Bujet Kesehatan

Rabu, 22 Februari 2023 | 08:00 WIB
Bujet Kesehatan
[ILUSTRASI. TAJUK - Khomarul Hidayat]
Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang kini sedang digodok Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bakal mengubah banyak hal. Bukan cuma akan mengubah posisi BPJS Kesehatan menjadi di bawah kementerian saja, RUU dengan skema Omnibus Law ini juga mengutak-atik anggaran kesehatan.

Kelak, anggaran kesehatan bakal naik drastis. Di RUU Omnibus Kesehatan, alokasi anggaran kesehatan ditetapkan sebesar 10% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Naik dua kali lipat dari UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan yang 5% dari APBN di luar gaji.

RUU Kesehatan juga menegaskan pemerintah daerah harus mengalokasi anggaran sektor kesehatan minimal 10% dari APBD, sama dengan ketentuan sekarang berlaku. Berkaca dari penanganan kesehatan di masa pandemi Covid-19 lalu, tambahan anggaran kesehatan tersebut rasanya memang masuk akal. Sebab, anggaran kesehatan ternyata tak cukup memadai saat ada wabah penyakit menyerang.

Sehingga, pintu defisit anggaran sampai dibuka lebar agar APBN bisa lebih leluasa dialokasikan untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

Tapi di masa normal, bujet kesehatan dengan porsi 10% dari APBN sangat besar. Taruh kata, dengan merujuk belanja negara di APBN 2023 yang sebesar Rp 3.061,2 triliun, berarti anggaran kesehatan bisa mencapai Rp 306 triliun.

Jumlah itu bisa bertambah karena belanja APBN biasanya meningkat tiap tahunnya. Karena itu, jika nanti mandatory spending sektor kesehatan ini disepakati naik menjadi 10% dari APBN, perencanaan anggaran kesehatan harus jadi perhatian. Termasuk program-program sektor kesehatan juga harus jelas, bukan program mengada-ada sekedar untuk memenuhi anggaran.

Program-program preventif atau pencegahan harus lebih diperkuat sebagai upaya menyehatkan masyarakat. Terutama transformasi layanan kesehatan primer. Di banyak negara, pengembangan layanan primer ini terbukti berdampak positif. Tercermin dari usia harapan hidup masyarakat yang membaik.

Juga dari biaya pengobatan atau kuratif yang semakin menurun. Sementara di Indonesia, saat ini anggaran kesehatan untuk kuratif ini porsinya masih lebih besar.

Harusnya dengan porsi anggaran lebih besar, hasil yang diperoleh sepadan. Kelak kita buktikan apakah dengan tambahan anggaran dua kali lebih besar, kualitas kesehatan kita makin membaik atau malah sebaliknya. Semoga bukan sebaliknya.

Bagikan

Berita Terbaru

Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan
| Kamis, 24 September 2026 | 13:37 WIB

Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan

Penunjukan langsung memiliki risiko terkait transparansi, kemampuan teknologi, kapasitas pendanaan, dan track record perusahaan yang ditunjuk. 

Menguji Daya Tahan Rally Saham POWR di Tengah Aksi Profit Taking
| Kamis, 24 September 2026 | 13:15 WIB

Menguji Daya Tahan Rally Saham POWR di Tengah Aksi Profit Taking

Sekitar 60% tambahan permintaan listrik dari pelanggan industri pada semester I-2026 berasal dari data center.

Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?
| Kamis, 24 September 2026 | 13:00 WIB

Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?

Sejauh ini kepemilikan Bobby Gafur masih berada di sekitar 32% dan ia masih mempertahankan posisi sebagai pengendali OASA.

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN
| Kamis, 24 September 2026 | 12:00 WIB

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN

Penguatan CUAN lebih banyak didorong oleh ekspektasi pertumbuhan fundamental, dan positioning investor terhadap ekosistem bisnis Prajogo Pangestu.

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil
| Kamis, 24 September 2026 | 10:00 WIB

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil

Bila BUMN masuk ke segmen yang sama dengan swasta dan memperoleh pembiayaan, lahan, hingga kontrak yang lebih mudah, risiko crowding out meningkat

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga
| Kamis, 24 September 2026 | 08:51 WIB

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga

Sejumlah emiten dari berbagai sektor akan mencatatkan cum dividen interim pada akhir bulan September 2026

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026
| Kamis, 24 September 2026 | 08:06 WIB

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026

Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,65% pada Agustus 2026, tetapi ekspansinya masih belum merata antarbank dan segmen.

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN
| Kamis, 24 September 2026 | 08:01 WIB

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN

Penempatan dana perbankan pada SBN mulai menunjukkan penurunan menyusul implementasi insentif KLM Pendalaman Pasar Uang 

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat
| Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat

Meski meraih kinerja keuangan positif, harga saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) justru stagnan

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi
| Kamis, 24 September 2026 | 07:37 WIB

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi

Sejumlah emiten di sektor layanan transportasi mulai aktif mengoperasikan kendaraan listrik dan hibrid

INDEKS BERITA

Terpopuler