Hati-Hati di Balik Kontrak PSEL 30 Tahun

Senin, 27 Juli 2026 | 07:24 WIB
Hati-Hati di Balik Kontrak PSEL 30 Tahun
[ILUSTRASI. Peninjauan TPA Galuga Bogor untuk pembangunan PSEL (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)]
Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepastian kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) hingga 30 tahun membuat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin menarik bagi investor. Namun, di balik kepastian tersebut, ekonom mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi beban fiskal jangka panjang yang dapat muncul apabila skema kontrak tidak dirancang secara cermat.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar mengatakan, program yang didukung Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 ini menjadi angin segar bagi pengembangan ekosistem ketenagalistrikan sekaligus pengelolaan sampah di Indonesia. PLN pun menyatakan siap menyerap seluruh listrik yang dihasilkan pengembang PSEL guna memperkuat bauran energi nasional.

Baca Juga: Jadi Mitra Proyek PSEL, BNBR Siap Diversifikasi Usaha

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Rupiah Menanti Arah FOMC pada Senin (14/9)
| Senin, 14 September 2026 | 06:55 WIB

Rupiah Menanti Arah FOMC pada Senin (14/9)

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi diwarnai aksi wait and see pelaku pasar jelang rapat FOMC.

Pendapatan Melesat Ribuan Persen, Laba INET Melejit 340% Pada Semester I-2026
| Senin, 14 September 2026 | 06:47 WIB

Pendapatan Melesat Ribuan Persen, Laba INET Melejit 340% Pada Semester I-2026

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat lonjakan pendapatan dan laba bersih pada semester I-2026.

Penawaran Sukuk Tuntas, SMDR Meraup Dana Segar Rp 1,75 Triliun
| Senin, 14 September 2026 | 06:44 WIB

Penawaran Sukuk Tuntas, SMDR Meraup Dana Segar Rp 1,75 Triliun

Dari target penawaran sebesar Rp 2 triliun, dana yang berhasil dihimpun PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)  dari PUB Rp 1,75 triliun.​

Mengawali Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (14/9)
| Senin, 14 September 2026 | 06:44 WIB

Mengawali Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (14/9)

Investor mencermati hasil pertemuan dewan gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed dalam FOMC.

Emiten Cari Modal Baru Lewat Rights Issue
| Senin, 14 September 2026 | 06:38 WIB

Emiten Cari Modal Baru Lewat Rights Issue

Pendanaan ekuitas dinilai jauh lebih realistis ketimbang utang berbunga yang justru akan membebani neraca keuangan emiten.

Sentimen Bunga The Fed Menekan Harga Logam Mulia
| Senin, 14 September 2026 | 06:30 WIB

Sentimen Bunga The Fed Menekan Harga Logam Mulia

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot berada di US$ 4.408.9 per ons troi pada Jumat (11/9), turun 1,51% dalam sepekan. 

Dana Pemda Ditarik, Likuiditas BPD Tercekik
| Senin, 14 September 2026 | 06:20 WIB

Dana Pemda Ditarik, Likuiditas BPD Tercekik

BPD khawatir dampak penerapan kebijakan pemerintah pusat menarik duit pemda di bank.                   

Masih Banyak Sentimen Negatif, IHSG Sulit Keluar dari Tekanan
| Senin, 14 September 2026 | 06:11 WIB

Masih Banyak Sentimen Negatif, IHSG Sulit Keluar dari Tekanan

Peluang IHSG memperbaiki kinerja di pekan ini, juga diproyeksi terbatas. Ada sejumlah sentimen dari eksternal yang jadi pemicunya. ​

Menanti Arah Bunga Acuan
| Senin, 14 September 2026 | 06:10 WIB

Menanti Arah Bunga Acuan

Andai bunga The Fed naik pekan ini, siap-siap era pengetatan moneter datang lagi dan dampaknya mungkin akan menekan ekonomi.

Bank Mengalihkan Likuiditas ke Kredit
| Senin, 14 September 2026 | 06:05 WIB

Bank Mengalihkan Likuiditas ke Kredit

Berdasarkan data per Agustus 2026, kepemilikan SRBI oleh bank tercatat sebesar Rp 618,76 triliun, turun 0,45% secara bulanan.

INDEKS BERITA

Terpopuler