Hasil Marketing Sales CTRA Naik Dua Digit

Kamis, 19 Januari 2023 | 15:50 WIB
Hasil Marketing Sales CTRA Naik Dua Digit
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp 8,2 triliun sepanjang 2022. Nilai ini naik 11% dibandingkan realisasi tahun 2021 lalu.

Head of Investor Relation CTRA Aditya Ciputra Sastrawinata mengatakan, pertumbuhan marketing sales CTRA tersebut melebihi target manajemen. Pada awal 2022, CTRA hanya membidik target marketing sales 5%.

Aditya mengatakan, dari sisi metode pembayaran, semakin banyak pembeli yang menggunakan skema kredit pemilikan rumah (KPR) untuk membiayai pembelian unitnya. "Komposisinya naik dari 58% dari total marketing sales di 2021 menjadi 62% dari total marketing sales di 2022," ujar dia kepada KONTAN. 

Baca Juga: Pada Tahun Lalu, Ciputra Development (CTRA) Raih Marketing Sales Rp 8,2 Triliun

Menurut Aditya, angka tersebut merupakan level tertinggi dalam sejarah perusahaan. Karena itu, CTRA menilai perbankan masih memiliki ambisi membesarkan portofolio KPR mereka dengan cara menjaga suku bunga KPR, agar tetap terjangkau bagi pembeli.

Berdasarkan  tipe produknya, perumahan dan ruko menjadi sumber pertumbuhan yang menyumbang 96% dari total marketing sales CTRA. Kondisi ini berbanding terbalik dengan melemahnya  penjualan segmen apartemen dan perkantoran.

Aditya merinci, produk perumahan menjadi kontributor utama dan menyumbang marketing sales 79%. Disusul ruko 17%, apartemen 3%, dan perkantoran 1%. Untuk tahun ini, manajemen CTRA masih dapat memberikan rincian target kinerja. Yang jelas, CTRA akan tetap ekspansif meluncurkan produk-produk baru.

CTRA berencana merilis dua hingga tiga proyek baru yang berlokasi di Serpong, Sentul, dan Medan. Dalam waktu dekat, CTRA akan meluncurkan proyek barunya, yakni perumahan Citra Garden Serpong. 

Sesuai proyeksi

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dalam riset Selasa (17/1) mengatakan, marketing sales CTRA di kuartal IV sebesar Rp 1,7 triliun. Angka itu turun 34% secara kuartalan (qoq) dan 30% secara tahunan (yoy). Namun, pertumbuhan marketing sales sepanjang 2022 masih sejalan dengan perkiraan analis. "Angka marketing sales tersebut memenuhi 104% dari target target revisi perusahaan yang mencapai 98%, tetapi di atas target awal 2022 sebesar 106%," jelas Victor.

Baca Juga: Valuasinya Murah, Cermati Saham-Saham Properti yang Layak Dikoleksi

Sebagai pengingat, CTRA merevisi naik target marketing sales menjadi Rp 8,4 triliun di 2022. Sebelumnya, target awal marketing sales CTRA sebesar Rp 7,8 triliun.

Victor menambahkan, capaian marketing sales CTRA salah satunya didorong penjualan di Sumatera yang masih kuat. Hal tersebut didukung proyek barunya, CitraLand Tanjung Morawa KDM yang menyumbangkan sepertiga dari marketing sales kuartal IV di tahun 2022.

Lalu dikombinasikan dengan penjualan yang kuat dari proyek andalan di Medan, CitraLand Gama City membukukan marketing sales sebesar Rp 2 triliun, tumbuh 5% secara tahunan dengan kontribusi 24% dari total marketing sales di 2022. Segmen yang berkinerja baik ialah produk ruko yang naik dua kali lipat secara tahunan. "Pertumbuhan penjualan properti dengan pembayaran KPR sejalan dengan ekspektasi kami karena kami yakin suku bunga KPR akan tetap rendah meskipun suku bunga acuan lebih tinggi," lanjut Victor. 

Untuk itu, Victor rekomendasi beli saham CTRA dengan target harga Rp 1.650 per saham. Rabu (18/1), saham CTRA ditutup naik 2,25% di Rp 910 per saham.                

Baca Juga: Suku Bunga Naik pada 2023, Simak Rekomendasi Saham Ciputra Development (CTRA)

Bagikan

Berita Terbaru

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:56 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 5,03%.

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:55 WIB

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan

Perubahan aturan impor bahan baku pakan ternak, berpotensi memberi tekanan jangka pendek pada margin industri perunggasan.

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:17 WIB

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial

UMA, suspensi, dan PPK tidak pernah disertai penjelasan substantif mengenai jenis anomali, tingkat risiko, atau parameter yang dilanggar.

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:02 WIB

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan

BEI menegaskan, jika kenaikan free float 15% diterapkan, ada 267 emiten yang belum bisa memenuhi ketentuan.​

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:49 WIB

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental

Prospek emiten penghuni indeks LQ45 dinilai cukup positif seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berfundamental kuat.

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)

Bank Dunia yang menilai, Indonesia berisiko sulit keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:27 WIB

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja

Dalam sebulan terakhir, harga minyak mentah jenis WTI dan Brent melejit hampir 10%. Ini jadi sentimen positif bagi prospek kinerja emiten migas.

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:20 WIB

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel

Kendati volume produksi dan penjualan emas merosot pada 2025, segmen nikel dan bauksit PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami pertumbuhan tinggi. 

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:10 WIB

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham

Dari keempat emiten Grup Barito tersebut, TPIA dan BREN mengalokasikan dana paling jumbo untuk buyback saham, yakni masing-masing Rp 2 triliun.

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham di Saratoga (SRTG)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 08:59 WIB

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham di Saratoga (SRTG)

Total dana yang dikucurkan Edwin dalam transaksi tersebut Rp 2,47 miliar. Nilai transaksi pertama Rp 796,09 juta dan kedua Rp 1,68 miliar. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler