Lintas Generasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minggu ini, Kontan memperingati hari lahir ke-30. Tiga dekade mengajarkan bahwa ketahanan ekonomi bertumpu pada kemampuan kita membaca perubahan. Saat ini, perubahan itu berlangsung di rumah kita sendiri. Anggota keluarga kita semakin mengecil, penduduk menua, sementara generasi muda membutuhkan pekerjaan layak. Tema HUT ke-30 Kontan, Ketahanan Ekonomi Lintas Generasi, menuntut jawaban berupa kebijakan dan arah bisnis.
Lembaga Demografi FEB-UI mencatat, 11,6% lansia berusia 60 tahun ke atas membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari. Namun, kurang dari 5% kebutuhan perawatan lansia ditopang layanan formal. Kesenjangan ini menyimpan risiko: biaya dan waktu perawatan terus dibebankan kepada keluarga, terutama perempuan. Di luar itu, kesempatan bekerja dan menabung generasi berikutnya ikut tergerus.
Pemerintah perlu menerjemahkan peta demografi ke dalam anggaran dan program yang terukur. Daerah dengan banyak penduduk muda membutuhkan pendidikan bermutu, pelatihan yang "nyambung" dengan industri, serta penciptaan pekerjaan. Daerah yang lebih cepat menua memerlukan layanan kesehatan preventif, perawatan jangka panjang, dan perlindungan hari tua. Jangan mengandalkan program seragam karena berisiko salah sasaran.
Persiapan itu harus berjalan bersama. Menunggu bonus demografi habis hanya menunda masalah lansia ke masa depan. Perluasan jaminan sosial bagi pekerja informal, penguatan layanan kaum lansia, serta pelatihan tenaga perawat lansia mesti dimulai sekarang.
Pelaku industri juga perlu membaca perubahan usia konsumen dan tenaga kerjanya. Peluang binsis terbuka pada hunian ramah lansia, layanan kesehatan, perawatan di rumah, hingga produk finansial untuk pensiun.
Di tempat kerja, perusahaan perlu menyiapkan peningkatan keterampilan, perpindahan pengetahuan antargenerasi, dan pola kerja yang memungkinkan pekerja senior tetap produktif. Tentu saja, kemitraan dengan pemerintah dapat memperluas pelatihan sekaligus membangun standar layanan perawatan.
Ketahanan lintas generasi berarti anak muda mempunyai jalan maju, keluarga tak kewalahan merawat orang tua, dan lansia hidup bermartabat. Pemerintah harus menyiapkan jalannya dan industri perlu bergerak sebelum kebutuhan berubah menjadi krisis. Waktu untuk bersiap kian menyempit dan kita tidak bisa lagi menunda.
