Investasi Pendidikan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:10 WIB
Investasi Pendidikan
[ILUSTRASI. TAJUK - Barratut Taqiyyah (KONTAN/Praksa Partajaya)]
Barratut Taqiyyah Rafie | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan pemerintah Singapura menaikkan gaji sekitar 36.000 tenaga pendidik sebesar 2% hingga 9% mulai Oktober 2026 menunjukkan bahwa kesejahteraan guru menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas pendidikan. Pemerintah negeri itu memandang guru sebagai aset penting yang harus dipertahankan melalui paket remunerasi yang kompetitif agar mampu menarik dan mempertahankan tenaga pendidik berkualitas. 

Perbandingan di kawasan ASEAN pun cukup mencolok. Mengutip Tribunnews, guru pemula di Singapura menerima sekitar Rp44 juta-Rp75 juta per bulan, sementara di Brunei mencapai Rp31,6 juta-Rp50 juta. Malaysia dan Thailand menawarkan gaji sekitar Rp7 juta hingga Rp19 juta per bulan. Di Indonesia, rata-rata gaji guru masih berada pada kisaran Rp3,8 juta-Rp5,5 juta per bulan. Perbedaan tersebut bukan sekadar soal angka. Profesi guru menuntut kompetensi, tanggung jawab, dan dedikasi tinggi dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Kesejahteraan yang memadai menjadi salah satu faktor penting agar profesi ini tetap menarik bagi talenta terbaik dan mampu menghasilkan pendidikan yang berkualitas.

Namun, pengalaman Singapura juga menunjukkan bahwa kenaikan gaji bukan satu-satunya jawaban. Pengembangan kompetensi, jenjang karier, serta pengelolaan beban kerja tetap menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme dan daya tarik profesi guru. Kesejahteraan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Indonesia telah berupaya meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan, termasuk sertifikasi, tunjangan profesi, dan peningkatan kompetensi. Meski demikian, tantangan untuk mewujudkan kesejahteraan guru yang lebih merata masih perlu terus dibenahi agar profesi ini semakin diminati dan mampu melahirkan generasi yang unggul.

Pada akhirnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, infrastruktur, atau teknologi. Guru tetap menjadi faktor utama keberhasilan pendidikan. Karena itu, meningkatkan kesejahteraan sekaligus profesionalisme guru harus menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing bangsa.

Kenaikan gaji guru memang bukan solusi tunggal bagi persoalan pendidikan, tetapi sulit berharap kualitas pendidikan meningkat secara signifikan apabila kesejahteraan tenaga pendidik belum menjadi prioritas. Tantangan Indonesia adalah memastikan peningkatan kesejahteraan berjalan seiring dengan perbaikan kualitas rekrutmen, kompetensi, dan sistem evaluasi guru agar berdampak nyata pada mutu pendidikan.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Usulan Kuota Produksi Batubara 700 Juta Ton pada 2027
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Usulan Kuota Produksi Batubara 700 Juta Ton pada 2027

Pemerintah mulai membuka periode pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan mineral dan batubara tahun 2027 

Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) Memperkuat Bisnis Bahan Pangan
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:04 WIB

Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) Memperkuat Bisnis Bahan Pangan

 PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menyambut mitra strategis yang akan mengakuisisi anak usahanya, PT Sinar Aroma Sentosa (Sinarom). 

Mitra10 Ekspansi, CSAP Kejar Pertumbuhan Penjualan 10% di Tahun 2026
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Mitra10 Ekspansi, CSAP Kejar Pertumbuhan Penjualan 10% di Tahun 2026

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) optimistis mencapai target pertumbuhan kinerja keuangan di sepanjang tahun ini dari ekspansi gerai Mitra10.

Bali dan Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Bali dan Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Bali menunjukkan sumber pertumbuhan baru sudah muncul; yang dibutuhkan kini kecepatan, keberanian dan disiplin.

Fiskal Terjepit
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Fiskal Terjepit

Tantangan APBN bukan memilih antara subsidi energi dan bansos, tapi memastikan keduanya berjalan efektif tanpa mengabaikan keberlanjutan fiskal.

Daftar Emiten HSC Makin Panjang, Waspadai Saham yang Bisa Keluar dari Indeks Global
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:01 WIB

Daftar Emiten HSC Makin Panjang, Waspadai Saham yang Bisa Keluar dari Indeks Global

Risiko outflow membayangi emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi (HSC) yang masuk ke indeks global

IHSG Masih Lesu, Investor Masih Berhati-hati
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:56 WIB

IHSG Masih Lesu, Investor Masih Berhati-hati

Di tengah pelemahan IHSG pada perdagangan Selasa (13/10), dana asing tercatat net buy sebesar Rp 570,4 miliar.  

Potensi Ketidakhematan Subsidi Listrik Tingkatkan Risiko Fiskal Sebesar Rp 61,48 T
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Potensi Ketidakhematan Subsidi Listrik Tingkatkan Risiko Fiskal Sebesar Rp 61,48 T

Jika Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) digunakan, akan diperoleh penghematan nilai subsidi sebesar Rp 28,54 triliun. 

Ujian Berat Bagi IHSG: Badai Inflasi AS Hingga Penantian Evaluasi MSCI Pada November
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Ujian Berat Bagi IHSG: Badai Inflasi AS Hingga Penantian Evaluasi MSCI Pada November

Sentimen global yang membaik belum tentu cukup untuk memicu reli IHSG secara berkelanjutan selama ketidakpastian terkait MSCI belum terjawab.

Inflasi September 2026 Tembus 3,28%, Ini Prospek Saham Konsumer & Rekomendasi Analis
| Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Inflasi September 2026 Tembus 3,28%, Ini Prospek Saham Konsumer & Rekomendasi Analis

Emiten dengan merek yang kuat, jaringan distribusi luas, dan efisiensi operasional lebih berpeluang menjaga kinerja fundamentalnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler