Bank BTPN Siap Mengembangkan Ekosistem Digital Jenius

Rabu, 23 Agustus 2023 | 07:43 WIB
Bank BTPN Siap Mengembangkan Ekosistem Digital Jenius
[ILUSTRASI. Digital Banking Head Bank BTPN Irwan Tisnabudi menyebut, ekosistem digital yang dibentuk Jenius akan lebih terbuka. Selama ini BTPN belum pernah menggandeng mitra yang memiliki ekosistem digital terintegrasi dengan Jenius. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Ketatnya kompetisi bisnis menuntut bank digital terus mengembangkan ekosistem layanannya. Contohnya seperti dilakukan Bank BTPN. Melalui entitas digitalnya, Jenius, Bank BTPN sedang menyiapkan strategi untuk mengembangkan ekosistem digital. 

Digital Banking Head Bank BTPN Irwan Tisnabudi menyebut, ekosistem digital yang dibentuk Jenius akan lebih terbuka. Menurut dia, selama ini BTPN belum pernah menggandeng mitra yang memiliki ekosistem digital terintegrasi dengan Jenius. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Babak Baru Sistem Pengadaan Energi Nasional
| Minggu, 01 November 2026 | 05:50 WIB

Babak Baru Sistem Pengadaan Energi Nasional

Pemerintah mengubah cara mengimpor minyak mentah dan BBM. Bisa memperkuat ketahanan energi nasional?

Tidak Cukup Diskon Tiket
| Minggu, 01 November 2026 | 05:50 WIB

Tidak Cukup Diskon Tiket

​Lewat pemberian insentif ini, pemerintah memperkirakan, harga tiket pesawat selama periode Nataru bisa turun sekitar 11%13%. 

Potensi Gula Nipah
| Minggu, 01 November 2026 | 05:35 WIB

Potensi Gula Nipah

Tiap hektar nipah menghasilkan 4,5 ton gula palma per tahun. Dari 700.000 hektare nipah itu Indonesia berpotensi menghasilkan 3,15 juta ton gula.

Pemberdayaan Perempuan Menjadi Mesin Bisnis Cimory
| Minggu, 01 November 2026 | 05:30 WIB

Pemberdayaan Perempuan Menjadi Mesin Bisnis Cimory

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan tak hanya menciptakan dampak sosial, tapi juga bikin cuan.

Pebisnis Penjaminan Antisipasi Risiko Kredit Rakyat
| Minggu, 01 November 2026 | 04:55 WIB

Pebisnis Penjaminan Antisipasi Risiko Kredit Rakyat

Program kredit rakyat dinilai bisa memperluas penetrasi di segmen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Sepak Terjang Saraswati Djojohadikusumo di pasar modal, Mulai dari TRIN hingga VICI
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Sepak Terjang Saraswati Djojohadikusumo di pasar modal, Mulai dari TRIN hingga VICI

Sepak terjang Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto di bursa saham memantik perhatian pelaku pasar.

BOLT Bidik Pertumbuhan Laba Bersih 12%
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:38 WIB

BOLT Bidik Pertumbuhan Laba Bersih 12%

PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), produsen komponen mur dan baut untuk industri otomotif, optimistis menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir 2026.

Penjualan Rumah MTLA Ikut Terkerek Insentif Pajak
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Penjualan Rumah MTLA Ikut Terkerek Insentif Pajak

Sebesar 65% marketing sales residensial PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) berasal dari penjualan produk dengan insentif PPN DTP

Segmen Seluler Mendongkrak Laba Indosat (ISAT) di Sembilan Bulan 2026
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Segmen Seluler Mendongkrak Laba Indosat (ISAT) di Sembilan Bulan 2026

Segmen seluler masih jadi kontributor utama pendapatan PT Indosat Tbk (ISAT) per akhir September 2026.

Indeks Saham Komoditas Bikin Cuan Ngegas
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Indeks Saham Komoditas Bikin Cuan Ngegas

Saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (HSC) dan di papan pemantauan khusus tak masuk IDX Commodity 20​

INDEKS BERITA