Industri Baja dan Petrokimia Masih Terus Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia ke level 52,4 pada September 2026 menjadi sinyal positif bagi industri nasional. Namun, sejumlah sektor usaha masih menghadapi tekanan biaya produksi dan persaingan dengan produk impor, seperti industri baja.
Direktur Eksekutif Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Harry Warganegara mengatakan, kenaikan PMI pada September menunjukkan adanya perbaikan aktivitas manufaktur. "Produksi dan penyerapan tenaga kerja juga kembali meningkat," kata dia kepada KONTAN, Kamis (1/10).
Baca Juga: PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?
