Suara azan Magrib berkumandang ketika Olis Meilawati sedang meraih sebuah kotak kecil yang terletak di meja makan. Di dalam kotak itu tersusun rapi kurma berwarna cokelat keemasan. Perempuan berusia 42 tahun itu kemudian mengambil sebutir kurma, memejamkan mata sejenak, lalu menikmatinya perlahan.
Kurma itu kerap menjadi temannya saat berbuka puasa. Bagi Olis, yang kesehariannya menjadi seorang guru sekolah dasar di bilangan Ciputat, Tangerang Selatan, kurma merupakan menu utama untuk membuka puasa. Namun, berbeda dengan teman-teman guru lainnya, Olis lebih memilih kurma dengan kualitas premium.
