AS Bakal Patok Tarif Tinggi Sarung Tangan Asal China, Mark Dynamics Kebagian Untung

Rabu, 18 September 2024 | 22:40 WIB
AS Bakal Patok Tarif Tinggi Sarung Tangan Asal China, Mark Dynamics Kebagian Untung
[ILUSTRASI. PT Mark Dynamic Tbk (MARK)  Dok PT Mark Dynamics Tbk]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana untuk mempercepat kenaikan tarif atas produk-produk buatan China, termasuk produk medis. Hal ini diprediksi bakal memberikan efek positif bagi produsen sarung tangan di Malaysia serta pembuat cetakan sarung tangan asal Indonesia, yakni PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK). 

Merujuk pemberitaan Bloomberg, Selasa (17/9), pemerintah AS dikabarkan tengah memfinalisasi kebijakan penerapan tarif atas produk-produk China. AS berencana menaikkan tarif sarung tangan medis asal China menjadi 50% pada 2025 dan 100% pada 2026.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Jelang Rebalancing MSCI 12 Mei, Saham Big Banks Berisiko Tertekan Lagi
| Rabu, 13 Mei 2026 | 05:10 WIB

Jelang Rebalancing MSCI 12 Mei, Saham Big Banks Berisiko Tertekan Lagi

Analis menyarankan investor tetap fokus ke bank dengan fundamental paling kuat dan CASA tinggi, yakni BBCA dan BMRI.

Larangan Jepret Warga Arab Saudi
| Rabu, 13 Mei 2026 | 05:05 WIB

Larangan Jepret Warga Arab Saudi

Mengambil gambar seseorang tanpa izin dapat dikenakan hukuman penjara paling lama satu tahun atau denda 500.000 riyal Saudi.​

Prediksi IHSG Hari Ini (13/5) Sebelum Libur Panjang Setelah Turun 3 Hari
| Rabu, 13 Mei 2026 | 05:00 WIB

Prediksi IHSG Hari Ini (13/5) Sebelum Libur Panjang Setelah Turun 3 Hari

IHSG mengakumulasi pelemahan 2,81% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG sudah melemah 20,68%.

Operasikan Kapal Tanker MT Novah, CDIA Ekspansi Bisnis Logistik Maritim
| Rabu, 13 Mei 2026 | 04:46 WIB

Operasikan Kapal Tanker MT Novah, CDIA Ekspansi Bisnis Logistik Maritim

Chandra Daya Investasi (CDIA) menyiapkan kapal tanker MT Novah untuk melayani distribusi bahan kimia cair di rute domestik maupun internasional.

Langkah Intervensi Bisa Memicu Kekhawatiran
| Rabu, 13 Mei 2026 | 04:45 WIB

Langkah Intervensi Bisa Memicu Kekhawatiran

Pemerintah akan mulai membantu stabilisasi pasar dengan mengaktifkan instrumen Bond Stabilization Fund (BSF)

Menanti Kiblat Baru The Fed
| Rabu, 13 Mei 2026 | 04:38 WIB

Menanti Kiblat Baru The Fed

Pasar tidak menunggu akhir masa jabatan, pasar menunggu kejelasan arah. Selama arah itu terbaca, volatilitas masih bisa dikelola.

Multifinance Perketat Seleksi Pembiayaan Produktif
| Rabu, 13 Mei 2026 | 04:15 WIB

Multifinance Perketat Seleksi Pembiayaan Produktif

Bahwa kredit produktif oleh perusahaan pembiayaan, terutama ke pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menawarkan pertumbuhan

Kemarau Dana Asing di Bursa Saham
| Rabu, 13 Mei 2026 | 03:06 WIB

Kemarau Dana Asing di Bursa Saham

Pengumuman rebalancing MSCI hari ini berpotensi memicu keluarnya dana asing hingga US$1,8 miliar dari pasar saham Indonesia. Cek dampaknya!

Asing Manfaatkan Momen Emiten Mineral Terjun Bebas Lalu Naik Signifikan
| Selasa, 12 Mei 2026 | 14:00 WIB

Asing Manfaatkan Momen Emiten Mineral Terjun Bebas Lalu Naik Signifikan

API-IMA menjelaskan pendekatan kebijakan fiskal dan mekanisme penerimaan negara di sektor minerba tidak dapat disamakan dengan sektor migas

Saham Sektor Kesehatan Manggung di Tengah Kekhawatiran Merebaknya Hantavirus
| Selasa, 12 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham Sektor Kesehatan Manggung di Tengah Kekhawatiran Merebaknya Hantavirus

Pasar saham biasanya memang bergerak lebih cepat dalam merespon berbagai sentimen dibandingkan dampak riil yang terjadi di lapangan.

INDEKS BERITA