Kupas Tuntas IPO RANS: Struktur Pemegang Saham, Kinerja, dan Strategi Bisnis

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:18 WIB
Kupas Tuntas IPO RANS: Struktur Pemegang Saham, Kinerja, dan Strategi Bisnis
[ILUSTRASI. Pendiri dan pemegang saham utama RANS, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. (Dok/RANS)]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk, perusahaan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sedang melaksanakan penawaran awal dalam rangka initial public offering (IPO). Proses penawaran awal (book building) berlangsung pada 23-25 Juni 2026 dengan rentang harga Rp 135-Rp 170 per saham.

Emiten yang bakal tercatat dengan kode saham RANS ini melepas 2.525.000.000 saham ke publik, setara 20,02% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan begitu, RANS berpotensi menghimpun dana segar minimal Rp 340,88 miliar dan maksimal Rp 429,25 miliar.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Pertumbuhan Pembiayaan Syariah Perbankan Masih Relatif Terbatas
| Senin, 14 September 2026 | 05:50 WIB

Pertumbuhan Pembiayaan Syariah Perbankan Masih Relatif Terbatas

Pembiayaan perbankan syariah tumbuh 11,82% secara tahunan menjadi Rp 744,51 triliun per Juli 2026.       

Blue Bird (BIRD) Menambah 300 Armada Taksi Baru
| Senin, 14 September 2026 | 05:20 WIB

Blue Bird (BIRD) Menambah 300 Armada Taksi Baru

BIRD melakukan penambahan 300 unit Toyota Innova Zenix Hybrid yang beroperasi untuk mendukung layanan Bluebird Prime di Jakarta.

Persaingan Bisnis Gadai Nasional Bakal Semakin Ketat
| Senin, 14 September 2026 | 04:50 WIB

Persaingan Bisnis Gadai Nasional Bakal Semakin Ketat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin usaha kepada dua perusahaan swasta baru untuk menjadi penantang PT Pegadaian.

Industri Data Center Bertumbuh Lebih Cepat
| Senin, 14 September 2026 | 04:35 WIB

Industri Data Center Bertumbuh Lebih Cepat

Kebutuhan data center nasional memang masih besar. Namun, ekspansi investasi perlu dibarengi dengan perhitungan permintaan yang realistis.

Kobexindo Tractors (KOBX) Menambah Portofolio Produk
| Senin, 14 September 2026 | 04:20 WIB

Kobexindo Tractors (KOBX) Menambah Portofolio Produk

Sejumlah produk yang ditawarkan KOBX kepada pelanggan berasal dari merek Develon, Tonly dan Shacman.

Dari Bantalan ke Mesin Devisa
| Senin, 14 September 2026 | 04:11 WIB

Dari Bantalan ke Mesin Devisa

Sudah saatnya Indonesia bergerak dari sekadar menjaga bantalan menuju memperkuat mesin penghasil devisa.

Pemegang Saham Borong Rp 9,6 Miliar, Saham IMPC Layak Dikoleksi?
| Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Pemegang Saham Borong Rp 9,6 Miliar, Saham IMPC Layak Dikoleksi?

Pembelian saham oleh pemegang saham pengendali Tunggal Jaya Investama tersebut merupakan sinyal yang positif dan layak dicermati.

Minyak dan Batubara di Level Tinggi, Saham Energi Mana yang Masih Menarik Dikoleksi?
| Minggu, 13 September 2026 | 16:10 WIB

Minyak dan Batubara di Level Tinggi, Saham Energi Mana yang Masih Menarik Dikoleksi?

MEDC menjadi pilihan untuk mendapatkan eksposur terhadap minyak, sedangkan AADI dan ITMG menarik terhadap harga thermal coal.

Emas Global Anjlok dan Emas Antam Ikut Tertekan, Saatnya Akumulasi Bertahap
| Minggu, 13 September 2026 | 15:54 WIB

Emas Global Anjlok dan Emas Antam Ikut Tertekan, Saatnya Akumulasi Bertahap

Prospek emas Antam masih sangat solid untuk tren jangka panjang, sehingga momentum pelemahan harga saat ini dapat dimanfaatkan oleh investor.

Sudah Dua Dekade Menanti Obligasi Daerah
| Minggu, 13 September 2026 | 09:46 WIB

Sudah Dua Dekade Menanti Obligasi Daerah

Obligasi daerah memaksa disiplin yang selama ini sulit dibangun lewat mekanisme administratif semata.

INDEKS BERITA

Terpopuler