Hoki Baru Korporasi Teknologi Dunia

Sabtu, 12 Agustus 2023 | 04:10 WIB
Hoki Baru Korporasi Teknologi Dunia
[]
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri teknologi menjadi salah satu sektor yang mencetak kinerja paling baik di periode April-Juni 2023. Sebagian besar mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit.

Yang terbaru, Kamis (10/8), raksasa e-commerce China, Alibaba, mengumumkan pendapatan sebesar 234,16 miliar yuan, naik 13,91% secara tahunan. Ini merupakan pertumbuhan pendapatan tahunan terbesar sejak kuartal yang berakhir di September 2021.

Alibaba juga mencetak laba bersih  34,33 miliar yuan,  naik 50,98% secara tahunan. "Rata-rata investor sudah memprediksi kinerja yang baik, tapi perusahaan ini mencetak kinerja lebih baik, terutama di laba yang melebihi ekspektasi," kata Alicia Yap, analis Citi Bank, seperti ditulis  Reuters, Jumat (11/8). 

Baca Juga: Wall Street Terjun, Saham Pertumbuhan Jatuh Setelah Rilis Data Harga Produsen

Sebelumnya, sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) juga mencetak kinerja keuangan melebihi ekspektasi di kuartal yang berakhir Juni 2023. 
Amazon, misalnya, membukukan laba US$ 6,57 miliar pada kuartal yang berakhir Juni 2023. Di periode sama tahun 2022, Amazon mencetak kerugian US$ 2,03 miliar.

Menurut CEO Amazon Andy Jassy, kinerja perusahaan ini naik antara lain karena belanja konsumen secara ritel meningkat. 

Meta juga sukses mencetak pertumbuhan kinerja di atas ekspektasi. Perusahaan induk Facebook ini mencatatkan peningkatan laba sebesar 16,46% menjadi US$ 7,79 miliar. Laba per saham meningkat dari US$ 2,46 jadi US$ 2,98.

Bisnis awan dan AI

Alphabet dan Microsoft juga berhasil membukukan pertumbuhan kinerja melebihi ekspektasi pelaku pasar. Laba Alphabet meningkat 14,79% menjadi US$ 18,37 miliar. Sedang laba bersih Microsoft melesat 19,96% jadi US$ 20,08 miliar.

Yang menarik, perusahaan teknologi tersebut memiliki hoki baru sumber cuan, tak lagi didorong bisnis yang awalnya membuat mereka tenar. Amazon yang dulunya dikenal sebagai marketplace, kini lebih banyak didorong bisnis cloud.

Baca Juga: Gencar Ekspansi, Bisnis Grup Astra Kini Kian Beragam

Amazon Web Services (AWS), bisnis cloud Amazon, mencetak pertumbuhan 12% di kuartal dua lalu. Pertumbuhan segmen ini merupakan yang tertinggi. " Pelanggan mulai beralih dari optimalisasi biaya ke penerapan beban kerja baru," kata Jassy dalam rilis resmi.

Kinerja Alphabet, yang dulunya mengandalkan pendapatan dari mesin pencari Google dan pendapatan iklan. Kini, bisnis cloud jadi salah satu pendorong utama kinerja. Google Cloud sukses mencetak laba operasional US$ 395 juta dari rugi US$ 590 juta di Juni 2022.

Microsoft yang terkenal sebagai produsen perangkat lunak merek Windows itu kini juga mengandalkan bisnis cloud. CEO Microsoft Satya Nadella menyebut, pendapatan dari segmen Cloud berkontribusi sebesar US$ 30,3 miliar, naik 21% secara tahunan. 

Selain itu, Microsoft kini banyak berinvestasi di kecerdasan buatan atawa artificial intelligence (AI). Namun belum jelas kontribusi bisnis AI ke Microsoft. 

Yang jelas perusahaan teknologi lain juga mulai fokus mengembangkan AI. Ini antara lain dilakukan Alphabet. "Kami memperkirakan, ada peningkatan investasi di infrastruktur kami. Nilai investasi terus tumbuh," kata Ruth Porat, Chief Financial Officer Alphabet.

Meta juga tengah mengembangkan AI. "Kami memiliki peta jalan yang menarik dengan produk AI baru dalam pipeline," kata Mark Zuckenberg, CEO Meta.

Baca Juga: Stockbit & Fullerton Resmikan Perusahaan Manajer Investasi Grow Investments

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?
| Jumat, 30 Januari 2026 | 16:19 WIB

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?

Perubahan lanskap geopolitik, hingga kebijakan energi berbagai negara menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum sektor komoditas.

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)
| Jumat, 30 Januari 2026 | 09:00 WIB

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)

Pertumbuhan laba PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di tahun ini akan didorong pemulihan pendapatan lintas segmen dan kontribusi bisnis obat resep.

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:52 WIB

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menghadirkan NEKA, merek usaha baru yang menyediakan aneka kebutuhan rumah dan gaya hidup.

Genjot Kinerja, Emiten Suntik Modal untuk Anak Usaha
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:42 WIB

Genjot Kinerja, Emiten Suntik Modal untuk Anak Usaha

Emiten berharap suntikan modal ke anak usaha bisa berefek positif ke kinerja perusahaan di masa mendatang. 

Rogoh Kocek Dana Rp 250 Miliar, Rukun Raharja (RAJA) Menggelar Buyback Saham
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:33 WIB

Rogoh Kocek Dana Rp 250 Miliar, Rukun Raharja (RAJA) Menggelar Buyback Saham

Buyback saham dilaksanakan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) selama periode 29 Januari 2026 sampai dengan 28 April 2026. ​

Volume Produksi Meningkat, Laba Darma Henwa (DEWA) Melesat di Sembilan Bulan 2025
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:27 WIB

Volume Produksi Meningkat, Laba Darma Henwa (DEWA) Melesat di Sembilan Bulan 2025

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencetak pertumbuhan kinerja pendapatan dan laba bersih selama periode Januari–September 2025.​

Dana Saham Lari ke Emas? Simak Proyeksi Harga Emas di 2026
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:50 WIB

Dana Saham Lari ke Emas? Simak Proyeksi Harga Emas di 2026

Emas batangan Antam capai Rp 3,16 juta per gram. Proyeksi di 2026 harga emas Antam akan sentuh Rp 4,2 juta per gram.

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Sell Off Saham
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:45 WIB

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Sell Off Saham

Rupiah melemah ke 16.755 per dolar AS, dipicu sell off asing dan sinyal The Fed. Cermati proyeksinya pada Jumat (30/1)

Sektor Manufaktur Bakal Jadi Penopang Penyaluran Kredit Baru
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:35 WIB

Sektor Manufaktur Bakal Jadi Penopang Penyaluran Kredit Baru

Prospek penyaluran kredit di sektor industri pengolahan atau manufaktur diprediksi akan bergairah pada kuartal pertama tahun ini. ​

Melihat Efek Penarikan Dana SAL ke Likuiditas
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:30 WIB

Melihat Efek Penarikan Dana SAL ke Likuiditas

​Dana SAL yang baru ditempatkan dari Himbara kini ditarik kembali, memunculkan kekhawatiran di sektor perbankan.

INDEKS BERITA

Terpopuler