Bali dan Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mampukah Indonesia tumbuh 8% di tahun 2029, atau angka itu hanya sekadar slogan politik tanpa pijakan realistik? Pertanyaan ini wajar diajukan. Satu dekade terakhir, ekonomi kita betah bertengger di kisaran 5%. Angka 8% terasa seperti lompatan jauh tanpa ancang-ancang. Namun awal September lalu, di Ancol, Jakarta, pertanyaan itu mulai dijawab dengan cara yang berbeda.
Pada 4-6 September 2026, Kemendagri, Bappenas dan BPS menggelar rakor untuk merumuskan rencana kerja Tim Pemantauan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Daerah. Konsensusnya sederhana tetapi serius: target 8% pada akhir pemerintahan Prabowo tidak akan lahir dari Jakarta saja, tetapi harus digerakkan dari provinsi, kabupaten dan kota. Kemendagri selaku korbinwas memastikan mesin pemda ikut mendorong, Bappenas menjaga arah perencanaan, dan BPS menyediakan cermin data. Tiga lembaga yang selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri kini bersinergi.
