Bara Selat Hormuz
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penulis pernah menulis seputar blokade Selat Hormuz pada sebuah harian ekonomi ibu kota tahun lalu. Saat itu, perairan sempit milik Iran tersebut tidak semencekam sekarang di mana tidak ada kapal (tanker) yang dirudal oleh otoritas angkatan laut negara Pantai Iran. Kini situasinya berbeda. Makanya penulis merangkai kembali karangan dengan mengangkat isu yang sama. Dilaporkan oleh kantor berita Reuters, MV Athena Nova terkena hantaman dua drone yang diterbangkan oleh Sepah Pasdaran, istilah dalam Bahasa Iran untuk menyebut Pasukan Pengawal Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps, disingkat IRGC. Kapal pun langsung diselimuti kobaran api.
Sebelumnya, MV Mkd Vyom, berkebangsaan Republik Kepulauan Marshall, dihajar rudal saat berada pada posisi 44 mil laut di barat laut Muskat, Oman. Akibatnya, kapal meledak dan memicu kebakaran di kamar mesin. Seorang kru tewas. Api dilaporkan telah berhasil dijinakkan dan kapal tetap mengapung seraya menunggu ditarik menuju pelabuhan yang relatif aman di kawasan. Lalu, ada MV Skylight (berbendera Republik Palau) yang tengah lego jangkar pada posisi 5 mil laut sebelah utara Khasab, Oman. Kapal ini juga dilahap si jago merah setelah diserang rudal. Empat dari 20 kru kapal -- terdiri dari 15 warga negara India dan 5 warga negara Iran -- luka-luka. Mereka selanjutnya dievakuasi dari kapal. Kapal berkebangsaan AS, MV Stena Imperative, juga kena hantam rudal ketika sedang sandar di Salman Industrial City di Pelabuhan Bahrain. Satu pekerja galangan kapal meninggal dunia.
Baca Juga: Lonjakan Harga Komoditas dan Kebijakan Angkutan Batubara Bikin Saham RMKE Memesona
