CMO Lion Parcel, Kenny Kwanto: Investasi Jadi Penghasil Passive Income

Sabtu, 09 Juli 2022 | 04:30 WIB
CMO Lion Parcel, Kenny Kwanto: Investasi Jadi Penghasil Passive Income
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menyisihkan dana untuk disimpan dalam bentuk investasi sudah dilakukan Kenny Kwanto dari sejak muda. Pria yang kini menjabat sebagai Chief Marketing Officer Lion Parcel ini telah menyimpan dana di saham sejak di bangku kuliah. 

Kenny menceritakan, ia memulai investasi sejak 2004. Kala itu, dirinya masih mahasiswa semester empat. Karena tidak memiliki informasi bagaimana cara membeli saham, ia mendatangi Bursa Efek untuk membeli saham. "Ternyata membeli saham itu harus lewat sekuritas," ujar dia. 

Sekuritas pun jumlahnya masih terbatas. Jumlah uang yang dideposit pun masih cukup besar, yakni Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Kala itu, saham pertama yang Kenny pilih adalah saham PT Bank Mandiri Tbk. Dia memilih saham perbankan karena bila melihat outlook ekonomi Indonesia secara keseluruhan, terlihat emiten tersebut punya prospek menarik. 

Baca Juga: Sejumlah Direksi dan Komisaris Borong Saham Emiten, Begini Pandangan Analis

Selain itu, saham perbankan memiliki kecenderungan terus naik walaupun perlahan. Sehingga dia tidak perlu melihat setiap saat. Ini juga sejalan dengan prinsip investasi Kenny yang memilih investasi berdasarkan aspek fundamental. 

Dia mengaku berinvestasi karena ingin memiliki penghasilan pasif, selain mengandalkan gaji. Karena itu, bagi Kenny, fundamental perusahaan menjadi hal penting yang perlu dipelajari. 

Kenny menyebut, ia terinspirasi berinvestasi sejak dini setelah membaca buku Robert Kiyosaki yang berjudul "Rich Dad Poor Dad."  Dia mendapat pelajaran jika bekerja itu penting, tetapi investasi juga penting. 

Jadi saat pensiun, ia tidak perlu menjual aset yang dimiliki. "Saya merasa umur itu ada batasnya untuk kerja, sehingga harus punya pendapatan pasif. Ketika tidur uang harus tetap bekerja buat kita," tutur Kenny.

Prinsip tersebut juga membuat dirinya memilih investasi di surat berharga negara (SBN) ritel, seperti obligasi negara ritel (ORI) yang dianggap memiliki return tetap dan memiliki risiko yang rendah. "Outlook di Indonesia cukup bagus, sehingga saya merasa aman berinvestasi di SBN, namun memang imbal hasil yang diberikan cenderung flat," kata Kenny.

Baca Juga: Belajar dari Strategi Investasi Warren Buffett di Tengah Kenaikan Suku Bunga The Fed

Bagi dia, SBN masih memberi imbal hasil menarik. Apalagi investasi di SBN ini dijamin pemerintah dan dipastikan aman. "Membeli SBN juga seperti membantu untuk pembangunan dalam negeri," sebut dia. 

Diversifikasi investasi

Perjalanan investasi Kenny yang sudah 18 tahun ini tidak selalu berjalan mulus. Dia mengaku pernah juga mengalami kerugian. Tak tanggung-tanggung kerugiannya mencapai puluhan juta. Ini karena ia salah masuk saham dan memilih saham secara sembarangan. 

Meski begitu, Kenny tetap tidak kapok bermain saham. "Sebenarnya saham ada main, tetapi saya bukan orang yang main yang short term. Dari zaman kuliah pun saya main saham itu fokusnya memang untuk investasi long term, jadi tidak dipantau setiap waktu," kata Kenny. 

Selain saham dan obligasi, Kenny juga memiliki investasi di properti, emas dan deposito. "Properti menyumbang 50%, SBN sekitar 30%, saham sebanyak 5%, emas dan lainnya 15% dari total investasi saat ini," papar Kenny.

Baca Juga: Ini Alasan Bos Samudera Indonesia Rajin Mengoleksi Saham SMDR

Kenny memilih investasi di properti karena instrumen ini memiliki prospek menjanjikan, asalkan tepat memilih lokasinya. "Properti disiapkan untuk jangka panjang. Sedangkan saham, SBN dan emas disiapkan untuk jangka menengah," jelas dia. Sementara deposito untuk investasi jangka pendek. 

Bagi Kenny, dalam memilih investasi, hal yang penting dilihat adalah fundamental instrumen aset yang akan dipilih. Instrumen harus tidak sekedar memberi imbal hasil yang tinggi, tetapi faktor keamanan juga harus diperhatikan. Bagi investor pemula, Kenny menyarankan memilih investasi berdasarkan profil investasi. "Untuk memilih saham, lihat harga saham dalam lima tahun ke belakang, apakah grafiknya konsisten bertumbuh. Lihat juga kinerjanya dan kalau semua kondisi bagus, dapat masuk," saran dia. 

Kenny juga menyarankan investor mempelajari valuasi saham. Jika tren harganya masih naik, lihat apakah saham tersebut masih murah dibanding saham di sektor sejenis.  

Menyempatkan Bersepeda Setiap Hari 

Di tengah kesibukan bekerja, Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto mengaku selalu menyempatkan untuk berolahraga. Olahraga kegemarannya adalah bersepeda. Dia mengaku hampir setiap hari bersepeda. 

Baca Juga: Potensi Besar, Industri Kripto Indonesia Diyakini Bakal Kembali Menggeliat

"Memimpin perusahaan pasti enggak jauh dari stres. Stres itu akan memberikan efek bermacam-macam gangguan kesehatan dan lain-lain," kata Kenny. Karena itu, olahraga bagi dia sangat penting. 

Bagi Kenny, olahraga layaknya ,investasi tapi untuk diri sendiri dan bisa terhindar dari penyakit. Sehingga uang tidak habis untuk membayar pengobatan gara-gara malas berolahraga. Ia juga bike to work, sehingga bisa sekalian olahraga saat mau sambil bekerja. 

Kenny mengatakan, ada banyak olahraga yang dilakukan saat muda seperti basket dan futsal. "Olahraga tidak cuma menjaga kesehatan jantung tapi juga lingkar pinggang supaya tidak terus bertambah," kata dia.

Di akhir pekan, Kenny biasanya menghabiskan waktu dengan keluarga. "Weekend pasti bersama keluarga, karena kalau hari biasa terkadang sampai malam baru pulang dan anak-anak sudah tidur. Jadi, Sabtu Minggu kami selalu family time," tutur Kenny.

Biasanya, kegiatan bersama keluarga tiap weekend pun masih olahraga bersama di ruang terbuka atau taman dekat rumah. Atau terkadang, ia dan keluarga melakukan perjalanan ke luar kota bersama anak-anak, atau ke tempat wisata yang tidak terlalu jauh dari rumah.   

Baca Juga: India Blokir 119 Rekening Terkait Vivo dalam Pencucian Uang, China Meradang


 

Bagikan

Berita Terbaru

Soal Batas Maksimum Saham bagi Asuransi
| Jumat, 06 Februari 2026 | 04:12 WIB

Soal Batas Maksimum Saham bagi Asuransi

Peningkatan batas investasi saham bagi dana pensiun dan asuransi hingga 20% per emiten perlu dipandang secara hati-hati.

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:56 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 5,03%.

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:55 WIB

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan

Perubahan aturan impor bahan baku pakan ternak, berpotensi memberi tekanan jangka pendek pada margin industri perunggasan.

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:17 WIB

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial

UMA, suspensi, dan PPK tidak pernah disertai penjelasan substantif mengenai jenis anomali, tingkat risiko, atau parameter yang dilanggar.

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:02 WIB

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan

BEI menegaskan, jika kenaikan free float 15% diterapkan, ada 267 emiten yang belum bisa memenuhi ketentuan.​

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:49 WIB

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental

Prospek emiten penghuni indeks LQ45 dinilai cukup positif seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berfundamental kuat.

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)

Bank Dunia yang menilai, Indonesia berisiko sulit keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:27 WIB

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja

Dalam sebulan terakhir, harga minyak mentah jenis WTI dan Brent melejit hampir 10%. Ini jadi sentimen positif bagi prospek kinerja emiten migas.

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:20 WIB

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel

Kendati volume produksi dan penjualan emas merosot pada 2025, segmen nikel dan bauksit PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami pertumbuhan tinggi. 

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:10 WIB

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham

Dari keempat emiten Grup Barito tersebut, TPIA dan BREN mengalokasikan dana paling jumbo untuk buyback saham, yakni masing-masing Rp 2 triliun.

INDEKS BERITA