INTA Mengerek Kontribusi Lini Persewaan
JAKARTA. Tekanan terhadap bisnis alat berat turut berimbas pada PT Intraco Penta Tbk (INTA). Emiten alat berat ini memperkirakan tidak dapat mencapai target kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya.
Direktur INTA Willianto Febriansa memproyeksikan pendapatan tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal di awal 2026 INTA membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 10%-15% dibandingkan 2025. "Pertumbuhan pendapatan diproyeksikan tidak seperti yang ditargetkan karena tingkat pendapatan menurun dibandingkan tahun lalu," kata dia kepada KONTAN, Selasa (6/10).
