Mengurai Risiko dan Peluang Kredit Data Center
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis data center membuka peluang pembiayaan baru bagi perbankan, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital dan teknologi akal imitasi (AI). Namun, karakteristik usaha yang padat modal dan risikonya tinggi membuat bank perlu selektif mengucurkan kredit ke sektor ini.
Bank Negara Indonesia (BNI) jadi salah satu bank yang sudah masuk ke sektor ini. Tak tanggung-tanggung, BNI menyalurkan kredit Rp 10,75 triliun ke PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) untuk pengembangan data center di Jababeka dan Batang. Tenornya enam tahun dengan bunga floating berbasis compounded IndONIA 90 hari ditambah 1,9%.
