Gagal Bayar Kartu Kredit Berdampak ke Pusat Perbelanjaan Amerika Serikat

Sabtu, 26 Agustus 2023 | 04:35 WIB
Gagal Bayar Kartu Kredit Berdampak ke Pusat Perbelanjaan Amerika Serikat
[]
Reporter: Vina Destya | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Ekonomi Amerika Serikat yang semakin sulit membuat tingkat gagal bayar ikut meningkat. Beberapa department store di Amerika Serikat menyatakan terjadi kenaikan penundaan pembayaran kartu kredit department store. Efeknya pendapatan dari segmen kartu kredit turun. Para ekonom menyebut, gagal bayar para nasabah ini menjadi tanda awal bahwa tingkat konsumsi semakin melemah, meski data belanja ritel diklaim pemerintah AS tetap tumbuh. 

Beberapa department store di Amerika Serikat (AS) terkena dampak penundaan pembayaran kartu kredit. Ini karena konsumen menahan diri untuk tidak melakukan pembelanjaan besar-besaran menjelang musim belanja saat liburan yang cukup krusial.

Dilansir Reuters, eksekutif di peritel fesyen Macy’s, mengatakan, peningkatan tunggakan telah memangkas pendapatan dari kartu kredit menjadi US$ 84 juta pada kuartal II-2023, dari kuartal sebelumnya sebesar US$ 120 juta. 

Baca Juga: Emiten Ritel Bergairah Didukung Peningkatan Konsumsi, Intip Rekomendasi Sahamnya

Sedang pusat perbelanjaan Nordstrom masih mencetak kenaikan pendapatan kartu kredit sebanyak 10% di paruh pertama 2023. Tapi para petinggi Nordstrom mengatakan, tingkat tunggakan saat ini sudah di atas tingkat sebelum pandemi. Menurut Nordstrom, ini dapat mengakibatkan kerugian lebih tinggi pada paruh dua 2023 hingga 2024.

Peritel Kohl’s juga menyebut jika pendapatan lain-lain, terutama bisnis kreditnya, mengalami penurunan 3% pada kuartal II tahun ini. Di saat sama, Kohl’s tengah menjalin co-branding kartu kredit dengan Capital One. Upaya ini untuk menarik banyak pelanggan ke segmen kredit.

Pusat perbelanjaan di AS memang telah lama melakukan penawaran kartu kredit toko untuk menarik lebih banyak pendapatan dan pelanggan. Banyak pelanggan tertarik karena banyak program diskon atau poin setiap pembelian. 

Konsultan Pelaporan Kredit John Ulzheimer mengatakan, kartu kredit tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan kartu kredit tradisional. Ini karena suku bunga lebih tinggi dengan batas kredit yang lebih rendah.

Baca Juga: Mega Perintis (ZONE) Incar Penjualan Rp 770 Miliar pada 2023, Begini Strateginya

Data Wallethub menyebut, di Agustus, kartu kredit Macy’s mematok bunga 31,99%, sementara rata-rata nasional hanya 22,39%. Menurut Ulzheimer, suku bunga yang tinggi dikombinasikan dengan ambang batas skor kredit yang lebih longgar, membuat konsumen lebih terpapar risiko. 

Meskipun data penjualan ritel dan belanja konsumen AS masih tangguh, para ahli dan investor mengatakan, meningkatnya tunggakan dapat menandakan tekanan yang semakin besar kepada beberapa konsumen.

The Federal Reserve menyebut, persentase penunggak naik dari 23,1% di kuartal II-2022 menjadi 38,2% di kuartal II tahun ini. Penunggak terbesar adalah konsumen berusia 40-50 tahun.

Ekonom dan Wakil Presiden Fred Juan M Sanchez juga sepakat menyebut, menurunnya tingkat pembayaran dapat menjadi sebuah tanda awal belanja atau tingkat konsumsi semakin lemah. Kepala Investasi Running Point Capital Advisors Michael Ashley menambahkan, bagi konsumen, kartu kredit department store akan menjadi pilihan pertama untuk diabaikan. 

"Konsumen akan lebih mengutamakan pembayaran mobil dan hipotek yang dianggap penting," ujar dia, Jumat (25/8).

Baca Juga: Persaingan Semakin Ketat, Simak Prospek Saham Sektor Ritel

Bagikan

Berita Terbaru

Strategi Petronella Soan: Perhiasan Bukan Sekadar Investasi, Tapi Penanda Hidup
| Sabtu, 04 April 2026 | 11:38 WIB

Strategi Petronella Soan: Perhiasan Bukan Sekadar Investasi, Tapi Penanda Hidup

Perhiasan itu beauty investment, bisa bisa dijual kembali dan bisa mendapat keuntungan. Perhiasan itu bisa jadi legacy, bisa diturunkan ke anak.

Pesona Labubu Mulai Luntur?
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:41 WIB

Pesona Labubu Mulai Luntur?

Dalam lima hari perdagangan terakhir hingga Selasa, saham Pop Mart International Group Ltd. anjlok lebih dari 30%.               

Laba Medco Energi (MEDC) Tergerus 72,48% Pada 2025
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:37 WIB

Laba Medco Energi (MEDC) Tergerus 72,48% Pada 2025

 Anjloknya laba bersih PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipicu kinerja pendapatan MEDC yang melambat 0,16% menjadi US$ 2,39 miliar.​

Dian Swastatika Sentosa DSSA Siap Stock Split Saham di Rasio 1:25
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:31 WIB

Dian Swastatika Sentosa DSSA Siap Stock Split Saham di Rasio 1:25

Emiten Grup Sinar Mas ini akan melakukan pemecahan saham atau stock split dari nilai nominal Rp 25 menjadi Rp 1 per saham.

Pendapatan Melesat Satu Digit, Laba ACES Merosot Dua Digit
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:26 WIB

Pendapatan Melesat Satu Digit, Laba ACES Merosot Dua Digit

Laba bersih  PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) di 2025 hanya Rp 668,72 miliar, atau turun 25,03% yoy dari Rp 892,04 miliar pada 2024.

Terpapar Efek Pidato Trump, IHSG Melemah 1,59% Dalam Sepekan
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:21 WIB

Terpapar Efek Pidato Trump, IHSG Melemah 1,59% Dalam Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah setelah harga minyak mentah berbalik menguat akibat pidato Trump terkait perang Iran.

Strategi Mendorong Transparansi Data di BEI
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

Strategi Mendorong Transparansi Data di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengumumkan saham emiten dengan kepemilikan yang terkonsentrasi tinggi.

Gejolak Global Picu Tekanan, Ini Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:00 WIB

Gejolak Global Picu Tekanan, Ini Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian

Proyeksi harga emas spot bisa melesat hingga 30% di 2026. Simak pula target emas Antam yang menjanjikan cuan besar bagi investor.

Wiski Bali Libarron Merambah Singapura, Ini Peluang Lovina Beach Brewery (STRK)?
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:00 WIB

Wiski Bali Libarron Merambah Singapura, Ini Peluang Lovina Beach Brewery (STRK)?

STRK kini membidik 60% penjualan dari ekspor, mulai dengan wiski Libarron ke Singapura. Strategi ini diambil setelah pasar lokal lesu. 

Antisipasi Dampak B50
| Sabtu, 04 April 2026 | 06:10 WIB

Antisipasi Dampak B50

Jika B50 diterapkan tanpa mekanisme pengaman yang kuat, risiko lonjakan harga minyak goreng semakin besar.

INDEKS BERITA

Terpopuler