Masih Optimistis

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 08:00 WIB
Masih Optimistis
[]
Reporter: Harris Hadinata | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pernah mendengar soal perusahaan investasi bernama Investcorp? Ini adalah perusahaan pengelola dana yang didirikan di Bahrain, empat dasawarsa lalu. 

Kalau Anda sudah menonton film House of Gucci, perusahaan investasi yang kemudian mengambil alih saham perusahaan mode tersebut dari tangan keluarga Gucci adalah Investcorp ini. Selain Gucci, Investcorp juga punya saham di peritel perhiasan Tiffany & Co.

Beberapa waktu lalu, KONTAN berkesempatan bertemu dengan para petinggi perusahaan investasi ini. Investcorp kini sedang mengincar peluang masuk berinvestasi di Indonesia, lo. Mereka menilai, Indonesia masih sangat menarik sebagai tempat menanamkan dana.

Padahal waktu itu, Indonesia sedang digoncang wacana pembatasan dan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Selain itu, banyak pengamat ekonomi dari dalam negeri mulai berspekulasi Indonesia akan ikut mengalami inflasi tinggi, yang bisa berujung ke resesi.

Toh, Investcorp tetap optimistis memilih Indonesia sebagai tempat investasi. Perusahaan ini menilai Indonesia memiliki fundamental kuat lantaran merupakan produsen komoditas energi dan barang mentah, yang permintaannya saat ini tinggi.

"Di dunia, hanya kawasan Teluk yang menyamai Indonesia," tutur Mohammed Mahfoodh Al Ardhi, Executive Chairman Investcorp kepada KONTAN saat itu.

Nah, kalau investor dari luar negeri saja masih optimistis dengan prospek Indonesia, tidak ada salahnya investor di dalam negeri juga ikut optimistis. Memang, sih, data-data ekonomi belakangan ini tampak kurang oke.

Awal pekan ini Bank Indonesia mengumumkan indeks keyakinan konsumen turun. Turunnya pun tak tanggung-tanggung, dari 124,7 ke 117,2. Meski masih di atas level optimistis, yaitu di atas 100, ini menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap ekonomi ke depan merosot tajam.

Tapi perlu diingat juga, meski ekonomi ke depan berpotensi tertekan, fundamental Indonesia saat ini masih cukup kuat dibanding banyak negara lain, bahkan negara maju. 

Di antara negara G20, Indonesia berada di urutan ketujuh inflasi terendah. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Indonesia berada di urutan keenam negara G20 dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi.

OJK juga mencatat, per semester satu lalu, sekitar 66% emiten yang telah melaporkan kinerja keuangan mencatatkan kinerja tumbuh. Jadi, peluang investasi di Indonesia saat ini memang masih cerah.

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA

Terpopuler