Harga Emas Dunia Kembali Menguat, Disarankan Beli Bertahap
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan harga emas dunia terjadi di tengah dinamisnya kondisi pasar keuangan, pasca penurunan yield US treasury sekitar 12 basis (bps) hingga 15 bps di seluruh tenor. Jumat (16/10), harga emas untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.178 per ons troi, naik 0,19% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.170,10 per ons troi.
Harga emas naik, dan stabil di atas level US$ 4.170 per ons troi setelah naik lebih dari 1,6% kemarin. Aksi jual saham mendorong investor ke obligasi sehingga yield obligasi sedikit turun.Penguatan tersebut terjadi di tengah meredanya tekanan di pasar obligasi global.
Aksi jual saham mendorong investor beralih ke obligasi sehingga imbal hasil atau yield obligasi sedikit menurun. Kondisi ini turut menopang daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar keuangan.
Baca Juga: Harga Emas Lunglai, Industri Gadai Dorong Ekspansi
Melihat kondisi ini, prospek kenaikan harga emas belum sepenuhnya bebas dari tantangan. Analis Komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, penguatan emas dalam jangka pendek masih berpotensi berlanjut, tetapi investor perlu mencermati sejumlah faktor yang dapat membatasi ruang kenaikannya.
Menurut dia, kenaikan harga emas belakangan ini antara lain merespons meredanya gejolak di pasar obligasi pemerintah global.
Data inflasi Amerika Serikat (AS), baik indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) maupun indeks harga produsen atau producer price index (PPI), yang dirilis sepanjang pekan ini menunjukkan kenaikan lebih tinggi daripada perkiraan.
Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi pergerakan emas, mengingat arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) dan ekspektasi suku bunga AS masih menjadi faktor penting yang diperhatikan pelaku pasar.
“Jangka pendek mungkin, namun saya melihat kenaikan ini merespons meredanya gejolak obligasi pemerintah global. Sedangkan data inflasi baik CPI maupun PPI AS yang telah dirilis pekan ini menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan,” ujar Lukman kepada KONTAN, Jumat (16/10).
Pengamat Komoditas sekaligus Pendiri Traderindo Wahyu Tribowo Laksono pun memandang bahwa tren penguatan harga emas cenderung akan fluktuatif dan menguat terbatas dalam jangka pendek.
Dia juga menjabarkan bahwa lonjakan tajam lebih dari 1,6% yang terjadi sehari sebelumnya menandakan adanya aksi beli (mass buying) institusional yang kuat untuk mengamankan posisi (hedging).
