GGRM Suntik Rp 7 Triliun ke Anak Usaha Bidang Jalan Tol

Rabu, 11 Januari 2023 | 07:51 WIB
GGRM Suntik Rp 7 Triliun ke Anak Usaha Bidang Jalan Tol
[ILUSTRASI. Rokok Gudang Garam (GGRM). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/20/06/2019]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) nampak semakin serius melakukan diversifikasi bisnis. Kali ini, GGRM menyuntik modal Rp 7 triliun kepada anak usahanya yang bergerak di bisnis infrastruktur jalan, yakni PT Surya Kerta Agung (SKA).

Menilik keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/1), total modal yang disetor GGRM ke Surya Kerta Agung sebanyak 7 juta saham. Sayangnya, manajemen GGRM belum menyebutkan dengan gamblang tujuan dan maksud dari penambahan modal ini.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Rampungkan Rights Issue, ATIC Siap Lunasi Kewajiban
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Rampungkan Rights Issue, ATIC Siap Lunasi Kewajiban

Dana hasil rights issue jadi salah satu sumber pendanaan bagi ATIC untuk menyelesaikan kewajiban obligasi konversi perusahaan.​

Kinerja Mulai Membaik, Tapi Saham TOBA Masih Menukik
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Kinerja Mulai Membaik, Tapi Saham TOBA Masih Menukik

Pada Selasa (13/10), saham TOBA kembali turun 0,91% ke harga Rp 434 per saham. Dalam sebulan terakhir, saham TOBA sudah melorot 20,37%.​

WSKT Masih Rugi Rp 2,87 Triliun pada Kuartal III-2026
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04 WIB

WSKT Masih Rugi Rp 2,87 Triliun pada Kuartal III-2026

Beban pokok pendapatan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) naik menjadi Rp 7,16 triliun per September 2026, dari Rp 4,30 triliun pada September 2025.

Suku Bunga Tinggi Membebani Emiten Sektor Teknologi
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Suku Bunga Tinggi Membebani Emiten Sektor Teknologi

Suku bunga tinggi meningkatkan biaya pendanaan sekaligus menurunkan proyeksi arus kas emiten. Hal ini ikut menekan valuasi saham emiten teknologi.

Emiten Emas Melirik Pasar Domestik
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Emiten Emas Melirik Pasar Domestik

Penerapan bea keluar menjadi penyebab eksportir emas mengalihkan penjualan mereka ke pasar domestik.

Perluas Jaringan Distribusi, Potensi Permintaan Emas HRTA Diprediksi Meningkat
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Perluas Jaringan Distribusi, Potensi Permintaan Emas HRTA Diprediksi Meningkat

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) diproyeksikan membukukan pendapatan Rp 65,99 triliun dan laba bersih Rp 1,39 triliun pada 2026.

Pembiayaan Melambat, Ekspansi Bank Syariah Masih Menggeliat
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:02 WIB

Pembiayaan Melambat, Ekspansi Bank Syariah Masih Menggeliat

OJK mencatat, pembiayaan bank syariah Rp 748,7 triliun per Agustus 2026, tumbuh 11,61% secara tahunan atau year on year (YoY).

Pasar Saham Ambruk, Investor Asing Masuk
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:44 WIB

Pasar Saham Ambruk, Investor Asing Masuk

Tetap hati-hati, net buy investor asing selama tiga hari terakhir masih perlu pembuktian lebih lanjut

Dana Kelolaan Manajer Investasi Susut Rp 40 Triliun
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Dana Kelolaan Manajer Investasi Susut Rp 40 Triliun

Penurunan dana kelolaan reksadna lebih banyak dipengaruhi oleh kombinasi redemption dan penurunan nilai aset

Efisiensi Biaya Dukung Kinerja PTBA
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Efisiensi Biaya Dukung Kinerja PTBA

Saat ini PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki kuota produksi RKAB batubara yang disetujui sekitar 53 juta ton untuk 2026. 

INDEKS BERITA

Terpopuler