Harga Ayam Pulih, Emiten Unggas Dapat Angin Segar Hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:40 WIB
Harga Ayam Pulih, Emiten Unggas Dapat Angin Segar Hingga Akhir Tahun
[ILUSTRASI. Ayam Potong (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemulihan harga ayam dinilai akan membawa angin segar bagi emiten unggas. Data Mirae Asset Sekuritas yang diakses Selasa (20/10), menunjukkan bahwa harga day old chicken (DOC) naik 3,9% secara bulanan atau month on month (MoM) menjadi Rp 7.559 Per ekor pada September 2026. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juli 2023.

Sebaliknya, harga ayam broiler terkoreksi 3,2% MoM menjadi Rp 23.580 per kilogram setelah mencetak rekor pada Agustus 2026.

Adapun secara kuartalan, rata-rata harga DOC pada kuartal III-2026 mencapai Rp 6.707 per ekor, sedangkan harga ayam broiler berada di level Rp 22.197 per kilogram. Pada periode yang sama pula, salah satu bahan baku utama pakan ayam, yaitu jagung, adalah sebesar Rp 6.584 per kilogram.

Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai bahwa kenaikan harga DOC menjadi Rp 7.559 per ekor pada September 2026 dan harga broiler yang masih relatif tinggi berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten unggas seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), serta Malindo Feedmill Tbk (MAIN) bahkan juga untuk PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU).

"Pemulihan harga jual bisa memberikan ruang bagi perbaikan margin, terutama jika perusahaan mampu menjaga biaya produksi tetap terkendali," papar Alrich kepada KONTAN, Rabu (21/10).

Walaupun begitu, besarnya pemulihan laba masih akan sangat bergantung pada keseimbangan antara harga jual produk unggas dan biaya input, khususnya pakan utamanya harga jagung yang rata-rata mencapai Rp 6.584 per kilogram di kuartal III-2026.

Hal ini dapat menggerus margin jika tak diimbangi oleh harga jual ayam yang memadai.

Baca Juga: Prospek CPIN Ditopang Pemulihan Harga Unggas

Ditambah lagi, realisasi permintaan di tengah efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) pun menjadi faktor yang perlu dicermati.

Pelemahan daya beli masyarakat berpotensi membatasi konsumsi protein hewani masyarakat, sedangkan perubahan kebijakan impor dan pasokan bibit ayam bisa mempengaruhi keseimbangan pasar.

Berpotensi pulih

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Technical Rebound, Tapi Risiko Ini Masih Membayangi
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:02 WIB

IHSG Technical Rebound, Tapi Risiko Ini Masih Membayangi

IHSG masih menghadapi risiko ketidakpastian MSCI dan arus dana asing yang dapat memengaruhi keberlanjutan penguatan.

Ilusi Stabilitas BI-Rate 5,75% di Tengah Ancaman Bunga KPR dan Tekanan Daya Beli
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Ilusi Stabilitas BI-Rate 5,75% di Tengah Ancaman Bunga KPR dan Tekanan Daya Beli

Gejolak pasar keuangan, depresiasi rupiah, serta ketidakpastian suku bunga global mempersempit ruang gerak arus modal bagi emiten.

Alokasi Pasokan & Harga Gas Kembali Menjadi Sorotan Pelaku Industri
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Alokasi Pasokan & Harga Gas Kembali Menjadi Sorotan Pelaku Industri

Pasokan gas yang andal dan kompetitif untuk memenuhi kebutuhan industri perlu penguatan infrastuktur dari hulu ke hilir​

Harga Ayam Pulih, Emiten Unggas Dapat Angin Segar Hingga Akhir Tahun
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Harga Ayam Pulih, Emiten Unggas Dapat Angin Segar Hingga Akhir Tahun

Pemulihan harga jual bisa memberikan ruang bagi perbaikan margin, terutama jika perusahaan mampu menjaga biaya produksi tetap terkendali.

Antara Kebijakan Pemerintah dan MSCI, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Antara Kebijakan Pemerintah dan MSCI, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

Namun, indeks masih menghadapi risiko ketidakpastian MSCI dan arus dana asing yang dapat memengaruhi keberlanjutan penguatan.

Intip Peluang Cuan dari Imbal Hasil Dividen Saat Pasar Tertekan
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:21 WIB

Intip Peluang Cuan dari Imbal Hasil Dividen Saat Pasar Tertekan

Sejumlah emiten berpotensi menawarkan dividend yield dua digit, seiring penurunan harga saham belakangan ini.

Prospek Jangka Panjang PGEO Kian Menarik Di tengah Masifnya Proyek Pembangkit
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Prospek Jangka Panjang PGEO Kian Menarik Di tengah Masifnya Proyek Pembangkit

Investor perlu melihat realisasi proyek-proyek yang saat ini berjalan, jika tidak ada hambatan dan sesuai dengan timeline.

Dilema Akuisisi MEDC di Kutai: Cadangan Gas Melesat, Risiko Keuangan Meningkat?
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Dilema Akuisisi MEDC di Kutai: Cadangan Gas Melesat, Risiko Keuangan Meningkat?

Produksi dari aset Kutai diperkirakan meningkat secara bertahap dan berpotensi melampaui 40.000 barel setara minyak per hari mulai 2033.

SILO Caplok Tiga Perusahaan Senilai Rp 828,6 Miliar
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:09 WIB

SILO Caplok Tiga Perusahaan Senilai Rp 828,6 Miliar

Ketiga perusahaan ini bagian dari rencana akuisisi 14 entitas yang terafiliasi dengan aset First Real Estate Investment Trust (First REIT). ​

MBSS Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Buyback Saham
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:00 WIB

MBSS Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Buyback Saham

Aksi korporasi ini akan dilaksanakan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.​

INDEKS BERITA

Terpopuler