Indonesia Berpeluang Jadi Destinasi Investasi Migas

Sabtu, 26 April 2025 | 06:10 WIB
Indonesia Berpeluang Jadi Destinasi Investasi Migas
[ILUSTRASI. Pengeboran migas Pertamina Hulu Rokan.]
Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemerintah masih terus mengupayakan aliran investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas). Untuk itu, Indonesian Petroleum Association (IPA) meminta pemerintah memperhatikan sejumlah hal, mulai dari keekonomian, iklim investasi hingga kondisi sosial politik. 

Senior Manager Exploration Petronas Indonesia Ruszaidi B. Kahar memaparkan Indonesia memiliki keunggulan sumber daya. Berdasarkan data SKK Migas, terdapat 65 cekungan sedimen (basin) potensial yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Ini menjadi pilihan menarik bagi perusahaan energi global.

"Indonesia termasuk beruntung karena letaknya cukup strategis dengan sumber daya alam berlimpah," ujar dia di acara IPA Convex 2025, Kamis (24/4).

Baca Juga: 40 Investor Melirik Hulu Migas Indonesia

Tak hanya jumlah cadangan, keekonomian lapangan migas juga menjadi sorotan. Investor akan memperhatikan harga jual produk serta kepastian pasar off-taker yang dapat memastikan proyeksi pengembalian modal yang menarik.

Selain aspek ekonomi, stabilitas politik juga sangat diperhitungkan. Di samping itu, kebijakan fiskal yang fleksibel perlu diterapkan berdasarkan karakteristik wilayah kerja.

Jika ini diterapkan, Indonesia semakin dipandang sebagai destinasi investasi migas yang prospektif.

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Menilik Target Harga Saham JPFA dan CPIN di Tengah Ekspansi Kuota Protein Nasional
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:57 WIB

Menilik Target Harga Saham JPFA dan CPIN di Tengah Ekspansi Kuota Protein Nasional

Akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan momen seasonal jadi amunisi pertumbuhan industri poultry.

Target FLPP Meleset, Ini Kata Pengembang
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:30 WIB

Target FLPP Meleset, Ini Kata Pengembang

Kendala pembangunan rumah subsidi saat ini mencakup keterbatasan lahan, lonjakan harga material, hingga margin pengembang yang semakin tertekan.

Menakar Realisasi Akuisisi BULL oleh Grup Sinarmas, Antara Spekulasi & Tekanan Bunga
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:29 WIB

Menakar Realisasi Akuisisi BULL oleh Grup Sinarmas, Antara Spekulasi & Tekanan Bunga

Ada risiko koreksi yang cukup dalam apabila proses transaksi akuisisi BULL pada akhirnya hanya sebatas rumor belaka.

Diamond Citra Propertindo (DADA) Menangkap Potensi Bisnis Hunian Tapak
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:20 WIB

Diamond Citra Propertindo (DADA) Menangkap Potensi Bisnis Hunian Tapak

Selama ini, perusahaan tersebut dikenal cukup kuat di segmen properti bertingkat atawa high rise dan strata title.

ARA 18 Hari Beruntun Bikin Saham RLCO Melesat 2.286% Sejak IPO, Masih Layak Beli?
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:11 WIB

ARA 18 Hari Beruntun Bikin Saham RLCO Melesat 2.286% Sejak IPO, Masih Layak Beli?

RLCO sebelumnya mendapatkan negative covenant dari Bank BRI dan Bank Mandiri karena rasio utang belum memenuhi rasio keuangan yang dipersyaratkan.

Industri Kaca Bidik Pertumbuhan Positif di Tahun 2026
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:10 WIB

Industri Kaca Bidik Pertumbuhan Positif di Tahun 2026

Pasar dalam negeri masih menjadi tumpuan bagi industri gelas kaca. APGI pun berharap, tingkat konsumsi dan daya beli bisa membaik.

Harga Tembaga Kian Menyala di Tahun Kuda Api
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:04 WIB

Harga Tembaga Kian Menyala di Tahun Kuda Api

Harga tembaga seakan tak lelah berlari sejak 2025 lalu. Mungkinkah relinya bisa mereda setelah menyentuh rekor?

ESG ESSA: Efisiensi Sambil Wujudkan Niat Memangkas Emisi dari Energi Baru
| Senin, 12 Januari 2026 | 07:48 WIB

ESG ESSA: Efisiensi Sambil Wujudkan Niat Memangkas Emisi dari Energi Baru

Berikut ekspansi yang dilakukan PT Essa Industries Tbk (ESSA) ke bisnis lebih hijau dan berkelanjutan

Sampah Produsen
| Senin, 12 Januari 2026 | 07:05 WIB

Sampah Produsen

 Beleid tanggung jawab produsen soal pengurangan sampah yang diperluas harus tegas terkait penerapan sanksi. 

Meninjau Ambisi Laju Ekonomi Tinggi
| Senin, 12 Januari 2026 | 07:00 WIB

Meninjau Ambisi Laju Ekonomi Tinggi

Target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan ketimbang populis jauh lebih kokoh secara ekonomi dan sosial.​

INDEKS BERITA

Terpopuler