Dengan ESG, Pakuwon Jati (PWON) Menangkap Permintaan Properti Ramah Lingkungan

Minggu, 24 Maret 2024 | 10:00 WIB
Dengan ESG, Pakuwon Jati (PWON) Menangkap Permintaan Properti Ramah Lingkungan
[ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking superblok Pakuwon Nusantara di kawasan IKN, Kalimantan Timur, pada Rabu, 1 November 2023.]
Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Pengembang properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menerapkan aspek lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola perusahaan (governance) bukan semata untuk memenuhi peraturan. Namun, mereka melihat, penerapan aspek ESG sebagai bekal keberlanjutan usaha. 

Dengan upaya Pakuwon untuk meminimalisir dampak negatif dari operasi sebagai pengembang properti dan inisiatif menjaga lingkungan, lembaga penilai ESG Sustainalytics yang berkerjasama dengan Bursa Efek Indonesia memberi skor risiko Pakuwon 19,42 alias dengan risiko rendah.

Direktur dan Corporate Secretary Pakuwon Jati Minarto Basuki menjelaskan, penerapan ESG bukan semata aspek kepatuhan terhadap peraturan.

"Kami meyakini, penerapan ESG yang baik akan merupakan suatu nilai dan berdampak positif bagi keberlanjutan dan kemajuan perusahaan dalam jangka panjang," kata dia.

Apalagi, permintaan pada produk dari perusahaan yang memenuhi aspek ESG semakin besar. Minarto bilang, beberapa tenant umumnya dari perusahaan multinasional mempunyai preferensi untuk menyewa di gedung yang telah mendapat sertifikasi green building atau gedung ramah lingkungan.

Dalam jangka menengah dan panjang, Pakuwon melihat, tingkat kesadaran dan kepedulian customer atau konsumen tentang wawasan lingkungan akan semakin meningkat.

Saat ini, Pakuwon memiliki beragam portofolio properti, baik proyek residensial, superblok, perkantoran, mal, hingga hotel. Antara lain, Superblok Gandaria City di Jakarta yang terdiri dari pusat perbelanjaan ritel, apartemen, perkantoran, dan hotel. Lalu, Superblok Tunjungan City di Surabaya, Grand Pakuwon Township, Hotel Four Points by Sheraton Bali.

"Saat ini, semua office tower kami telah memperoleh sertifikat green building standar emas dari GBCI (Green Building Council Indonesia)," ujar Minarto. Kini, Pakuwon tengah mengajukan salah satu mal sebagai pilot project untuk mendapatkan sertifikasi itu.

Namun, Minarto enggan menyebutkan besaran nilai investasi yang Pakuwon keluarkan untuk memperoleh sertifikasi green buidling ini. 

"Yang jelas, ada beberapa pengeluaran (capex) untuk efisiensi energi yang mempunyai waktu payback yang cukup pendek 1-3 tahun dan yang jangka menengah 5-10 tahun," ungkap dia.

Dalam menjalankan bisnis, Pakuwon tak bisa abai dengan faktor lingkungan. Dampak perubahan iklim secara langsung atau tidak langsung memberi pengaruh terhadap bisnis properti, terutama terkait keputusan investasi, baik yang menyangkut investor maupun keputusan pembelian properti.

Karena itu, Pakuwon juga mengambil langkah mitigasi untuk mengurangi dampak risiko tersebut. Misalnya, kerusakan lingkungan yang menyebabkan serapan air tanah berkurang. Hal ini berisiko menyebabkan kemiringan tanah dan kesulitan air bersih. Mitigasi yang Pakuwon lakukan antara lain memperbanyak penanaman pohon di sekitar daerah operasi mereka.

Risiko kemacetan juga mempengaruhi keputusan pembelian properti. Selain mempersulit mobilitas, kemacetan di sekitar proyek properti juga membawa

risiko polusi udara dan kebisingan. Untuk ini, Pakuwon menggandeng pihak ketiga terkait pengaturan kendaraan dan transportasi shelter untuk memperbanyak halte bus dan online drop, atau menambah petugas pengatur lalu lintas.

Untuk aspek lingkungan ini, Pakuwon juga punya beberapa inisiatif guna menekan emisi. Salah satunya, dengan penggunaan energi terbarukan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Tahun lalu, Pakuwon memasang PLTS berkapasitas 544,45 kWp di empat mal miliknya, yaitu Gandaria City Jakarta, Tunjungan Plaza dan Royal Plaza di Surabaya, serta Pakuwon Mall di Yogyakarta. 

Dengan total kapasitas terpasang 1.655 kWp, penggunaan PLTS ini dihitung setara dengan pengurangan emisi karbon sekitar 1.390 ton per tahun. 

Selain penggunaan energi ramah lingkungan seperti panel surya, Pakuwon pun mencanangkan pengurangan penggunaan kantong belanja plastik di mal yang mereka kelola, baik di Jakarta, Surabaya, Jogja, maupun Solo. Langkah ini sebagai salah satu upaya mengurangi jejak karbon perusahaan. 

