Aktivitas Pelesiran Akan Naik di Musim Libur Juni 2025, Emiten Pariwisata Bersiap

Rabu, 21 Mei 2025 | 16:21 WIB
Aktivitas Pelesiran Akan Naik di Musim Libur Juni 2025, Emiten Pariwisata Bersiap
[ILUSTRASI. Pengunjung menikmati permainan air di kawasan wisata Ancol yang di kelola PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), Jakarta, Kamis.(26/12/2024). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/26/12/2024]
Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di sektor pariwisata dan biro perjalanan wisata bersiap menghadapi musim liburan pada Juni 2025 karena adanya momentum Iduladha dan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.

Penetapan libur hari raya Iduladha 2025 sudah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1017/2024, dan 2/2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Modal Reasuransi Masih Kuat Hadapi Ancaman Klaim
| Selasa, 08 September 2026 | 04:45 WIB

Modal Reasuransi Masih Kuat Hadapi Ancaman Klaim

Meski risiko klaim ikut terkerek, namun industri reasuransi domestik dinilai masih memiliki kemampuan memadai untuk menanggung risiko.

El Nino Menguji Kehadiran Negara
| Selasa, 08 September 2026 | 04:11 WIB

El Nino Menguji Kehadiran Negara

Krisis El Nino juga mengingatkan kita bahwa ketahanan pangan tidak dapat dibangun dengan terlalu bertumpu pada satu komoditas.

Pengusaha Keberatan Beban Baru
| Senin, 07 September 2026 | 22:37 WIB

Pengusaha Keberatan Beban Baru

Penerapan EPR berpotensi menaikkan harga produk, tetapi kenaikannya dianggap masih dalam batas keekonomian.

Dominannya Bahan Baku Impor Menjadi Salah Satu Persoalan Sertifikasi Halal
| Senin, 07 September 2026 | 19:29 WIB

Dominannya Bahan Baku Impor Menjadi Salah Satu Persoalan Sertifikasi Halal

Pengamat mengatakan, jika rendahnya tingkat sertifikasi tersebut berkaitan dengan persoalan dari hulu hingga hilir.

Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion
| Senin, 07 September 2026 | 19:06 WIB

Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion

Pengadilan juga telah memberikan izin kepada kurator kepailitan Sritex, untuk mencari dan mengambil aset perusahaan tekstil di negeri Merlion.

Bitcoin Mengasah Taji, Target Potensial Menguji US$ 110.000
| Senin, 07 September 2026 | 17:49 WIB

Bitcoin Mengasah Taji, Target Potensial Menguji US$ 110.000

Bitcoin bangkit pada Agustus dan sempat menembus level psikologis US$ 80.000. Namun, reli tersendat. Kehabisan tenaga, atau rehat sebelum reli?

Risiko Pasar Meningkat, CDS Indonesia Melejit Lagi
| Senin, 07 September 2026 | 10:18 WIB

Risiko Pasar Meningkat, CDS Indonesia Melejit Lagi

Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 10 tahun berada di kisaran 137,8 basis poin (bps) naik dari sekitar 120 bps pada akhir 2025.​

Konflik AS-Iran Kembali Memanaskan Saham Sektor Migas
| Senin, 07 September 2026 | 08:52 WIB

Konflik AS-Iran Kembali Memanaskan Saham Sektor Migas

Risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz serta potensi undersupply minyak pada 2026 membuka peluang bagi sejumlah saham migas

Lonjakan Harga CPO Menopang Kinerja
| Senin, 07 September 2026 | 08:43 WIB

Lonjakan Harga CPO Menopang Kinerja

Kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) terjadi akibat efek fenomena El Nino hingga program mandatori B50

Apa yang Salah dari Pandangan  Leopold Aschenbrenner?
| Senin, 07 September 2026 | 08:02 WIB

Apa yang Salah dari Pandangan Leopold Aschenbrenner?

Masalahnya, kemenangan berulang mengubah persepsi terhadap risiko. Posisi agresif terasa normal. Overleveraged terlihat masuk akal. 

INDEKS BERITA

Terpopuler