Malangnya Asuransi

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:00 WIB
Malangnya Asuransi
[]
Reporter: Djumyati Partawidjaja | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Desember tahun lalu, ramai di media sosial istri Indra Bekti yang membuka donasi untuk perawatan suaminya di rumah sakit karena pecah pembuluh darah otak. Sepertinya kita semua bisa menebak-nebak, biaya perawatan untuk sakit seperti ini tidak akan selesai di rupiah dengan 7 digit.

Tapi upaya pembukaan donasi ini juga memicu perdebatan. Walau ada banyak yang membela, ada juga  netizen yang mempertanyakan  pembukaan donasi ini. Mulai dari pertanyaan, kenapa donasi ini langsung dibuka beberapa hari setelah kejadian, sampai kenapa keluarga Indra tidak menggunakan asuransi.

Pendeknya, beberapa netizen mencurigai pembukaan donasi ini hanyalah upaya “mencari keuntungan di tengah kemalangan”.

Berbagai isu pun terus mewarnai timeline media sosial. Pada saat berita menjadi tren, macam-macam isu memang akan selalu berseliweran di sosial media.

Beberapa hari lalu, manajemen dan keluarga Indra Bekti mengklarifikasi isu-isu yang tidak benar itu. Mereka juga menegaskan biaya perawatan yang mencapai ratusan juta ini sebagian dibayar oleh asuransi, selain donasi dan dana pribadi.

Tanpa perlu menduga-duga dan memperdebatkan apa yang terjadi sebenarnya, saya hanya ingin menyoroti masalah asuransi dan biaya perawatan kesehatan di negeri ini. Semua orang paham, untuk kelas pekerja kelas menengah, membayar sendiri biaya kesehatan rasanya seperti memetik bintang di langit.

Memang betul, kita semua mempunyai bantal yang bernama BPJS Kesehatan, tapi ada banyak syarat yang harus kita penuhi untuk bisa mendapatkannya. Salah satunya, tentulah rumah sakit yang melakukan perawatan harus rekanan dari BPJS Kesehatan.

Sayangnya, pada saat orang sakit jantung atau stroke, tak banyak orang yang bisa berpikir cukup tenang dan panjang untuk membawa si sakit ke RS rekanan BPJS Kesehatan. Pasalnya, pertolongan medis yang cepat untuk sakit seperti ini akan sangat berharga. Selisih beberapa detik atau menit saja bisa berarti nyawa.

Tapi tanpa asuransi, kita harus menanggung biaya ratusan juta sampai miliaran rupiah dari kocek sendiri. Sayangnya, di sisi lain industri asuransi kita compang-camping karena mereka menjual produk asuransi yang hibrid dengan investasi.

Mungkin kita perlu mengembalikan asuransi kepada tujuan awalnya. Asuransi yang bisa menjamin di kala kita mengalami kemalangan. bukan untuk investasi.

Bagikan

Berita Terbaru

Genjot Diversifikasi Bisnis Energi Bersih, Prospek Astrindo (BIPI) Semakin Seksi
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:40 WIB

Genjot Diversifikasi Bisnis Energi Bersih, Prospek Astrindo (BIPI) Semakin Seksi

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) terus mempercepat transformasi bisnis dari batu bara menuju energi bersih. 

BBCA Bakal Bagi Dividen Interim Tiga Kali di 2026, Simak Pandangan Analis
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:10 WIB

BBCA Bakal Bagi Dividen Interim Tiga Kali di 2026, Simak Pandangan Analis

Skema dividen kuartalan jadi daya tarik tambahan bagi investor, khususnya yang mengincar cashflow rutin. 

Adi Sarana (ASSA) Catat Pertumbuhan Laba Bersih 81% di Sepanjang 2025
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:07 WIB

Adi Sarana (ASSA) Catat Pertumbuhan Laba Bersih 81% di Sepanjang 2025

Kontribusi terbesar pendapatan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) selama tahun 2025 masih ditopang oleh bisnis logistik. 

Ditopang Penjualan BBM dan Lahan JIIPE, Laba Bersih AKRA Naik Dua Digit Pada 2025
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:02 WIB

Ditopang Penjualan BBM dan Lahan JIIPE, Laba Bersih AKRA Naik Dua Digit Pada 2025

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.​

Sewa Dahulu, Mobil Listrik Bisa Membawa Cuan Kemudian
| Kamis, 19 Maret 2026 | 11:36 WIB

Sewa Dahulu, Mobil Listrik Bisa Membawa Cuan Kemudian

Mobil listrik menjadi incaran banyak orang saat mudik untuk Lebaran. Cuan pun menanti pengusaha jasa penyewaannya.

 
Saham TKIM Terbang 24% Lawan Arus IHSG, Cek Bocoran Rekomendasi 3 Sekuritas Top!
| Kamis, 19 Maret 2026 | 11:05 WIB

Saham TKIM Terbang 24% Lawan Arus IHSG, Cek Bocoran Rekomendasi 3 Sekuritas Top!

Kombinasi kenaikan harga pulp global, pulihnya keran permintaan ekspor, dan suburnya pertumbuhan e-commerce bakal jadi motor utama penggerak TKIM.

Kawan Lama Solution Hadirkan Fitur B2C di Platform Digital
| Kamis, 19 Maret 2026 | 10:39 WIB

Kawan Lama Solution Hadirkan Fitur B2C di Platform Digital

PT Kawan Lama Solusi (Kawan Lama Solution) memperluas jangkauan bisnisnya dengan menghadirkan fitur B2C pada platform digital kawanlama.com.​

Garuda Food (GOOD) Siapkan Dana Rp 50 Miliar untuk Buyback Saham
| Kamis, 19 Maret 2026 | 10:29 WIB

Garuda Food (GOOD) Siapkan Dana Rp 50 Miliar untuk Buyback Saham

Jumlah saham yang dibeli Garuda Food sebesar 0,39% atau sebanyak 143,31 juta saham dari total saham yang dikeluarkan perusahaan.

TPIA Siap Lunasi Pokok Obligasi Tahun 2021 Senilai Rp 587,95 Miliar
| Kamis, 19 Maret 2026 | 10:22 WIB

TPIA Siap Lunasi Pokok Obligasi Tahun 2021 Senilai Rp 587,95 Miliar

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyiapkan dana Rp 587,95 miliar untuk pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2021 Seri B.

Penjualan Tahun 2025 Melesat, Laba Bersih MLBI Ikut Menguat
| Kamis, 19 Maret 2026 | 10:15 WIB

Penjualan Tahun 2025 Melesat, Laba Bersih MLBI Ikut Menguat

Di sepanjang tahun 2025, laba bersih MLBI melejit 3,62% (yoy) jadi Rp 1,18 triliun, dari Rp 1,14 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.​

INDEKS BERITA

Terpopuler