Bank Memperkuat Sistem Keamanan Data

Kamis, 22 September 2022 | 06:00 WIB
Bank Memperkuat Sistem Keamanan Data
[]
Reporter: Diki Mardiansyah, Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan sektor perbankan dalam menjalankan bisnis di tengah perkembangan digital akan semakin besar. Perbankan harus semakin serius mengelola dan melindungi data nasabah dari segala hal yang merugikan nasabah. Terlebih  Undang-undang (UU) Perlindungan Data Pribadi kini telah disahkan pemerintah.

Bank juga harus disokong talenta digital yang mumpuni agar pengamanan sistem digital bisa berjalan maksimal. Sementara itu, persediaan talenta digital dengan kebutuhan industri di Tanah Air tidak seimbang. Sehingga persaingan mendapatkan talenta digital  saat ini kian sengit.

Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Aestika Oryza Gunarto mengatakan, manajemen data pribadi sangat penting bagi perbankan di era digital, agar bisa semakin kompetitif dan dapat kepercayaan nasabah. 

Saat ini BRI sudah memiliki tata kelola perlindungan data pribadi yang mengacu pada standar internasional. "BRI juga lakukan serangkaian tahapan pengecekan keamanan dari setiap teknologi yang akan digunakan untuk meminimalisir celah keamanan yang mungkin terjadi," ujarnya, Rabu (21/9).

Dalam menunjang inovasi digital, BRI telah menyiapkan capital expenditure (capex) teknologi informasi (TI) sebesar Rp 4,5 triliun tahun ini. Naik dari tahun 2021 yang mencapai Rp 3,5 triliun.

Baca Juga: Telkomsel Gelar T-Connext, Hubungkan Startup dengan Pegiat Ekosistem Digital

"Sebagai prinsip umum sekitar 30% dari pengeluaran untuk TI dialokasikan untuk keamanan TI," ujar Direktur Digital dan TI BRI, Arga M. Nugraha akhir pekan lalu.

Adapun untuk mengembangkan talenta, BRI membentuk BRILiaN Development Centre dalam mengawal penyiapan sistem dan digitalisasi proses bagi pekerja. 

Sementara Bank Central Asia (BBCA) akan terus merekrut talenta digital baru sehingga pada akhir tahun bisa mendekati 2.000 dan pada akhir 2023 bisa mencapai lebih dari 2.000 orang. "Per Juni 2022, talenta TI BCA hampir mencapai 1.500," kata Lianawaty Suwono, Direktur Kepatuhan BCA.

Dalam lima tahun ke depan, BCA memperkirakan kebutuhan talenta digital di BCA akan mencapai sekitar 4.000- 5.000 orang. Tahun ini, BCA telah menganggarkan capex TI dan biaya operasional TI  sebesar Rp 5,3 triliun.

Dengan fenomena peretasan yang semakin canggih saat ini, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan melihat, perbankan harus terus memperkuat keamanan sistem terutama pada data nasabah. Biaya investasi yang besar adalah harga yang harus dibayar untuk menjaga kepercayaan masyarakat. "Karena kepercayaan nasabah adalah nyawa dari bisnis perbankan," ujar Trioksa.
 

Bagikan

Berita Terbaru

Raih Skor 92% GSR Scoreboard, INA Menjadi SWF Terbaik Kedua di Asia
| Rabu, 29 Juli 2026 | 14:11 WIB

Raih Skor 92% GSR Scoreboard, INA Menjadi SWF Terbaik Kedua di Asia

Indonesia Investment Authority (INA) meraih skor 92% dalam Global SWF Governance, Sustainability, and Resilience (GSR) Scoreboard 2026.

Populisme Ekonomi dan Ilusi Kemakmuran
| Rabu, 29 Juli 2026 | 09:51 WIB

Populisme Ekonomi dan Ilusi Kemakmuran

Kesejahteraan yang lahir dari produktivitas akan bertahan jauh lebih lama daripada kesejahteraan yang hanya ditopang popularitas.

Kontrak Baru dari Pertamina Jadi Katalis bagi SUNI, Analis Soroti Risiko Sahamnya
| Rabu, 29 Juli 2026 | 09:03 WIB

Kontrak Baru dari Pertamina Jadi Katalis bagi SUNI, Analis Soroti Risiko Sahamnya

Meningkatnya investasi di sektor hulu migas yang didorong tensi geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia menciptakan peluang bagi SUNI.

Masih Sulit Tutup Celah Shortfall
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:42 WIB

Masih Sulit Tutup Celah Shortfall

Ditjen Pajak telah mempersiapkan setidaknya sepuluh jurus pamungkas untuk mengejar penerimaan pajak di sisa tahun ini

Lunasi Obligasi, ARKO Dapat Pinjaman IIF Rp 450 Miliar
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:41 WIB

Lunasi Obligasi, ARKO Dapat Pinjaman IIF Rp 450 Miliar

ARKO menggunakan pinjaman untuk membayar pokok Obligasi Berwawasan Lingkungan Hijau I Arkora Hydro Seri A yang jatuh tempo pada 8 Agustus 2026.

UNSP Eksekusi Private Placement dan Konversi Utang Rp 4,3 Triliun
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:36 WIB

UNSP Eksekusi Private Placement dan Konversi Utang Rp 4,3 Triliun

Private placement untuk memperbaiki keuangan UNSP melalui konversi utang menjadi saham. Total utang yang akan dikonversi mencapai Rp 4,35 triliun.

Pilah-Pilih Saham Migas Di Tengah Volatilitas Harga Minyak, MEDC Paling Sensitif
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:30 WIB

Pilah-Pilih Saham Migas Di Tengah Volatilitas Harga Minyak, MEDC Paling Sensitif

Sensitivitas saham migas terhadap harga minyak tidak selalu berbanding lurus dengan fundamental emiten.

Emiten Non-Tambang Ramai-Ramai Ekspansi ke Bisnis Batubara
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:28 WIB

Emiten Non-Tambang Ramai-Ramai Ekspansi ke Bisnis Batubara

Sejumlah emiten non-tambang ekspansi ke bisnis pertambangan batubara. Ekspansi dilakukan melalui akuisisi aset tambang.

Manfaat Program MBG Diproyeksi Masih akan Menopang (CMRY) di Paruh Kedua 2026
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:26 WIB

Manfaat Program MBG Diproyeksi Masih akan Menopang (CMRY) di Paruh Kedua 2026

Meski sempat menghadapi kenaikan biaya kemasan, kinerja kuartal I-2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan maupun laba masih dapat berlanjut.

Konsumsi Rumah Tangga Makin Ditopang Utang
| Rabu, 29 Juli 2026 | 08:21 WIB

Konsumsi Rumah Tangga Makin Ditopang Utang

Perlu peningkatan pendapatan masyarakat agar konsumsi ditopang kapasitas keuangan sehat​            

INDEKS BERITA

Terpopuler