Kiat Produsen Cat Memangkas Emisi untuk Merajut Cuan
KONTAN.CO.ID -Tahukah Anda, saat menggunakan satu ember cat berukuran 5 kg, Anda ikut memproduksi emisi karbon sekitar 13,58 kg CO2e atau setara dengan emisi mengendarai mobil sejauh 50 km. Emisi karbon dari berbagai jenis senyawa itu ikut menambah dan meningkatkan pemanasan global. Semakin banyak menggunakan cat, maka kian besar produksi emisi yang dihasilkan.
Lantas bagaimana cat tersebut bisa menghasilkan emisi? Tentu rantai prosesnya cukup panjang. Cat tidak lahir dari ruang kosong, karena berasal dari banyak material yang diolah dan diproses di pabrik hingga terbungkus rapi dalam ember. Menurut The Paint Foundation, dalam rantai proses cat itulah emisi karbon dihasilkan.
Berita Terbaru
Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Menggenjot Digital dan Ekspansi
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) akan tambah gerai dengan motor utama pertumbuhan dari luar Jawa
Simak Peluang Kenaikan IHSG Rabu (10/6) Usai Rebound
Sentimen positif berasal dari dorongan DPR terhadap emiten BUMN untuk melakukan buyback saham pelat merah
Saham Pelat Merah Kembali Bergairah
Saham BUMN menguat setelah muncul sinyal dukungan terhadap pembelian kembali (buyback) saham BUMN di tengah tekanan pasar.
Beleid RWA dan Stablecoin Untuk Pasar Domestik Segera Terbit
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mempercepat pengembangan ekosistem aset keuangan digital di Indonesia
Gapki Merespons Dugaan Kartel TBS Sawit Petani
Satgas Pangan menduga adanya praktik kartel di tengah penurunan harga TBS sawit di tingkat petani, meski harga CPO di pasar global meningkat.
Chatib: Kondisi Domestik Tak Seburuk Dibayangkan
Chatib menegaskan tak ada pertemuan khusus bersama Menkes Budi Gunandi Sadikin dengan Prabowo terkait potensi reshuffle.
Siap-Siap Iuran BPJS Kesehatan akan Naik
Kenaikan iuran BPJS Kesehatan di tahap awal fokus pada peserta PBI yang ditanggung APBN sehingga tidak berdampak ke masyarakat
Nilai Tukar Rupiah Terangkat Kenaikan BI Rate
Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI rate 25 bps menjadi 5,50% kemarin, mampu mengangkat rupiah yang tengah tertekan.
Indonesia dan Filipina Barter Bahan Baku Industri
Indonesia akan melakukan impor bijih besi bahan baku baja. Setelah diproses oleh Krakatau Steel, produk baja akan diekspor ke Filipina
Kredit Digital Melesat Saat Daya Beli Melambat
Baki debet buy now pay later(BNPL) perbankan melesat 37,29% secara tahunan per April 2026.
