pada Rabu (14/10) Menanti Data Ekonomi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (13/10) bergerak bervariasi

INDEKS BERITA

Terpopuler