Bekal Trading dan Investasi, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak terasa dua hari lagi sudah akhir pekan. Nah, rekomendasi saham hari ini yang terdiri dari delapan emiten bisa menjadi bekal trading Anda hari ini.
Kedelapan emiten itu beragam dari berbagai sektor. Tak perlu berlama-lama, berikut rekomendasi saham hari ini yang bisa Anda pantau.
Indomobil Sukses Internasional (IMAS)
Harga Rp 2.090
Rekomendasi : Buy on weakness
Support : Rp 2.030
Resistance : Rp 2.140
Analis. : Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas
Berita Terkait
Berita Terbaru
Saham DEWA Kembali Bergairah Usai Terkoreksi, Harganya Diprediksi Masih bisa Mendaki
Fundamental PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kian kokoh berkat kontrak jangka panjang di PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia.
Meski Sahamnya Sudah Terjerembab -24%, Prospek dan Valuasi WIFI Tetap Premium
Ekspansi bisnis yang agresif menopang prospek kinerja keuangan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Kisah Albertus Wiroyo Karsono, Jebolan Terbaik ITB Jadi Nakhoda di Bisnis Asuransi
Albertus Wiroyo Karsono lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1990 dan masuk dalam lima lulusan terbaik di antara 110 mahasiswa.
Aset Asuransi Bisa Lanjutkan Tren Kenaikan
OJK mencatat aset industri asuransi komersial meningkat 7,42% di tahun 2025, dari posisi akhir tahun sebelumnya menjadi Rp 981,05 triliun
Bangun dari Tidur Panjang, Saham BIPI Melesat 95% di Tengah Isu Akuisisi Bakrie
Fundamental PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) tengah tertekan, bahkan per September 2025 berbalik mengalami kerugian.
Paradoks Bursa Efek Indonesia (BEI): Saham Bagus Sepi, Saham Ramai Dicurigai
Yang harus diburu, perilaku manipulatif: transaksi semu, cornering, spoofing, atau penyebaran informasi menyesatkan untuk menggerakkan harga.
Banyak Sentimen Positif Menyertai, Saham UNVR Diserbu Investor Asing Institusi
Iming-iming dividen jumbo dengan dividend yield yang menarik jadi daya tarik saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Strategi Cuan di Pekan Pendek Saat Imlek dan Awal Ramadan
Investor disarankan mengatur alokasi aset portofolio pada pekan pendek di tengah sentimen Tahun Baru Imlek dan awal bulan Ramadan 2026.
Masih Terbebani Biaya Merger, EXCL Rugi Rp 4,43 Triliun
Rugi bersih yang dialami EXCL lebih bersifat pada kerugian akuntansi sebagai dampak pasca merger dengan Smartfren.
Produksi Dipangkas, Emiten Jasa Tambang Ikut Terdampak
Tak hanya bagi produsen, kebijakan pemerintah yang memangkas produksi batubara dan nikel pada 2026 juga memengaruhi emiten jasa pertambangan
