Gampang Jadi Pejabat

Selasa, 07 Juli 2026 | 06:11 WIB
Gampang Jadi Pejabat
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian (KONTAN/Indra Surya)]
Ahmad Febrian | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekan ini, Piala Dunia 2026 memasuki babak 16 besar. Fase ketika hanya tim-tim terbaik yang masih bertahan. Setiap pertandingan menjadi hidup dan mati. Satu kekalahan, mimpi mengangkat trofi dunia berakhir. 

Sekitar 15.000 km dari ajang Piala Dunia, anak-anak dan keluarga Indonesia juga sedang menghadapi pertandingan demi masa depan mereka. Pekan ini menjadi kesempatan terakhir bagi banyak orang tua untuk mengantarkan anaknya masuk sekolah negeri. 

Tahap akhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi penentu apakah seorang anak memperoleh bangku pendidikan negeri atau harus mengubur impian mereka. Anak-anak  Indonesia bertarung memperebutkan sesuatu yang seharusnya menjadi hak dasar: akses pendidikan.

Ironisnya, ketika anak-anak bangsa harus berkompetisi mati-matian demi satu kursi sekolah, penguasa justru tampak begitu mudah memperoleh kursi-kursi empuk.

Belakangan publik kembali disuguhi gelombang pengangkatan komisaris di sejumlah BUMN. Jabatan yang semestinya diisi berdasarkan kompetensi masih kerap dipersepsikan sebagai ruang kompromi politik dan balas jasa.

Nama-nama yang dekat dengan penguasa, dengan mudahnya melenggang menjadi pejabat atau komisaris. Sejatinya, kelakuan penguasa semacam ini bukan hal baru. 

Sejak masa Joko Widodo (Jokowi) berkuasa, orang-orang yang dekat dengannya juga dengan mudah mendapat jabatan.

Kontras itu semakin terasa ketika mengingat jalan politik Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dibuka setelah putusan Mahkamah Konstitusi. Putusan itu memberi pengecualian syarat usia calon presiden dan wakil presiden. Sidang tersebut dipimpin Ketua MK saat itu, Anwar Usman, paman Gibran. 

Akhirnya Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi menyatakan, Anwar Usman melakukan pelanggaran etik berat karena tidak mengundurkan diri dari perkara yang memiliki konflik kepentingan. 

Piala Dunia mengajarkan, tak ada tim yang otomatis menjadi juara karena nama besar. Semua harus berjuang di lapangan. Tapi di Indonesia, banyak orang yang merasa kursi-kursi penting milik "nenek moyang" mereka. Bisa jadi pejabat, asal dekat dengan kekuasaan dibanding melalui kompetensi. 

Sementara anak-anak pemilik negeri ini, berebut bangku sekolah negeri. Berebut mendapat pendidikan bermutu dengan biaya murah yang sudah menjadi hak mereka. 

Bagikan

Berita Terbaru

Bunga Masih Tinggi, Ambil KPR Sekarang atau Nanti?
| Rabu, 22 Juli 2026 | 13:18 WIB

Bunga Masih Tinggi, Ambil KPR Sekarang atau Nanti?

Saat tren bunga tinggi, apakah saat yang tepat untuk mengambil KPR? Simak saran dari perencana keuangan.

Jerat Inflasi Biaya Pendidikan, Antara Daya Beli & Hak Konstitusi
| Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00 WIB

Jerat Inflasi Biaya Pendidikan, Antara Daya Beli & Hak Konstitusi

Saat ini revisi UU Sisdiknas belum mengatur mengenai putusan MK yang mewajibkan pemerintah menggratiskan biaya pendidikan dasar.

Mengintip Risiko Dari Euforia Rebound TPIA yang Diiringi Aksi Beli Investor Asing
| Rabu, 22 Juli 2026 | 09:08 WIB

Mengintip Risiko Dari Euforia Rebound TPIA yang Diiringi Aksi Beli Investor Asing

Di tengah optimisme terhadap proyek CA-EDC, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada strategi pendanaan yang dipilih TPIA.

Saham DSSA Melejit 15,34% Sehari, Mendingan Pilih Jual atau Masih bisa Ikutan Beli?
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:32 WIB

Saham DSSA Melejit 15,34% Sehari, Mendingan Pilih Jual atau Masih bisa Ikutan Beli?

Kenaikan harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga dipicu sentimen pasar dan aksi bargain hunting.

Reli Serentak, Nasib Berbeda: Membedah Katalis di Balik Lonjakan Saham Grup Bakrie
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:30 WIB

Reli Serentak, Nasib Berbeda: Membedah Katalis di Balik Lonjakan Saham Grup Bakrie

Analis menilai penguatan serentak kelima saham Grup Bakrie tak lepas dari sentimen risk-on yang sedang menyelimuti pasar secara keseluruhan.

Perluas Akses Masyarakat Membeli Logam Mulia, ANTM Menggandeng Bank Muamalat
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:27 WIB

Perluas Akses Masyarakat Membeli Logam Mulia, ANTM Menggandeng Bank Muamalat

Kerja sama ini memperluas distribusi, memperkuat rantai pasok emas  dan meningkatkan akses terhadap emas melalui pembiayaan syariah. 

Ada Pengendali Baru dan Transformasi Bisnis, Saham PKPK Masih Akan Melanjutkan Rally?
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:08 WIB

Ada Pengendali Baru dan Transformasi Bisnis, Saham PKPK Masih Akan Melanjutkan Rally?

Rally saham  PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) yang telah berlangsung selama berbulan-bulan membuka peluang terjadinya profit taking.

Setelah Reli Panjang, Waspada Potensi Profit Taking, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:58 WIB

Setelah Reli Panjang, Waspada Potensi Profit Taking, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Setelah reli yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir, investor juga perlu mewaspadai potensi profit taking jangka pendek.

Kopi Kenangan Memacu Ekspansi Gerai di Semester II
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:19 WIB

Kopi Kenangan Memacu Ekspansi Gerai di Semester II

Perusahaan tetap berfokus merealisasikan target ekspansi yang telah ditetapkan sejak awal tahun, yakni menambah 300–400 gerai baru sepanjang 2026.

Menanti BI Rate, IHSG Rabu (22/7) Masih Punya Ruang Menguat
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:14 WIB

Menanti BI Rate, IHSG Rabu (22/7) Masih Punya Ruang Menguat

IHSG Rabu (22/7) masih berpeluang menguat, dengan level support 6.240-6.250 dan resistance di 6.390-6.400.​

INDEKS BERITA

Terpopuler