Harga Emas Dunia Kembali Menguat, Disarankan Beli Bertahap

Senin, 19 Oktober 2026 | 05:54 WIB
Harga Emas Dunia Kembali Menguat, Disarankan Beli Bertahap
[ILUSTRASI. Harga Emas Turun (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan harga emas dunia terjadi di tengah dinamisnya kondisi pasar keuangan, pasca penurunan yield US treasury sekitar 12 basis (bps) hingga 15 bps di seluruh tenor. Jumat (16/10), harga emas untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.178 per ons troi, naik 0,19% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.170,10 per ons troi.

Harga emas naik, dan stabil di atas level US$ 4.170 per ons troi setelah naik lebih dari 1,6% kemarin. Aksi jual saham mendorong investor ke obligasi sehingga yield obligasi sedikit turun.Penguatan tersebut terjadi di tengah meredanya tekanan di pasar obligasi global.

Aksi jual saham mendorong investor beralih ke obligasi sehingga imbal hasil atau yield obligasi sedikit menurun. Kondisi ini turut menopang daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar keuangan.

Baca Juga: Harga Emas Lunglai, Industri Gadai Dorong Ekspansi

Melihat kondisi ini, prospek kenaikan harga emas belum sepenuhnya bebas dari tantangan. Analis Komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, penguatan emas dalam jangka pendek masih berpotensi berlanjut, tetapi investor perlu mencermati sejumlah faktor yang dapat membatasi ruang kenaikannya.

Menurut dia, kenaikan harga emas belakangan ini antara lain merespons meredanya gejolak di pasar obligasi pemerintah global.

Data inflasi Amerika Serikat (AS), baik indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) maupun indeks harga produsen atau producer price index (PPI), yang dirilis sepanjang pekan ini menunjukkan kenaikan lebih tinggi daripada perkiraan.

Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi pergerakan emas, mengingat arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) dan ekspektasi suku bunga AS masih menjadi faktor penting yang diperhatikan pelaku pasar.

“Jangka pendek mungkin, namun saya melihat kenaikan ini merespons meredanya gejolak obligasi pemerintah global. Sedangkan data inflasi baik CPI maupun PPI AS yang telah dirilis pekan ini menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan,” ujar Lukman kepada KONTAN, Jumat (16/10).

Pengamat Komoditas sekaligus Pendiri Traderindo Wahyu Tribowo Laksono pun memandang bahwa tren penguatan harga emas cenderung akan fluktuatif dan menguat terbatas dalam jangka pendek.

Dia juga menjabarkan bahwa lonjakan tajam lebih dari 1,6% yang terjadi sehari sebelumnya menandakan adanya aksi beli (mass buying) institusional yang kuat untuk mengamankan posisi (hedging).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Dua Inisiatif Lagi Demi Merayu MSCI
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Dua Inisiatif Lagi Demi Merayu MSCI

Inisiatif tersebut ialah menambah informasi status afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan 1% dan mengeluarkan saham HSC dari perhitungan IHSG.

Terhadang Kebijakan Tarif di AS, WOOD Membidik Pelanggan Furnitur dari Eropa
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Terhadang Kebijakan Tarif di AS, WOOD Membidik Pelanggan Furnitur dari Eropa

Untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) melakukan diversifikasi.

Waspada Kemampuan Bayar Utang Pemda
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:39 WIB

Waspada Kemampuan Bayar Utang Pemda

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 198 pemda atau 36,26% di 2025, berpotensi menghadapi kesulitan pembayaran utang jangka pendek

Siantar Top (STTP) Membidik Pertumbuhan Dua Digit di 2026
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Siantar Top (STTP) Membidik Pertumbuhan Dua Digit di 2026

PT Siantar Top Tbk (STTP) memperluas pasar ekspor dan mengincar pertumbuhan lebih kencang pada tahun ini

43 Saham Indonesia Masih Bertahan di Indeks MSCI, AVIA dan MAPI Rawan Dievaluasi
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:37 WIB

43 Saham Indonesia Masih Bertahan di Indeks MSCI, AVIA dan MAPI Rawan Dievaluasi

Saham dengan volatilitas tinggi berpotensi menghadapi tekanan lebih besar ketika investor asing mengurangi eksposur terhadap pasar Indonesia.

Investasi Sulit Melaju Lebih Kencang
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Investasi Sulit Melaju Lebih Kencang

 Realisasi investasi pada kuartal III-2026 masih tumbuh di kisaran 7% secara tahunan                

Pasokan Gas Industri Masih Jadi Polemik
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:36 WIB

Pasokan Gas Industri Masih Jadi Polemik

Pembatasan pasokan gas industri mulai berdampak pada sektor industri. Industri keramik, misalnya, memangkas produksi hingga 50%.

Rupiah pada Selasa (20/10) Masih Akan Tertekan
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah pada Selasa (20/10) Masih Akan Tertekan

Rupiah di pasar spot ditutup melemah -0,11% secara harian ke level Rp 18.046 per dolar Amerika Serikat (AS) pada  Senin (19/10)

Harga Minyak Memanas, Prospek MEDC Makin Ngegas
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Harga Minyak Memanas, Prospek MEDC Makin Ngegas

Tren kenaikan harga minyak mentah dunia masih terus berlanjut seiring memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah

EMAS Percepat Pembangunan Fasilitas Pengolahan Emas
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:25 WIB

EMAS Percepat Pembangunan Fasilitas Pengolahan Emas

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berupaya mengakselerasi proyek Tambang Emas Pani dengan menambah fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) menjadi dua

INDEKS BERITA

Terpopuler