Ekspansi Hulu Gas Indonesia Bisa Lebih Semarak Saat Investasi Global Diramal Landai
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Peta bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia sepanjang 2026 diprediksi akan mengalami pergeseran fokus yang signifikan. Geliat aktivitas di lapangan gas diyakini bakal jauh lebih riuh dibandingkan minyak, lantaran prospek cuan yang dinilai lebih memikat. Kondisi ini memicu peluang maraknya aksi merger dan akuisisi (M&A) di wilayah kerja (WK) yang menyimpan cadangan gas jumbo.
Meneropong lanskap global, Rystad Energy memproyeksikan aktivitas M&A hulu secara umum akan melandai tahun ini. Meski demikian, potensi transaksi yang tersedia di pasar pada Januari 2026 terhitung fantastis, mencapai hampir US$ 152 miliar. Banyak aset bernilai tinggi yang kini tengah "dijajakan" menunggu pinangan pembeli yang tepat.
