Jalan ITMG di Semester II-2026 Makin Ringan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Jalan ITMG di Semester II-2026 Makin Ringan
[ILUSTRASI. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan penurunan kinerja keuangan (DOK/ITMG)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak pada produksi batubara, PT Indo Tambangaya Megah Tbk (ITMG), menjadi salah satu yang paling banyak diakumulasi sahamnya pada perdagangan Senin (3/4) lalu. Nilai akumulasi yang tercatat pada periode tersebut mencapai Rp 32,90 miliar.

Minat asing pada saham ITMG mampu mempertahankannya di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa (4/8). Harga saham ITMG terlihat menguat 0,81% ke level Rp 24.825, melanjutkan penguatan yang tercetak di seminggu terakhir yang sebesar 2,48% dan sebulan yang sudah terbang 10,21%. Bahkan dalam rentang sepanjang tahun berjalan atau year to date (YtD), saham ITMG juga konsisten berada di zona hijau, atau sudah membumbung 13,49%.

Dalam kacamata Head of Research Korea Investment & Indonesia Sekuritas Muhammad Wafi, minat asing memburu saham ITMG memang beralasan. Harga batu bara Newcastle yang masih bertahan di atas US$ 150 per ton, hal ini pun membuat ITMG yang bergerak di produksi batubara menjadi menarik.

Baca Juga: Terselamatkan Tingginya Harga Batubara dan Nikel

Kenaikan harga batubara gobal tersebut terjadi akibat premi risiko geopolitik serta meningkatnya kebutuhan listrik berbasis batu bara untuk menopang pusat data dan perkembangan artificial intelligence (AI).

Selanjutnya, adanya revisi kebijakan RKAB pada Juli yang membuka peluang bagi produsen tambang bisa meningkatkan volume produksinya di semester II-2026 ini. Para pelaku bisnis tambang tak menampik bahwa kebijakan RKAB sempat membuat produksi tertahan di semester I-2026.

Dua poin tersebut makin menarik karena ITMG sebagai emiten besar memiliki daya tarik dividen tertinggi di sektor batubara. Secara historis perusahaan membagikan dividend payout ratio lebih dari 80%, sehingga menarik bagi investor yang mencari pendapatan dividen.

“Investor saat ini melakukan positioning untuk memanfaatkan potensi pemulihan laba pada semester II sekaligus dividend yield yang masih sangat menarik di level harga sekarang,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (4/8).

Pandangan ini juga tercermin dalam riset NH Korindo Sekuritas Indonesia yang tayang pada pertengahan Juni 2026 lalu.

Menurut Senior Research Analyst Mining & Property NH Korindo Axell Ebenhaezer dan Research Associate NH Korindo Kevin Pratama menuturkan bahwa walau pun laba bersih ITMG pada kuartal I-2026 turun 14,7% YoY menjadi Rp 921,1 miliar, pencapaian tersebut justru lebih baik dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan penurunan lebih dalam akibat pembatasan RKAB. Pendapatan bahkan masih tumbuh 3% year on year (YoY) menjadi Rp8,37 triliun.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Pembangunan Kawasan Legislatif Dikebut
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Pembangunan Kawasan Legislatif Dikebut

Sejumlah proyek gedung lembaga negara tersebut ditargetkan rampung akhir 2027 dengan  total nilai proyek  mencapai Rp 8,24 triliun.​

Delapan Tugas yang Harus Dituntaskan oleh Pemerintah
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:20 WIB

Delapan Tugas yang Harus Dituntaskan oleh Pemerintah

Salah satu persoalan yang disorot oleh parlemen yang harus dituntaskan oleh pemerintah adalah soal PHK.

Infrastruktur Rusak Imbas Gempa Flores Masih dalam Pendataan
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:15 WIB

Infrastruktur Rusak Imbas Gempa Flores Masih dalam Pendataan

Banyak bangunan yanag rusak serta jalan-jalan yang longsor imbas dari gempa Flores yang berkekuatan magnitudo 7,7.

Menghalau Batu Sandungan Bonus Demografi
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:05 WIB

Menghalau Batu Sandungan Bonus Demografi

Memasuki usia ke 81 tahun, Indonesia dihadapkan pada pengelolaan demografi penduduk, khususnya bonus demografi yang terbilang krusial.

Pemerataan Kesejahteraan Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Pemerintah
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Pemerataan Kesejahteraan Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Pemerintah

Secara administratif, data menunjukkan capaian yang mengesankan; meski belum sepenuhnya mencerminkan distribusi kesejahteraan yang merata.

Saham ANTM Masuk Top 5 Pembelian Asing Sejak Juli 2026, Bentuk Support Lebih Tinggi
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:14 WIB

Saham ANTM Masuk Top 5 Pembelian Asing Sejak Juli 2026, Bentuk Support Lebih Tinggi

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian investor dalam dua bulan terakhir.

Indikator Kesejahteraan Indonesia Membaik Tapi Kesenjangan Masih Jadi PR
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:05 WIB

Indikator Kesejahteraan Indonesia Membaik Tapi Kesenjangan Masih Jadi PR

Sejumlah indikator kesejahteraan Indonesia menunjukkan tren perbaikan setidaknya dalam satu dekade terakhir.

Stimulus Pemerintah Dinilai Positif, Pastikan Berdampak ke Sektor Riil
| Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:47 WIB

Stimulus Pemerintah Dinilai Positif, Pastikan Berdampak ke Sektor Riil

Arah kebijakan ekonomi pemerintah dinilai mulai menunjukkan sinyal positif lewat berbagai stimulus untuk menjaga investasi dan mendorong konsumsi.

Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III
| Senin, 17 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III

Beroperasinya kembali Tambang Emas Martabe secara penuh akan menjadi penggerak margin laba yang signifikan bagi UNTR.

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya
| Senin, 17 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya

Lonjakan kapasitas produksi para produsen nikel berpotensi menekan harga acuan LME dan dapat membatasi ASP yang diterima NCKL.

INDEKS BERITA

Terpopuler