Antisipasi Volatilitas di Pasar Saham Jelang Pelantikan Trump

Senin, 20 Januari 2025 | 09:47 WIB
Antisipasi Volatilitas di Pasar Saham Jelang Pelantikan Trump
[ILUSTRASI. IHSG Masuk Zona Merah-Suasana di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/01/2025). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/01/2025]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana, Yuliana Hema | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor di seluruh dunia tengah menanti pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Trump akan dilantik sebagai presiden bersama James David Vance sebagai wakil presiden pada Senin (20/1) pukul 12.00 waktu setempat atau Selasa (21/1) dini hari waktu Indonesia.

Pelantikan Trump akan ikut menentukan dinamika ekonomi global. Termasuk membawa sentimen bagi arah pasar saham. Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai, berkaca dari masa jabatan sebelumnya, Trump sering menerbitkan kebijakan kontroversial dan memengaruhi pasar global.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Belum Ada Obat Kuat Bagi Rupiah di Awal Pekan Ini
| Senin, 09 November 2026 | 06:30 WIB

Belum Ada Obat Kuat Bagi Rupiah di Awal Pekan Ini

Melansir Bloomberg, rupiah spot ditutup di level Rp 18.089 per dolar AS pada Jumat (6/11), melemah tipis 0,04% secara harian.

Demokrat Menguasai Kongres AS, Harga Emas Dunia Berkilau
| Senin, 09 November 2026 | 06:15 WIB

Demokrat Menguasai Kongres AS, Harga Emas Dunia Berkilau

Kemenangan Partai Demokrat yang menguasai kedua kamar Kongres berpotensi menciptakan kebuntuan politik terhadap sejumlah agenda 

Paracetamol Nataru
| Senin, 09 November 2026 | 06:10 WIB

Paracetamol Nataru

Uang Rp 883,4 miliar bisa membeli pergerakan uang selama sekitar tiga pekan. Setelah 10 Januari tak ada jaminan dompet warga tetap royal.

Pekerja Menyoroti Skema Kemitraan
| Senin, 09 November 2026 | 06:05 WIB

Pekerja Menyoroti Skema Kemitraan

Ketergantungan ekonomi, pengaturan tarif secara sepihak hingga pengendalian akses kerja membuat posisi tawar pekerja platform  sangat lemah. 

Prospek Saham Ritel di Akhir Tahun
| Senin, 09 November 2026 | 06:00 WIB

Prospek Saham Ritel di Akhir Tahun

Konsumsi akhir tahun mulai pulih, tapi emiten ritel menghadapi tantangan inflasi dan fluktuasi rupiah

Perusahaan Tambang Diajak Tangani Karhutla
| Senin, 09 November 2026 | 06:00 WIB

Perusahaan Tambang Diajak Tangani Karhutla

Keterlibatan korporasi menangani karhutla jangan sampai mengaburkan tanggung jawab hukum atas kerusakan lingkungan

Harga Emas Pulih di Awal November, Prospek HRTA Masih Berkilau Hingga 2027
| Senin, 09 November 2026 | 05:56 WIB

Harga Emas Pulih di Awal November, Prospek HRTA Masih Berkilau Hingga 2027

Langkah diversifikasi perusahaan melalui bisnis emas batangan, perdagangan grosir hingga bisnis bullion menjadi kekuatan tersendiri bagi HRTA.

Memompa Cadev Lewat Aturan Devisa Ekspor SDA
| Senin, 09 November 2026 | 05:52 WIB

Memompa Cadev Lewat Aturan Devisa Ekspor SDA

Lewat evaluasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026, pemerintah memberikan  pengecualian aturan DHE SDA untuk beberapa negara mitra 

Pasar Kripto Tertekan Pasca Pemilu Sela AS, Koreksi Masih Berlanjut di Jangka Pendek
| Senin, 09 November 2026 | 05:41 WIB

Pasar Kripto Tertekan Pasca Pemilu Sela AS, Koreksi Masih Berlanjut di Jangka Pendek

Pasar kripto memang mendapatkan sentimen kebijakan yang lebih suportif selama pemerintahan Trump, tetapi belum tentu selalu mendapatkan keuntungan

Jababeka (KIJA) Raih Marketing Sales Rp 1,5 Triliun
| Senin, 09 November 2026 | 05:40 WIB

Jababeka (KIJA) Raih Marketing Sales Rp 1,5 Triliun

 PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memperkirakan bisnis lahan industri lebih kondusif pada tahun depan. 

INDEKS BERITA

Terpopuler