Harga Minyak Memanas, Konsumen Melirik Kendaraan Listrik

Rabu, 18 Maret 2026 | 11:05 WIB
Harga Minyak Memanas, Konsumen Melirik Kendaraan Listrik
[]
Reporter: Zendy Pradana | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak bisa dihindari di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Imbasnya, peralihan kendaraan konvensional BBM ke kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) diprediksikan mengalami lonjakan dalam beberapa waktu ke depan.

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengatakan minat kendaraan listrik akan mengalami lonjakan apabila harga BBM tak terkendali imbas konflik di Timur Tengah.

"Secara umum, pada awal tahun terjadi lonjakan penjualan sangat signifikan. Apalagi dengan melonjaknya harga minyak, dapat dipastikan migrasi ke EV akan semakin kuat lagi," ucap Moeldoko kepada KONTAN, Selasa (17/3).

Baca Juga: Permintaan Kendaraan Listrik Memacu Saham Emiten Nikel

Meski begitu, Periklindo belum bisa memastikan secara rinci tren penjualan kendaraan listrik ketika harga minyak mentah meroket.

"Tidak bisa dipastikan akurasinya tetep melihat tren, bisa-bisa dua kali lipat saat ini, bahkan lebih," kata dia.

Periklindo menyebutkan bahwa daya beli masyarakat saat ini juga masih menjadi tolok ukur untuk memproyeksikan peningkatan tren penjualan kendaraan listrik.

Berdasarkan data yang diterima, penjualan battery electric vehicle (BEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pada awal tahun 2026 mengalami lonjakan yang positif.

BEV mengalami peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat. Penjualan mobil listrik murni (BEV) pada Januari 2026 mencapai 10.211 unit, hampir empat kali lipat dibandingkan Januari 2025. Kemudian, total penjualan BEV selama Januari-Februari 2026 bahkan diperkirakan mencapai 22.500 unit, memberikan pangsa pasar 15% dari total penjualan mobil nasional.

Selanjutnya untuk penjualan PHEV mengalami pertumbuhan yang eksplosif. Sebab, segmen PHEV mencatat pertumbuhan paling spektakuler secara persentase.

Penjualan PHEV pada Januari 2026 sebanyak 502 unit, melonjak lebih dari 3.000% dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun lalu, meskipun secara volume masih rendah.

Sedangkan untuk penjualan hybrid electric vehicle (HEV) relatif stabil di angka 4.195 unit. Namun pangsanya terhadap total pasar elektrifikasi turun drastis dari 61,9% pada Januari 2025 menjadi 28,1% di Januari 2026, menunjukkan pergeseran preferensi konsumen ke BEV. Adapun merek dominan yang mengalami tren penjualan positif di segmen BEV adalah BYD. Sebab, BYD mencatatkan penjualan lebih dari 10.000 unit pada Januari-Februari 2026.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto mengatakan, minat pembelian kendaraan listrik akan tetap terjaga di tengah meroketnya harga BBM.

Menurut dia, masyarakat Indonesia akan lebih memilih EV dengan baterai (BEV) yang lebih terjangkau harganya.

Dia menjelaskan, peningkatan penjualan kendaraan listrik belum bisa dipastikan akan terjadi signifikan. Namun Jongkie memastikan akan ada peningkatan saat harga minyak global melonjak tinggi. "Mungkin kenaikannya tak signifikan, tapi pasti ada peningkatan," kata Jongkie.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Surplus Dagang Indonesia Tersisa US$ 89,1 Juta Saja, Terendah Dalam 6 Tahun
| Selasa, 02 Juni 2026 | 19:54 WIB

Surplus Dagang Indonesia Tersisa US$ 89,1 Juta Saja, Terendah Dalam 6 Tahun

Surplus neraca dagang RI hanya US$ 89,1 juta di April 2026, terendah sejak Mei 2020. Pahami penyebab anjloknya surplus perdagangan.

Bukan Cuma Pangan, Ini Komoditas Pemicu Laju Inflasi Mei 2026
| Selasa, 02 Juni 2026 | 16:59 WIB

Bukan Cuma Pangan, Ini Komoditas Pemicu Laju Inflasi Mei 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 0,28% secara bulanan pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2026 yang sebesar 0,13%.

Saham Prajogo Pangestu Terbang Seiring Rebalancing MSCI, Mana yang Menarik Dicermati?
| Selasa, 02 Juni 2026 | 09:29 WIB

Saham Prajogo Pangestu Terbang Seiring Rebalancing MSCI, Mana yang Menarik Dicermati?

Pergerakan saham-saham terafiliasi Prajogo Pangestu masih akan dipengaruhi aksi fund manager yang menyesuaikan portofolio.

ESG HMSP: Ketika Warung Naik Kelas Lewat Bimbingan SRC
| Selasa, 02 Juni 2026 | 09:19 WIB

ESG HMSP: Ketika Warung Naik Kelas Lewat Bimbingan SRC

Warung kelontong anggota SRC disebut mampu meningkatkan omzet setelah mendapat pendampingan dan akses digital. Ekosistem

Baru Satu IPO Hingga Tengah Tahun Saat IHSG Jeblok, Ada Apa di Pasar Saham Indonesia?
| Selasa, 02 Juni 2026 | 09:18 WIB

Baru Satu IPO Hingga Tengah Tahun Saat IHSG Jeblok, Ada Apa di Pasar Saham Indonesia?

Di tengah pelemahan pasar ini, suntikan dana baru dari aksi initial public offering (IPO) perusahaan besar juga belum terlihat.

Peluang dari Koreksi Indeks Kompas100
| Selasa, 02 Juni 2026 | 08:46 WIB

Peluang dari Koreksi Indeks Kompas100

Indeks Kompas100 ambles lebih dalam dari IHSG. Tapi, analis melihat ada sinyal rebound. Simak sektor & saham pilihan yang siap bangkit!

Banyaknya Hari Libur Memoles Kinerja Jasa Marga (JSMR)
| Selasa, 02 Juni 2026 | 08:41 WIB

Banyaknya Hari Libur Memoles Kinerja Jasa Marga (JSMR)

Volume lalu lintas tol melonjak hampir 20% saat libur Iduladha. Namun, ada beban keuangan yang mengancam kinerja JSMR. Pelajari selengkapnya.

Berupaya Mengalap Berkah dari Tayangan Siaran Piala Dunia, Simak Prospek Saham WIFI
| Selasa, 02 Juni 2026 | 08:20 WIB

Berupaya Mengalap Berkah dari Tayangan Siaran Piala Dunia, Simak Prospek Saham WIFI

Kontribusi dari gelaran Piala Dunia 2026 terhadap pendapatan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) diperkirakan terbatas.

Bisnis Data Center Menopang Penjualan Lahan Kawasan Industri
| Selasa, 02 Juni 2026 | 07:34 WIB

Bisnis Data Center Menopang Penjualan Lahan Kawasan Industri

Penjualan lahan industri pada awal 2026 dinilai masih bertumbuh kuat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Mengantisipasi Kemunculan Black Swan di Bursa Saham
| Selasa, 02 Juni 2026 | 07:30 WIB

Mengantisipasi Kemunculan Black Swan di Bursa Saham

Bahkan ahli ekonomi dunia gagal memprediksi Black Swan. Jangan biarkan Anda menjadi korban berikutnya. Kenali risiko dan peluangnya sekarang.

INDEKS BERITA

Terpopuler