Kebijakan Koboi

Kamis, 18 September 2025 | 06:10 WIB
Kebijakan Koboi
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian]
Ahmad Febrian | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demo besar-besaran baru berhasil menghilangkan kelakuan pamer alias flexing pejabat Indonesia. Selebihnya, kelakukan pejabat kita tidak berubah, salah satunya, kebijakan ala koboi. 

"Pak, beli kopi, ya, jualan saya belum laku sama sekali hari ini," pinta seorang karyawan dengan nada memelas, saat saya mengisi bensin. Karyawan SPBU swasta kini berjualan makanan saat bahan bakar minyak (BBM) mereka langka.  

Inilah efek kebijakan koboi pertama. Pemerintah belum mengizinkan tambahan kuota impor BBM. Alasannya, sudah menambah kuota impor BBM SPBU swasta 10% izin impor 2024. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjelaskan, bila melebihi kuota, SPBU swasta bekerjasama dengan Pertamina.

Ini memantik dugaan pemerintah "kangen" memonopoli kembali bisnis BBM. Membengkaknya konsumsi berkat kebijakan QR code yang memfilter pengguna yang layak beli BBM subsidi.  Kenapa mereka memilih SPBU swasta? Salah satu penyebab, kasus Pertamax oplosan.

Kebijakan koboi kedua, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana pemerintah dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun ke bank milik negara. 

Padahal berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2025 pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing 7,56% dan 8,51%. Sementara loan to deposit ratio (LDR) tercatat 86,3%. Artinya tanpa tambahan Rp 200 triliun  perbankan masih memiliki ruang penyaluran kredit. 

Di sisi lain kredit menganggur (undisbursed loan) senilai Rp 2.304 triliun di Juni 2025. Naik dari periode sama tahun lalu, mencapai Rp 2.152 triliun. Peningkatan ini sinyal kuat persoalan di permintaan kredit, bukan dana. Di sisi lain, bank membayar bunga Rp 200 T itu 4,02%. Padahal bunga tabungan cuma 1%-2%.

Kebijakan koboi ketiga, aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dokumen syarat pendaftaran capres dan cawapres tidak bisa dibuka untuk publik tanpa persetujuan pihak terkait, termasuk ijazah. Ini di tengah polemik ijazah sekolah Gibran Rakabuming Raka. Syukurlah kebijakan itu dibatalkan.

Sejatinya kebijakan koboi bukan hal baru. Saat Joko Widodo (Jokowi) berkuasa, banyak kebijakan koboi yang ia keluarkan. Seperti UU Cipta Kerja, kereta cepat, Ibu Kota Negara (IKN) dan pembangunan infrastruktur yang bikin utang Indonesia membengkak. Ke depan, kebijakan koboi ini sebaiknya dikurangi, kalau tidak, perubahan di Nepal bisa saja terjadi di Indonesia.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Stock Split RAJA Disetujui, Paling Minimal bisa Jadi Sentimen Positif Jangka Pendek
| Rabu, 24 Juni 2026 | 09:31 WIB

Stock Split RAJA Disetujui, Paling Minimal bisa Jadi Sentimen Positif Jangka Pendek

Pergerakan harga saham RAJA setelah stock split sangat bergantung pada kondisi fundamental dan momentum pasar secara keseluruhan.

Kondisi Ekonomi dan Bisnis Tak Pasti, GTRA Mengincar Pendapatan Rp 1 Triliun di 2026
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:14 WIB

Kondisi Ekonomi dan Bisnis Tak Pasti, GTRA Mengincar Pendapatan Rp 1 Triliun di 2026

GTRA siap capai pendapatan Rp 1 triliun 2026. Fokus pada FMCG, e-commerce, dan peningkatan layanan jadi alasan Anda harus tahu.

Indonesia Tetap di Emerging Market, MSCI Beri Sorotan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:06 WIB

Indonesia Tetap di Emerging Market, MSCI Beri Sorotan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Kemarin investor asing mencatatkan aksi jual bersih alias net sell Rp 311,55 miliar. Empat hari terakhir net sell menyentuh Rp 4,73 triliun.

King Tyre Indonesia (TYRE) Kejar Target Penjualan Tumbuh 5%
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:02 WIB

King Tyre Indonesia (TYRE) Kejar Target Penjualan Tumbuh 5%

Pada tahun ini, TYRE juga berupaya mengoptimalkan penjualan ban untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

GGRM Bakal Bagi Dividen Rp 800 Per Saham, Blackrock Hingga WisdomTree Akumulasi
| Rabu, 24 Juni 2026 | 08:00 WIB

GGRM Bakal Bagi Dividen Rp 800 Per Saham, Blackrock Hingga WisdomTree Akumulasi

RUPST menyetujui penggunaan Rp 1,54 triliun atau setara Rp 800 per saham dari keuntungan tahun buku 2025 sebagai dividen tunai.

Kawasan GBK Bakal Menjadi Pusat Sport Tourism
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:29 WIB

Kawasan GBK Bakal Menjadi Pusat Sport Tourism

Danantara juga berpeluang merobohkan Hotel Sultan yang selama ini dikelola oleh pihaaaak PT Indobuildco.

Optimalisasi Dana Haji Kian Mendesak
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:24 WIB

Optimalisasi Dana Haji Kian Mendesak

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mendorong BPKH agar semakin independen dan mandiri dalam mengelola dana haji

Daya Beli Masyarakat Loyo, Jakarta dan Jawa Masih Jadi Penopang Penjualan ACES
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:22 WIB

Daya Beli Masyarakat Loyo, Jakarta dan Jawa Masih Jadi Penopang Penjualan ACES

SSSG ACES tumbuh 2,1% hingga Mei 2026. Wilayah Jakarta dan Jawa jadi penopang utama, sedangkan luar Jawa masih tertekan. 

Regulasi Koperasi Saat Ini Sudah Tidak Relevan
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:19 WIB

Regulasi Koperasi Saat Ini Sudah Tidak Relevan

Parlemen sedang menggodok revisi UU Koperasi agar sesuai dengan tuntutan ekonomi modern dan teknologi digital

MSCI Perpanjang Indonesia di Emerging Market, Cek Proyeksi IHSG Hari Ini
| Rabu, 24 Juni 2026 | 07:14 WIB

MSCI Perpanjang Indonesia di Emerging Market, Cek Proyeksi IHSG Hari Ini

MSCI memperpanjang peninjauan status Indonesia sebagai ekonomi emerging market. Indonesia bisa ke frontier (perbatasan), jika tidak ada kemajuan.

INDEKS BERITA

Terpopuler