Menarik Eropa

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:10 WIB
Menarik Eropa
[ILUSTRASI. TAJUK - SS kurniawan (KONTAN/Steve GA)]
S.S. Kurniawan | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memasang target implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada awal 2027. Perjanjian ini, harapannya, juga bisa menjadi katalis bagi investasi Eropa ke sektor energi terbarukan Indonesia, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Apalagi, Pemerintahan Prabowo Subianto punya Program PLTS 100 Gigawatt-peak (GWp), dengan target ambisius terwujud dalam tiga tahun ke depan, hingga 2028. Pemerintah pun siap menyederhanakan proses tender pembangkit energi bersih ini bagi pelaku usaha yang memenuhi kriteria tertentu. Sehingga, lelang tidak memerlukan waktu terlalu panjang. Tapi, insentif ini berlaku buat perusahaan yang memiliki daya saing serta kemampuan teknologi PLTS memadai.

Untuk itu, dari target 100 GWp, pemerintah berharap, proses tender untuk 25 GWp hingga 30 GWp berjalan tahun ini. Dan, pemerintah sudah meluncurkan kurang lebih 5,5 GWp proyek tahap pertama.

Memang, sebelum IEU-CEPA berlaku, pemerintah harus memastikan lebih dulu, Indonesia tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga mudah dan kompetitif sebagai lokasi investasi jangka panjang.

IEU-CEPA berpotensi membuka keran investasi energi terbarukan dari Eropa lantaran perjanjian ini juga bakal memangkas tarif impor barang modal hijau hingga jadi 0%. Ini tentu bisa menekan biaya investasi PLTS, terutama untuk komponen teknologi tinggi yang belum diproduksi di dalam negeri.

Kehadiran investasi Eropa juga bisa mendorong peningkatan kualitas dan keandalan sistem PLTS di Indonesia. Soalnya, investor Eropa akan membawa serta standar teknologi dan aspek keberlanjutan yang tinggi, sehingga berpotensi mempercepat transfer teknologi. Contoh, TotalEnergies, perusahaan asal Prancis, tang membangun PLTS terbesar di Eropa di Spanyol.

Hanya, IEU-CEPA tidak cukup untuk menarik investasi. Begitu juga dengan Program PLTS 100 GWp. Kepastian hukum dan konsistensi regulasi jadi salah satu kunci. Pengalaman global menunjukkan, investor besar lebih menghargai kepastian kebijakan, kecepatan eksekusi, dan kemudahan berusaha dibanding insentif pemerintah semata.

Selain tender, pemerintah juga harus memangkas proses negosiasi perjanjian jual beli tenaga listrik alias power purchase agreement (PPA) yang memakan waktu panjang, bisa bertahun-tahun. Jadi, masih banyak PR.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Kabinet Nan Gemuk Bebani APBN
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Kabinet Nan Gemuk Bebani APBN

Bertambahnya kementerian, lembaga dan pejabat di era Presiden Prabowo Subianto berpotensi menambah beban rutin APBN.

Saat IPO Sepi, Emiten Gencar Terbitkan Obligasi
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Saat IPO Sepi, Emiten Gencar Terbitkan Obligasi

Meski ada risiko kenaikan biaya dana, sejumlah emiten aktif menerbitkan obligasi dengan kupon yang tinggi

Menarik Eropa
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Menarik Eropa

Kehadiran investasi Eropa juga bisa mendorong peningkatan kualitas dan keandalan sistem PLTS di Indonesia.

Menyoal Efektivitas Rencana Kebijakan Bunga KPR 6%
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Menyoal Efektivitas Rencana Kebijakan Bunga KPR 6%

Bunga KPR 6% dinilai bisa dongkrak penyaluran kredit, tapi efektivitasnya bergantung pada harga, kualitas, dan lokasi hunian.

Perbankan Perkuat Mitigasi Risiko Dampak El Nino
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:35 WIB

Perbankan Perkuat Mitigasi Risiko Dampak El Nino

Perbankan memperketat mitigasi risiko kredit untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap kualitas aset.

Menanti Kehadiran Tiga Bank Syariah Besar Baru
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Menanti Kehadiran Tiga Bank Syariah Besar Baru

OJK membidik lahirnya tiga bank syariah besar baru paling lambat 2027, didorong lewat spin-off UUS, merger, hingga konversi 

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Hari Ini, Selasa (6/10)
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:50 WIB

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Hari Ini, Selasa (6/10)

IHSG masih melemah 0,47% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah total 29,24%.

Pasar Mengendur, Leasing Diversifikasi Bisnis Syariah
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:35 WIB

Pasar Mengendur, Leasing Diversifikasi Bisnis Syariah

Hingga Agustus 2026, OJK mencatat piutang pembiayaan syariah perusahaan leasing mencapai Rp 32,04 triliun, alias naik 9,27% secara tahunan.

Merancang Portofolio Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:13 WIB

Merancang Portofolio Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

Jangkar ketahanan (resilience anchor) mengalokasikan porsi signifikan dana pada instrumen berisiko rendah dengan kepastian arus kas berkala.

CEO Optimistis Peluang Ekspansi di Kuartal Akhir 2026 Terbuka Lebar
| Senin, 05 Oktober 2026 | 21:06 WIB

CEO Optimistis Peluang Ekspansi di Kuartal Akhir 2026 Terbuka Lebar

Indeks Ekspansi Bisnis (IEB) mencapai level 3,65 pada Oktober 2026, naik tinggi 11,28% dibanding realisasi di Juli 2026

INDEKS BERITA

Terpopuler