Dinamika Yield US Treasury
JAKARTA. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melempem. IHSG terkoreksi 1,2% ke level 6.298,61 pada perdagangan Kamis (24/9). Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan jual investor asing serta kenaikan harga minyak mentah dunia dan yield US treasury.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, koreksi IHSG menunjukkan adanya aksi profit taking setelah rebound signifikan pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, indeks tertekan akibat net sell investor asing yang mencapai Rp 1,49 triliun di seluruh pasar. Sejumlah saham big banks seperti BMRI dan BBRI, serta TLKM, menjadi sasaran aksi jual investor asing," ujar dia, Kamis (24/9).