Pada aspek sosial, beberapa program tanggungjawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang Pakuwon jalankan pada 2023 antara lain upaya mengurangi stunting dan bantuan pendidikan. Berdasarkan laporan keberlanjutan 2022, Pakuwon memberikan perhatian untuk program kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan lingkungan dalam CSR.

"Sedangkan pada aspek governance, kami antara lain meningkatkan kualitas disclosure (keterbukaan) pada laporan tahunan dan keberlanjutan, serta peningkatan kualitas dari pengendalian internal dan audit internal," ujar Minarto.

Pada 2023 lalu, Pakuwon juga telah menandatangani near term emission reduction target yang akan divalidasi sesuai SBTi framework. Saat ini, sedang berlangsung verifikasi perhitungan gas rumah kaca oleh lembaga validasi dan verifikasi independen. 

Pakuwon juga sedang mempelajari catatan atau masukan dari ESG rating report seperti Sustainlytics maupun MSCI. Ini sebagai dasar perusahaan menyusun road map peningkatan ESG mereka ke depan. 

Marketing sales

Penerapan ESG tersebut disertai tantangan. Minarto bilang, salah satunya, implementasi ESG yang bersifat jangka panjang membutuhkan komitmen berkelanjutan. Padahal, manfaatnya baru bisa terlihat dalam jangka panjang.

Selain itu, masih belum ada insentif dari pemerintah yang bisa menjadi pendorong bagi dunia usaha dalam upaya penurunan emisi. Misalnya, insentif atau pengurangan pajak atas proyek bangunan hijau.

Banyaknya standar pelaporan ESG yang berbeda-beda juga menjadikan tantangan tersendiri dalam memenuhinya. 

Tantangan untuk upaya keberlanjutan ini pun beriringan dengan tantangan industri properti. Seperti inflasi dan tren arah suku bunga global. Semakin ketat suku bunga, maka bisa memengaruhi bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan permintaan akan properti. Pasalnya, masih sebagian besar atau sekitar 60% konsumen Pakuwon mengandalkan KPR dalam membeli properti hunian.

Sementara Pakuwon mengejar target pra-penjualan atau marketing sales lebih tinggi di tahun ini, mencapai Rp 1,5 triliun. Tahun lalu, pencapaian marketing sales Pakuwon sebesar Rp 1,34 triliun.

Menurut Minarto, untuk mencapai target tahun ini, sekitar 60% dari marketing sales tersebut, harapannya, berasal dari penjualan unit-unit apartemen atau highrise, baik yang berada di Jakarta maupun Surabaya. 

Meski dihadapi dengan tantangan ekonomi global dan suku bunga, Pakuwon optimistis menghadapi tahun ini. 

"Kami tetap optimistis dengan besarnya tingkat konsumsi rumahtangga yang kuat tetap menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata dia. 

Selain mengejar marketing sales dan pendapatan berulang, Pakuwon juga berinvestasi di proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan rencana membangun proyek superblok. 

Proyek yang sudah groundbreaking pada November 2023 ini, Pakuwon perkirakan, memakan biaya investasi Rp 5 triliun. Pembangunan superblok di IKN yang rencananya terdiri dari pusat perbelanjaan, kondominium, dan tiga hotel, mereka nilai akan sangat menguntungkan dalam jangka panjang.

Menarik dilirik

Investment Analyst Stockbit Sekuritas Digital Arvin Lienardi memandang, langkah penerapan ESG yang Pakuwon lakukan masih minor untuk memengaruhi kinerja saham. 

Namun, saham properti masih menarik bagi investor. Marketing sales emiten properti bisa hit lagi, terutama dengan adanya insentif  pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) dan adanya potensi penurunan tingkat suku bunga.

Insentif PPN DTP yang berjalan pada November 2023 hingga Desember 2024, bisa mendorong marketing sales emiten properti. Arvin melihat, insentif serupa yang pemerintah berikan pada Maret 2021-September 2022 turut mendorong marketing sales emiten properti, termasuk Pakuwon. 

Selain itu, saham properti menarik jika narasi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, dan suku bunga Bank Indonesia (BI) terjadi pada semester kedua tahun ini. Soalnya, pergerakan harga saham emiten properti berbanding terbalik dengan outlook suku bunga. 

Selain marketing sales, Arvin juga cukup optimistis dengan pendapatan berulang atau recurring income Pakuwon yang berasal dari pendapatan sewa, mal, perkantoran, yang diprediksi akan tumbuh selama tahun  2024 ini.

Valuasi saham Pakuwon juga masih menarik. Dia menilai, mayoritas emiten properti masih cukup murah, belum terpaut besar dari sejak pandemi. 

Menurut pengamat pasar modal dan Founder WH-Project William Hartanto, secara teknikal, saham PWON masih cukup menarik. Support saham ini di Rp 404, adapun resistance Rp 434. 

"Dapat direkomendasikan buy on weakness karena trennya lagi sideways," ujarnya.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA