Industri Baja dan Petrokimia Masih Terus Tertekan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB
Industri Baja dan Petrokimia Masih Terus Tertekan
[ILUSTRASI. Konstruksi Baja (DOK/ISSC)]
Reporter: Diki Mardiansyah, Genta Disa | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia ke level 52,4 pada September 2026 menjadi sinyal positif bagi industri nasional. Namun, sejumlah sektor usaha masih menghadapi tekanan biaya produksi dan persaingan dengan produk impor, seperti industri baja.

Direktur Eksekutif Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Harry Warganegara mengatakan, kenaikan PMI pada September menunjukkan adanya perbaikan aktivitas manufaktur. "Produksi dan penyerapan tenaga kerja juga kembali meningkat," kata dia kepada KONTAN, Kamis (1/10).

Baca Juga: PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Pemerintah Gelontorkan Stimulus, Emiten Barang Konsumsi dan Ritel Diuntungkan
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 06:08 WIB

Pemerintah Gelontorkan Stimulus, Emiten Barang Konsumsi dan Ritel Diuntungkan

Aliran dana tersebut membuka peluang bagi emiten yang paling dekat dengan konsumsi rumah tangga, terutama ritel dan barang kebutuhan sehari-hari.

Divestasi Saham, ADHI Meraup Fulus Rp 1,9 Triliun
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 06:02 WIB

Divestasi Saham, ADHI Meraup Fulus Rp 1,9 Triliun

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melepas saham anak usahanya senilai Rp 1,9 triliun usai menandatangani perjanjian jual beli dua aset kepemilikan 

Peningkatan Aktivitas Pelabuhan Kerek Bisnis Logistik
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Peningkatan Aktivitas Pelabuhan Kerek Bisnis Logistik

Kenaikan arus peti kemas menjadi salah satu indikator pergerakan aktivitas ekonomi karena peti kemas banyak digunakan untuk mengangkut bahan baku.

AADI Tuntaskan Divestasi Aset Tambang Krestel
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:57 WIB

AADI Tuntaskan Divestasi Aset Tambang Krestel

Transaksi ini untuk mendukung pengembangan bisnis grup PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) di Indonesia

Ikhtiar WIKA Perbaiki Kinerja Lewat Aksi Restrukturisasi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:54 WIB

Ikhtiar WIKA Perbaiki Kinerja Lewat Aksi Restrukturisasi

Proses restrukturisasi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terus berlanjut dengan harapan adanya perbaikan kinerja keuangan pada masa depan.

Diversifikasi Bisnis, Kinerja Keuangan DSSA Semakin Manis
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:52 WIB

Diversifikasi Bisnis, Kinerja Keuangan DSSA Semakin Manis

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga dobel digit pada semester I-2026. 

Minat Short Selling Masih Rendah
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Minat Short Selling Masih Rendah

Sebanyak tiga dari lima saham terkoreksi di hari pertama penerapan transaksi short selling pada Kamis (1/10)

Selalu Waspada, Hari Ini Tekanan Terhadap IHSG Masih Kuat
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:46 WIB

Selalu Waspada, Hari Ini Tekanan Terhadap IHSG Masih Kuat

Kondisi tersebut membatasi minat investor terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang atau emerging market. 

Perlindungan Lender Fintech Lending Diperkuat
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:45 WIB

Perlindungan Lender Fintech Lending Diperkuat

AFPI membentuk satuan kerja untuk membantu penagihan pendanaan di fintech lending yang tidak lagi dapat menjalankan fungsi intermediasi.

Harga Turun Lebih dari 6% di September, Emas Masih Akan Volatil di Oktober 2026
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:41 WIB

Harga Turun Lebih dari 6% di September, Emas Masih Akan Volatil di Oktober 2026

Harga minyak yang tinggi berpotensi meningkatkan kekhawatiran inflasi, sekaligus mendorong kenaikan yield obligasi dan ekspektasi suku bunga.

INDEKS BERITA