KPPU Bakal Sidangkan Kartel Bunga Fintech Lending

Sabtu, 03 Mei 2025 | 04:15 WIB
KPPU Bakal Sidangkan Kartel Bunga Fintech Lending
[ILUSTRASI. Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa (kanan) bersama Anggota KPPU Eugenia Mardanugraha di jakarta (21/5/2024).]
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebut ada dugaan kartel bunga pinjaman online (pinjol) atau fintech peer to peer (P2P) lending. Dugaan pelanggaran ini diungkap setelah KPPU menyelidiki dan melakukan pemberkasan.

KPPU akan menyidangkan dugaan pelanggaran kartel suku bunga di industri pinjol dalam Sidang Majelis Pemeriksaan Pendahuluan pada bulan ini. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur mengatakan jadwal sidang hingga susunan tim majelis masih dalam tahap perencanaan. Sebab, persidangan akan melibatkan banyak fintech lending.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.

Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Bagikan

Berita Terbaru

Live Tiktok Berhenti Imbas  Informasi Tak Terkendali
| Senin, 01 September 2025 | 05:35 WIB

Live Tiktok Berhenti Imbas Informasi Tak Terkendali

Tiktok menghentikan sementara layanan live Tiktok di Iindonesia imbas dari berseliwernya informasi selama aksi demonstrasi belangsung. 

Siasat Multi Bintang Indonesia (MLBI) Menjaga Kinerja Tahun ini
| Senin, 01 September 2025 | 05:25 WIB

Siasat Multi Bintang Indonesia (MLBI) Menjaga Kinerja Tahun ini

Pasar domestik tercatat sebagai penyumbang terbesar penjualan, sementara kontribusi ekspor masih relatif kecil.

Layanan Transportasi Publik Mulai Pulih Beroperasi
| Senin, 01 September 2025 | 05:25 WIB

Layanan Transportasi Publik Mulai Pulih Beroperasi

Beberapa layanan publik seperti Transjakarta, Moda Raya Terpadu (MRT) hingga kereta api sempat terganggu imbas aksi demonstrasi.

Jaga Situasi agar Ekonomi Tak Memburuk
| Senin, 01 September 2025 | 05:18 WIB

Jaga Situasi agar Ekonomi Tak Memburuk

Pemulihan kepercayaan pasar perlu dilakukan segera oleh otoritas untuk meredam dampak unjuk rasa    

Investor Antisipasi Situasi Terkini, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 01 September 2025 | 05:05 WIB

Investor Antisipasi Situasi Terkini, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Di tengah situasi seperti sekarang, sejumlah analis menyarankan investor untuk mempertimbangkan saham-saham berikut ini. Antara lain:

Kunjungan Kerja Dievaluasi, Tunjangan DPR Dicabut
| Senin, 01 September 2025 | 05:05 WIB

Kunjungan Kerja Dievaluasi, Tunjangan DPR Dicabut

Pemerintah dan parlemen berjanji untuk mendengarkan aspirasi masyarakat setelah terjadi demonstrasi besar-besaran mulai akhir pekan kemarin. 

Prospek Masih Menarik, Kredit Perbankan di Sektor ESG Terus Membaik
| Senin, 01 September 2025 | 04:55 WIB

Prospek Masih Menarik, Kredit Perbankan di Sektor ESG Terus Membaik

Beberapa bank mencatat porsi penyaluran kredit sektor ini berkontribusi seperempat dari target di sepanjang 2025.

Bisnis Sekuritas Semakin Berseri Berkat Saham Konglomerasi
| Senin, 01 September 2025 | 04:35 WIB

Bisnis Sekuritas Semakin Berseri Berkat Saham Konglomerasi

Perusahaan sekuritas ikut mendapat berkah kenaikan transaksi seiring menghijaunya indeks harga saham gabungan (IHSG).

Transaksi Cash Management Perbankan Meningkat
| Senin, 01 September 2025 | 04:35 WIB

Transaksi Cash Management Perbankan Meningkat

Transaksi cash management mendorong pendapatan berbasis komisi alias fee based income dan dana murah perbankan

Per Juli, Laba Bank Milik Danantara Masih Tertekan
| Senin, 01 September 2025 | 04:25 WIB

Per Juli, Laba Bank Milik Danantara Masih Tertekan

Menilik kinerja keuangan bank KBMI 4 sepanjang tujuh bulan pertama 2025 yang rata-rata masih membukukan penurunan laba. 

INDEKS BERITA

Terpopuler