Ketegangan Selat Hormuz dan Logika Konflik Global
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan di Selat Hormuz kini melampaui isu regional dan telah menjadi sumber kecemasan global. Dalam sebulan terakhir, peningkatan kehadiran militer, insiden kapal tanker dan retorika keras antarnegara menandakan rapuhnya kawasan ini. Setiap eskalasi langsung mengguncang pasar energi, memicu volatilitas harga minyak dan mengancam stabilitas ekonomi global.
Selat Hormuz adalah urat nadi energi global, dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia atau 17–20 juta barel per hari. Hampir sepertiga perdagangan LNG global juga bergantung pada stabilitas jalur sempit ini. Setiap gangguan di selat ini bukan sekadar isu regional, melainkan guncangan sistemik bagi ekonomi dunia yang masih bertumpu pada energi fosil.
