Beban Kereta Cepat

Sabtu, 15 April 2023 | 08:00 WIB
Beban Kereta Cepat
[]
Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kembali jadi polemik dan sasaran kritik. Bukan cuma penyelesaian yang molor-molor. Lebih utama soal pendanaan megaproyek ini yang terus membengkak.

Paling baru, Indonesia dan China telah menyepakati cost overrun (pembengkakan biaya) proyek kereta cepat Jakarta-Bandung senilai US$ 1,2 miliar. Jumlah itu setara Rp 17,64 triliun (1 US$=Rp 14.700).

Dus, total biaya untuk membangun proyek kereta cepat sepanjang 142,3 kilometer ini menjadi US$ 7,27 miliar dari rencana semula US$ 6,07 miliar.
Bukan cuma itu, China ternyata juga ingin agar penjaminan utang proyek kereta cepat dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Padahal saat proyek kereta cepat digagas, China menyodorkan skema dengan pinjaman business to business alias b to b tanpa jaminan pemerintah.

Proposal tanpa jaminan pemerintah itu pula yang membuat Pemerintah Indonesia saat itu memilih China yang menggarap proyek ini dibandingkan proposal dari Jepang yang meminta jaminan dari negara.

Dalam perjalanan, janji China tak meminta jaminan negara rupanya hanya janji manis. Kini, mereka meminta APBN ikut menjamin utang proyek kereta cepat yang ditargetkan beroperasi Agustus 2023.

Sejauh ini, soal permintaan penjaminan dari APBN ini memang belum deal. Pemerintah masih ingin agar penjaminan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Apapun alasannya, permintaan China agar proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini dijamin APBN layak diabaikan karena berpotensi membebani APBN di masa depan.

Lagi pula, dana APBN juga sudah banyak keluar untuk proyek kereta cepat ini. Misal, pemerintah sudah menggelontorkan penyertaan modal negara (PMN) Rp 3,2 triliun ke PT KAI untuk proyek kereta cepat.

Pemerintah harus menimbang baik-baik dan berhati-hati dengan permintaan China itu. Ini mengingat, proyek yang dibiayai utang ini makan biaya besar mencapai US$ 7,27 miliar atau sekitar Rp 106,87 triliun.

Jadi, terlampau riskan bagi kesehatan dan keberlanjutan APBN bila harus jadi jaminan utang proyek kereta cepat tersebut. Apalagi bunga utang proyek ini juga tak kecil yakni 3,4%.

Dus, pemerintah harus berpijak pada skema awal yang disodorkan China pada proyek kereta cepat ini yakni tanpa jaminan sepeserpun dari APBN.

Bagikan

Berita Terbaru

Bonus atau Beban?
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:10 WIB

Bonus atau Beban?

Bila pemerintah gagal menciptakan lapangan kerja yang memadai, tenaga kerja produktif tidak bisa jadi bonus demografi.

Perpres Transportasi Online Menunggu Aksi Merger GOTO dan Grab
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 05:00 WIB

Perpres Transportasi Online Menunggu Aksi Merger GOTO dan Grab

Indikasi Peraturan Presiden soal transportasi online lebih condong menguntungkan para pengemudi online.

Rasio Pajak dan Cermin Keberanian Kekuasaan
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:32 WIB

Rasio Pajak dan Cermin Keberanian Kekuasaan

Negara yang besar bukan negara yang pandai membuat target, melainkan negara yang berani menagih tanggung jawab dari yang paling mampu.

Dugaan Rekayasa dan Skema Ponzi DSI
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:10 WIB

Dugaan Rekayasa dan Skema Ponzi DSI

DSI berhasil menghimpun dana masyarakat Rp 7,48 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 6,2 triliun sempat dibayarkan sebagai imbal hasil.

Ramadan Menekan Bisnis Gadai Emas
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:00 WIB

Ramadan Menekan Bisnis Gadai Emas

Tekanan musiman masih membayangi gadai emas.                                                           

Saham Prajogo Pangestu Mayoritas Melempem di Awal 2026, Investor Lebih Selektif
| Jumat, 16 Januari 2026 | 11:00 WIB

Saham Prajogo Pangestu Mayoritas Melempem di Awal 2026, Investor Lebih Selektif

Saham afiliasi Prajogo Pangestu melemah di awal Januari 2026, Analisis menyebut kondisi ini dalam fase konsolidasi.

United Tractors (UNTR) Hentikan Periode Buyback Saham
| Jumat, 16 Januari 2026 | 09:13 WIB

United Tractors (UNTR) Hentikan Periode Buyback Saham

PT United Tractors Tbk (UNTR) menuntaskan pelaksanaan pembelian kembali saham alias buyback sejak 14 Januari 2026.

Bintang Cahaya Investment Resmi Jadi Pengendali Agro Yasa Lestari (AYLS)
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:56 WIB

Bintang Cahaya Investment Resmi Jadi Pengendali Agro Yasa Lestari (AYLS)

Setelah merampungkan proses akuisisi saham, PT Bintang Cahaya Investment resmi jadi pengendali baru PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS). 

Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Laju IHSG Ditopang Harga Komoditas
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:51 WIB

Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Laju IHSG Ditopang Harga Komoditas

Dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengakumulasi penguatan 1,55%.​ Faktor domestik dan global, jadi sentimen pendorong IHSG.

Rencana Pemangkasan Komisi Aplikasi Bisa Menekan Kinerja GOTO
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:43 WIB

Rencana Pemangkasan Komisi Aplikasi Bisa Menekan Kinerja GOTO

Wacana penurunan komisi tersebut berpotensi menekan kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

INDEKS BERITA

Terpopuler