Melihat Peringkat BUMN Karya dan Ruang Pemulihannya

Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:53 WIB
Melihat Peringkat BUMN Karya dan Ruang Pemulihannya
[ILUSTRASI. Saham BUMN Karya (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satu per satu peringkat BUMN Karya mendapat tekanan di sepanjang tahun 2026 ini. Di tengah usaha perseroan konstruksi pelat merah memperbaiki kondisi keuangan, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melihat masih tingginya risiko likuiditas dan kemampuan pembayaran utang yang belum pulih.

Sebagai gambaran, Pefindo baru saja mengeluarkan peringkat terbaru untuk salah satu BUMN Karya, yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pada akhir September lalu.

Peringkat korporasi WSKT diturunkan menjadi idCCC dari idB dengan status CreditWatch negatif per 24 September 2026 pasca penundaan pokok Obligasi III Seri A. Walau begitu, Pefindo tetap mempertahankan rating idAAA(cg) untuk instrumen yang dijamin oleh pemerintah.

Dalam perkembangannya, kewajiban pokok Obligasi III Seri A WSKT senilai Rp 722 miliar yang jatuh tempo 24 September 2026 tersebut, akhirnya diselesaikan melalui penjaminan pemerintah. Pembayaran klaim dieksekusi oleh Kementerian Keuangan dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PII.

Dari sini, Pefindo Peringkat WSKT berubah menjadi idCCC/Credit Watch dengan outlook Negatif, sebelum kembali berada pada idB/Credit Watch dengan outlook Negatif.

Baca Juga: PTPP Satu-satunya Emiten BUMN Karya yang Tidak Kena Suspensi, Bagaimana Peluangnya?

Dalam laporan KONTAN yang ditulis oleh jurnalis Avanty Nurdiana pada 29 September 2026, disebutkan bahwa Pefindo masih memberikan prospek negatif terhadap prospek peringkat perusahaan.

Pefindo juga menyampaikan profil bisnis Waskita Karya yang kuat di industri konstruksi nasional menjadi salah satu faktor yang mendukung peringkat perusahaan. Tetapi kenaikan peringkat tersebut masih dibatasi oleh profil keuangan WSKT yang lemah dan rentan terhadap perubahan kondisi pasar maupun ekonomi.

Pefindo juga masih melihat risiko terhadap keberlanjutan peringkat Waskita Karya. Penurunan peringkat dapat terjadi apabila perusahaan gagal memenuhi kewajiban pembayaran pokok atau kupon yang jatuh tempo.

Selain itu, risiko penurunan peringkat juga dapat muncul apabila proses restrukturisasi keuangan Waskita Karya kembali berlanjut tanpa menghasilkan penyelesaian yang stabil.

Dalam keterangan resminya, Waskita Karya memberikan penjelasan bahwa penjaminan atas Obligasi III Tahun 2021 merupakan bagian dari skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditetapkan sejak awal penerbitan.

Asal tahu saja, sebelumnya WSKT melaporkan ketidakmampuan melunasi pokok obligasi secara mandiri. Atas hal itu, Wali Amanat WSKT, yakni PT Bank Mega Tbk, mengajukan klaim penjaminan resmi kepada Kementerian Keuangan dan PII.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Melihat Peringkat BUMN Karya dan Ruang Pemulihannya
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:53 WIB

Melihat Peringkat BUMN Karya dan Ruang Pemulihannya

Bagi lembaga pemeringkat, kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utang menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas kredit.

Event Lari dan Pintu Masuk Menggaet Nasabah Serta Memperluas Transaksi
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Event Lari dan Pintu Masuk Menggaet Nasabah Serta Memperluas Transaksi

Event lari tak hanya menarik ribuan peserta dan menggerakkan ekonomi daerah. Bagi perbankan, ajang ini juga menjadi pintu menyambut nasabah. 

Prettt pada Waktunya
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Prettt pada Waktunya

​Ada pengamat yang dulu getol dan tajam mengkritik rezim penguasa lama, tiba-tiba menjadi jinak dan tumpul dalam menyikapi penguasa baru.

Pulihkan Kinerja, Jaga ESG
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Pulihkan Kinerja, Jaga ESG

Efisiensi energi dukung keberlanjutan bisnis SIDO. Pemulihan penjualan menjadi kunci pergerakan saham.

 
Bermain Mahjong Kini Menjadi Hobi Lintas Generasi
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Bermain Mahjong Kini Menjadi Hobi Lintas Generasi

Bermain mahjong kini tak lagi menjadi permainan yang eklusif. Komunitasnya kini hadir di banyak kota. 

Butuh Aksi, Bukan Konten
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Butuh Aksi, Bukan Konten

Perluasan layanan Transjakarta ke Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) akan menambah anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kejar Target PLTS 100 GWp, Pemerintah Pangkas Birokrasi Tender
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Kejar Target PLTS 100 GWp, Pemerintah Pangkas Birokrasi Tender

Untuk mempercepat Program PLTS 100 GWp, pemerintah memangkas proses tender. Tapi, itu saja belum cukup.

MITI Gandeng BUMN Cina Garap Pasir Silika, ini Prospeknya
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 05:31 WIB

MITI Gandeng BUMN Cina Garap Pasir Silika, ini Prospeknya

Komoditas pasir silika ini memiliki prospek yang positif dan memiliki banyak manfaat serta kegunaan, contohnya untuk pembuatan solar panel PLTS

Gambut dan Mangrove
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Gambut dan Mangrove

​Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang langsung berada di bawah Presiden.

Sederet Tantangan Rintangi Ikhtiar Dana Pensiun Memompa Aset
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 04:45 WIB

Sederet Tantangan Rintangi Ikhtiar Dana Pensiun Memompa Aset

Rasio aset dapen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) baru mencapai 8,22% dan ditargetkan naik menjadi 11,2% pada 2029.

INDEKS BERITA

Terpopuler