Mata Uang Pilihan di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi AS

Senin, 18 Juli 2022 | 05:10 WIB
Mata Uang Pilihan di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi AS
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dollar Amerika Serikat (AS) kini menjadi mata uang paling perkasa. Namun, para analis menyebut, dollar AS bukan mata uang yang tepat dipegang dalam jangka menengah panjang. 

Jumat (15/7) lalu, indeks dollar AS berada di level 107,98, naik 16,72% secara tahunan. Menurut Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin, saat ini dollar AS menguat karena investor mengkhawatirkan prospek aset berisiko, seiring ketidakpastian kondisi ekonomi. Di sisi lain, kebutuhan dollar AS memang naik. 

Nanang yakin, kurs dollar AS masih akan menguat terhadap rupiah. Dollar AS bisa kembali ke Rp 15.000. Jika bisa bertahan di atas level tersebut, dollar AS bisa menuju Rp 15.275. Padahal, ekonomi AS dibayangi ancaman resesi karena kenaikan bunga yang agresif, tanpa diimbangi pertumbuhan ekonomi. 

Baca Juga: IMF Bakal Kembali Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia, Ini Sebabnya

Karena itu, Nanang menilai, potensi dollar AS terkoreksi besar. Ia menyarankan mata uang lain sebagai alternatif investasi. Salah satunya yang menarik adalah euro. 

Nanang menganalisa, European Central Bank (ECB) akan mengintervensi agar kurs euro tidak turun ke bawah US$ 1 per euro. ECB juga berpotensi menaikkan suku bunga pada pekan depan. 

Nanang juga menilai yen menarik. Alasannya, mata uang ini telah mencapai level tertinggi dalam 24 tahun, mendekati ¥140 per dollar AS. Padahal, secara fundamental, bank sentral Jepang masih bersikap dovish dalam membuat kebijakan moneter. 

Hitungan Nanang, kurs euro akan bergerak dengan kisaran US$ 1,06-US$ 1,11 per euro hingga akhir tahun. Sedangkan kurs yen akan kembali ke ¥120-¥125 per dollar AS.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf menilai dollar Kanada atau dollar Australia juga menarik dicermati. lasannya, kebijakan hawkish kedua negara ini akan mendukung mata uang tersebut.

Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Belum Cukup untuk Memperkokoh Otot Rupiah

Kedua mata uang ini juga diuntungkan komoditas. Alwi menyebut harga minyak yang masih tinggi mendukung dollar Kanada. Sedang AUD diuntungkan kenaikan harga bijih besi dan batubara. "Investor bisa beli CAD/IDR di Rp 11.330 dengan target Rp 11.900 dan beli AUD/IDR di Rp 10.000, jual di Rp 10.800," saran Alwi.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Reksadana Primadona Saat Ketidakpastian Melanda di Awal Tahun 2026
| Minggu, 26 April 2026 | 14:10 WIB

Reksadana Primadona Saat Ketidakpastian Melanda di Awal Tahun 2026

Pasar modal bergejolak, tapi ada cara lindungi modal Anda. Reksadana pasar uang tawarkan stabilitas di tengah ketidakpastian.

Pendapatan Naik, Laba DCI Indonesia Tertekan Lonjakan Beban
| Minggu, 26 April 2026 | 14:02 WIB

Pendapatan Naik, Laba DCI Indonesia Tertekan Lonjakan Beban

Pendapatan DCII melesat 10,92%, tapi laba justru anjlok. Temukan penyebab di balik fenomena ini dan dampaknya pada saham DCII.

NAYZ Punya Bos Baru, Perusahaan Asal Singapura Mencaplok 41,18% Saham
| Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

NAYZ Punya Bos Baru, Perusahaan Asal Singapura Mencaplok 41,18% Saham

Saiko Consultancy akan menjadi pengendali baru NAYZ, membawa potensi besar bagi saham makanan bayi ini.

Rupiah Memburuk, Investor Asing Kabur, IHSG Ambruk
| Minggu, 26 April 2026 | 13:41 WIB

Rupiah Memburuk, Investor Asing Kabur, IHSG Ambruk

IHSG ambruk 6,61% sepekan, investor asing lepas Rp 2 triliun. Kalkulasi terbaru menunjukkan risiko kerugian yang harus diwaspadai.

Dividen Jumbo Menanti, Simak Emiten yang Siap Menebar Cuan Pekan Depan
| Minggu, 26 April 2026 | 11:58 WIB

Dividen Jumbo Menanti, Simak Emiten yang Siap Menebar Cuan Pekan Depan

Waspada dividen trap! Jangan sampai modal Anda tergerus setelah menikmati dividen. Ketahui strategi menghindarinya.

Mengenal Sinyal untuk Waspada Tawaran Produk Bank
| Minggu, 26 April 2026 | 09:05 WIB

Mengenal Sinyal untuk Waspada Tawaran Produk Bank

Tergiur pada bunga tinggi bisa berujung dana simpanan raib. Simak cara memeriksa produk perbankan!  

Uji Ketangguhan Bitcoin, Ungguli Emas saat Perang AS-Iran Meletus
| Minggu, 26 April 2026 | 07:35 WIB

Uji Ketangguhan Bitcoin, Ungguli Emas saat Perang AS-Iran Meletus

Kinerja Bitcoin lebih unggul ketimbang emas selama perang di Timur Tengah. Perubahan fundamental atau sekadar kebetulan teknikal?

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar
| Minggu, 26 April 2026 | 05:42 WIB

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar

AI chatbot terus berkembang dan kian banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Peluang ekonomi dari teknologi ini pun semakin menggiurkan.

 
Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri
| Minggu, 26 April 2026 | 05:36 WIB

Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri

Sektor industri khususnya perkebunan dan pertambangan tengah berjuang menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)

 
Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik
| Minggu, 26 April 2026 | 05:33 WIB

Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik

Kenaikan harga plastik membuat UMKM cari cara agar tetap meraih keuntungan. Salah satunya mencari pemasok plastik alternatif.

 
INDEKS BERITA

Terpopuler