El Nino Ikut Mendorong Pertumbuhan Bisnis AMDK

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:53 WIB
El Nino Ikut Mendorong Pertumbuhan Bisnis AMDK
[ILUSTRASI. Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Galon (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)]
Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena El Nino pada paruh kedua 2026 diperkirakan dapat menjadi pendorong pertumbuhan industri air minum dalam kemasan (AMDK). Cuaca yang lebih panas diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan hidrasi masyarakat sehingga mendorong permintaan produk AMDK.

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara), Karyanto Wibowo, menilai prospek industri AMDK hingga akhir 2026 masih positif. Sebagai industri yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, permintaan AMDK dinilai relatif stabil dibandingkan dengan banyak kategori konsumsi lainnya.

Baca Juga: Industri AMDK Menargetkan Tumbuh 6% di Tahun Ini

Menurut Karyanto, industri AMDK saat ini memiliki kapasitas produksi nasional sekitar 47 miliar liter per tahun dengan pertumbuhan historis di kisaran 5% hingga 8% per tahun. "Potensi El Nino pada semester II-2026 dapat menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan konsumsi. Namun, kondisi ini juga perlu diwaspadai, terutama terkait ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya air," kata dia kepada KONTAN, Rabu (29/7).

Karyanto menjelaskan cuaca yang lebih panas dan kering umumnya meningkatkan kebutuhan hidrasi masyarakat.

Selain itu, pertumbuhan permintaan juga ditopang oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, perjalanan, serta kesadaran untuk mengonsumsi air minum yang aman dan higienis.

Meski dampak cuaca sulit diukur secara terpisah, Amdatara memperkirakan faktor tersebut dapat membantu industri mempertahankan pertumbuhan sekitar 6% sepanjang 2026.

Dari sisi kinerja, tren penjualan industri hingga semester I 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Permintaan didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, momentum Ramadan dan Idulfitri, serta kebutuhan konsumsi rumah tangga dan pekerja.

"Indikasi positif juga terlihat dari kinerja sejumlah pelaku industri yang masih membukukan pertumbuhan penjualan maupun volume pada paruh pertama tahun ini, meskipun industri menghadapi tantangan berupa pasokan bahan baku dan kenaikan biaya energi akibat konflik di Timur Tengah," kata Karyanto.

Berdasarkan segmen produk, kemasan botol menjadi salah satu yang mencatat pertumbuhan paling tinggi, terutama untuk kebutuhan konsumsi di luar rumah, seperti saat bekerja, bersekolah, berolahraga, dan bepergian.

Sementara itu, kemasan galon tetap menjadi penyumbang volume terbesar karena masih menjadi pilihan utama rumah tangga dan perkantoran.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Sekuritas Fokus Memperbanyak Jumlah Nasabah Aktif
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:45 WIB

Sekuritas Fokus Memperbanyak Jumlah Nasabah Aktif

Jumlah investor saham telah mencapai 10,05 juta Single Investor Identification (SID) hingga awal Agustus 2026

Sekuritas Fokus Memperbanyak Jumlah Nasabah Aktif
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:45 WIB

Sekuritas Fokus Memperbanyak Jumlah Nasabah Aktif

Jumlah investor saham telah mencapai 10,05 juta Single Investor Identification (SID) hingga awal Agustus 2026

Jayamas Medica (OMED) Menjaga Kinerja Tetap Sehat
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:20 WIB

Jayamas Medica (OMED) Menjaga Kinerja Tetap Sehat

Manajemen OMED optimistis kinerja pada semester II-2026 dapat melanjutkan tren pertumbuhan yang telah dibukukan pada paruh pertama tahun ini.

Nakhoda Baru di Tengah Dilema Moneter
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:07 WIB

Nakhoda Baru di Tengah Dilema Moneter

Tantangan muncul ketika agenda menjaga stabilitas nilai tukar rupiah berbenturan dengan kebutuhan mendorong pertumbuhan.

Harga Energi Berfluktuasi, RAJA Tetap Mengantongi Laba Tinggi
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Harga Energi Berfluktuasi, RAJA Tetap Mengantongi Laba Tinggi

Laba bersih PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tumbuh 100,44% yoy menjadi US$ 22,75 juta pada akhir semester pertama lalu.

Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti

Ukuran keberhasilan gubernur BI bukan popularitas atau ketenangan pasar selama satu-dua hari, melainkan kepercayaan.

Transparansi ETF Emas
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:55 WIB

Transparansi ETF Emas

Ingat, tanpa transparansi emas fisik dan jaminan likuiditas, maka ETF emas berisiko merugikan investor. 

Rapor Merah IPO BUMN Membayangi Rencana Danantara Boyong Pelat Merah ke Lantai Bursa
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Rapor Merah IPO BUMN Membayangi Rencana Danantara Boyong Pelat Merah ke Lantai Bursa

Dari 13 BUMN dan anak usaha BUMN non-bank yang IPO sejak 2010, hanya PGEO yang sahamnya mampu bertahan di atas harga perdana.

Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun

Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diperkirakan berada di level 224,4, turun 0,7% per bulan      

Penerimaan Pajak Baru Setengah Target
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Penerimaan Pajak Baru Setengah Target

Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juli 2026 baru mencapai 51% dari target                     

INDEKS BERITA

Terpopuler