KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krisis geopolitik di Timur Tengah memanaskan pasar energi global. Penutupan Selat Hormuz menyusul konflik Israel–Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak mentah. Bagi Indonesia, kondisi ini berpotensi menekan anggaran subsidi energi.
Di pasar global, harga minyak bergejolak. Harga minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) kemarin sudah berada di atas US$ 71 per barel setelah melonjak lebih dari 6% pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga minyak Brent sudah menembus US$ 80 per barel.
